<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>50 Titik Macet di Kota Bandung dan Penyebabnya (Bagian II)  </title><description>Bandung dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata fesyen dan kuliner favorit di Jawa Barat. Selain itu, Bandung juga ramai dengan aktivitas para pelajar dan warga lokal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/13/526/896135/50-titik-macet-di-kota-bandung-dan-penyebabnya-bagian-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/11/13/526/896135/50-titik-macet-di-kota-bandung-dan-penyebabnya-bagian-ii"/><item><title>50 Titik Macet di Kota Bandung dan Penyebabnya (Bagian II)  </title><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/13/526/896135/50-titik-macet-di-kota-bandung-dan-penyebabnya-bagian-ii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/11/13/526/896135/50-titik-macet-di-kota-bandung-dan-penyebabnya-bagian-ii</guid><pubDate>Rabu 13 November 2013 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/13/526/896135/0GKkSoU2G4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi peta rekayasa lalin di Bandung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/13/526/896135/0GKkSoU2G4.jpg</image><title>Ilustrasi peta rekayasa lalin di Bandung (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Bandung dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata fesyen dan kuliner favorit di Jawa Barat. Selain itu, Bandung juga ramai dengan aktivitas para pelajar dan warga lokal. Tak heran bila kemacetan mewarnai keseharian Paris van Java itu.Berikut lanjutan 25 titik kemacetan di Bandung:26. Jalan PurnawarmanPenyebab: Banyaknya kendaraan keluar-masuk BEC dan pertokoan sekitar, volume kendaran yang tinggi, jalannya sempit, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.27. Jalan Pasirkaliki (depan SMAN 6 Bandung)Penyebab: Banyak kendaraan diparkir di pinggir jalan, volume kendaraan yang melintas lokasi cukup banyak, ditambah banyaknya angkot yang ngetem.28. Jalan AH Nasution (dekat Pasar Cicadas)Penyebab: Volume kendaraan yang banyak, maraknya PKL yang menggelar dagangan menggunakan badan jalan.29. Jalan Ibrahim Adjie (sekitar Pasar Kiaracondong dan fly over)Penyebab: Adanya perlintasan kereta api, pedagang yang meluber ke badan jalan, angkot ngetem sembarangan, penyempitan jalan, serta tingginya volume lalu lintas di lokasi.30. Jalan JakartaPenyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, serta banyaknya angkot dan bus yang ngetem.31. Jalan Gatot Subroto (depan TSM hingga pasar)Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, banyaknya keluar-masuk kendaraan menuju TSM, angkot ngetem, adanya aktivitas pasar, dan pedagang yang meluber ke badan jalan.32. Sekitar Perempatan Tol PasteurPenyebab: Volume kendaraan yang sangat banyak dari Tol Pasteur, Jalan Pasteur, Gunungbatu, dan Surya Sumantri.33. Jalan Sukajadi (depan PVJ)Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, keluar-masuk mal PVJ, serta penyempitan jalur.34. Jalan Cibeureum (perbatasan Kota Bandung-Kota Cimahi)Penyebab: Penyempitan jalur, angkot ngetem sembarangan, dan tingginya volume kendaraan.35. Perempatan Jalan Padjajdaran-PasirkalikiPenyebab: Banyaknya volume kendaraan dari masing-masing arah.36. Jalan Kebonkawung (depan Stasiun Bandung)Penyebab: Banyaknya volume kendaraan dan diperparah dengan seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.37. Jalan Sudirman (depan Pasar Ciroyom)Penyebab: Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk pasar, tingginya volume kendaraan yang melintas di lokasi, pedagang meluber ke badan jalan, serta banyaknya kendaraan yang diparkir di sana.38. Sekitar Simpang DagoPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, dan pedagang yang meluber ke badan jalan di sekitar Pasar Dago.39. Jalan Tamansari (depan Kampus Universitas Unisba dan Universitas Pasundan)Penyebab: Banyaknya parkir di kiri jalan, jalan yang relatif kecil, banyak kendaraan keluar-masuk kampus, serta angkot yang sering berhenti di sekitar lokasi untuk menurunkan penumpang40. Jalan CihampelasPenyebab: Pusat keramaian, banyaknya volume kendaraan yang melintas ke lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk ke area pertokoan di sepanjang Jalan Cihampelas, serta seringnya angkot berhenti untuk menurunkan penumpang.41. Jalan CiwastraPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Jalan Ciwastra, serta jalan yang relatif sempit.42. Jalan Wahid Hasyim/Kopo (dekat perempatan Soekarno-Hatta)Penyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintas dan angkot yang ngetem sembarangan.43. Jalan BuahbatuPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk pertokoan di sepanjang Buahbatu, serta banyaknya kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Buahbatu.44. Jalan Lengkong BesarPenyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintasi lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk Kampus Unpas, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.45. Sekitar ITC Kebon KalapaPenyebab: Banyaknya kendaraan yang parkir, angkot yang ngetem sembarangan, serta banyaknya volume kendaraan yang melintas di sekitar lokasi.46. Jalan Rajawali TimurPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, pedagang Pasar Ciroyom meluber ke badan jalan, serta angkot yang ngetem sembarangan.47. Jalan KebonjatiPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, serta banyaknya angkot yang ngetem di lokasi. Kondisi itu diperparah karena kendaraan di depannya tersendat di sekitar Pasar Baru.48. Perempatan Ir Djuanda-RE MartadinataPenyebab: Banyaknya volume kendaraan dan penyempitan jalan.49. Jalan GunungbatuPenyebab: Jalan relatif sempit, volume kendaraan cukup banyak, adanya delman membuat arus lalu lintas sering tersendat.50. Jalan CibaduyutPenyebab: Jalan relatif sempit, arus lalu lintas cukup padat, dan sering keluar-masuk kendaraan ke pertokoan sekitar.