<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iis Dahlia dan Yuni Shara Jadi Alat Suap TVRI?</title><description>Dua penyanyi terkenal dikaitkan dengan praktek tindak pidana korupsi di  lingkungan Senayan. Mereka adalah penyanyi dangdut Iis Dahlia dan  penyanyi pop era 1990-an, Yuni Shara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/18/339/898680/iis-dahlia-dan-yuni-shara-jadi-alat-suap-tvri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/11/18/339/898680/iis-dahlia-dan-yuni-shara-jadi-alat-suap-tvri"/><item><title>Iis Dahlia dan Yuni Shara Jadi Alat Suap TVRI?</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/18/339/898680/iis-dahlia-dan-yuni-shara-jadi-alat-suap-tvri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/11/18/339/898680/iis-dahlia-dan-yuni-shara-jadi-alat-suap-tvri</guid><pubDate>Senin 18 November 2013 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/18/339/898680/Zy690Xx0QV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yuni Shara (Foto: Elang/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/18/339/898680/Zy690Xx0QV.jpg</image><title>Yuni Shara (Foto: Elang/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