</description><content:encoded>BANDUNG - Bandung dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata fesyen dan kuliner favorit di Jawa Barat. Selain itu, Bandung juga ramai dengan aktivitas para pelajar dan warga lokal. Tak heran bila kemacetan mewarnai keseharian Paris van Java itu.Berikut lanjutan 25 titik kemacetan di Bandung:26. Jalan PurnawarmanPenyebab: Banyaknya kendaraan keluar-masuk BEC dan pertokoan sekitar, volume kendaran yang tinggi, jalannya sempit, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.27. Jalan Pasirkaliki (depan SMAN 6 Bandung)Penyebab: Banyak kendaraan diparkir di pinggir jalan, volume kendaraan yang melintas lokasi cukup banyak, ditambah banyaknya angkot yang ngetem.28. Jalan AH Nasution (dekat Pasar Cicadas)Penyebab: Volume kendaraan yang banyak, maraknya PKL yang menggelar dagangan menggunakan badan jalan.29. Jalan Ibrahim Adjie (sekitar Pasar Kiaracondong dan fly over)Penyebab: Adanya perlintasan kereta api, pedagang yang meluber ke badan jalan, angkot ngetem sembarangan, penyempitan jalan, serta tingginya volume lalu lintas di lokasi.30. Jalan JakartaPenyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, serta banyaknya angkot dan bus yang ngetem.31. Jalan Gatot Subroto (depan TSM hingga pasar)Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, banyaknya keluar-masuk kendaraan menuju TSM, angkot ngetem, adanya aktivitas pasar, dan pedagang yang meluber ke badan jalan.32. Sekitar Perempatan Tol PasteurPenyebab: Volume kendaraan yang sangat banyak dari Tol Pasteur, Jalan Pasteur, Gunungbatu, dan Surya Sumantri.33. Jalan Sukajadi (depan PVJ)Penyebab: Volume kendaraan yang cukup banyak, keluar-masuk mal PVJ, serta penyempitan jalur.34. Jalan Cibeureum (perbatasan Kota Bandung-Kota Cimahi)Penyebab: Penyempitan jalur, angkot ngetem sembarangan, dan tingginya volume kendaraan.35. Perempatan Jalan Padjajdaran-PasirkalikiPenyebab: Banyaknya volume kendaraan dari masing-masing arah.36. Jalan Kebonkawung (depan Stasiun Bandung)Penyebab: Banyaknya volume kendaraan dan diperparah dengan seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.37. Jalan Sudirman (depan Pasar Ciroyom)Penyebab: Banyaknya kendaraan yang keluar-masuk pasar, tingginya volume kendaraan yang melintas di lokasi, pedagang meluber ke badan jalan, serta banyaknya kendaraan yang diparkir di sana.38. Sekitar Simpang DagoPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, dan pedagang yang meluber ke badan jalan di sekitar Pasar Dago.39. Jalan Tamansari (depan Kampus Universitas Unisba dan Universitas Pasundan)Penyebab: Banyaknya parkir di kiri jalan, jalan yang relatif kecil, banyak kendaraan keluar-masuk kampus, serta angkot yang sering berhenti di sekitar lokasi untuk menurunkan penumpang40. Jalan CihampelasPenyebab: Pusat keramaian, banyaknya volume kendaraan yang melintas ke lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk ke area pertokoan di sepanjang Jalan Cihampelas, serta seringnya angkot berhenti untuk menurunkan penumpang.41. Jalan CiwastraPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Jalan Ciwastra, serta jalan yang relatif sempit.42. Jalan Wahid Hasyim/Kopo (dekat perempatan Soekarno-Hatta)Penyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintas dan angkot yang ngetem sembarangan.43. Jalan BuahbatuPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, banyak kendaraan keluar-masuk pertokoan di sepanjang Buahbatu, serta banyaknya kendaraan keluar-masuk dari jalan kecil di sekitar Buahbatu.44. Jalan Lengkong BesarPenyebab: Banyaknya volume kendaraan yang melintasi lokasi, banyak kendaraan keluar-masuk Kampus Unpas, serta seringnya angkot ngetem di sekitar lokasi.45. Sekitar ITC Kebon KalapaPenyebab: Banyaknya kendaraan yang parkir, angkot yang ngetem sembarangan, serta banyaknya volume kendaraan yang melintas di sekitar lokasi.46. Jalan Rajawali TimurPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, pedagang Pasar Ciroyom meluber ke badan jalan, serta angkot yang ngetem sembarangan.47. Jalan KebonjatiPenyebab: Banyaknya volume kendaraan, serta banyaknya angkot yang ngetem di lokasi. Kondisi itu diperparah karena kendaraan di depannya tersendat di sekitar Pasar Baru.48. Perempatan Ir Djuanda-RE MartadinataPenyebab: Banyaknya volume kendaraan dan penyempitan jalan.49. Jalan GunungbatuPenyebab: Jalan relatif sempit, volume kendaraan cukup banyak, adanya delman membuat arus lalu lintas sering tersendat.50. Jalan CibaduyutPenyebab: Jalan relatif sempit, arus lalu lintas cukup padat, dan sering keluar-masuk kendaraan ke pertokoan sekitar.</content:encoded></item></channel></rss>
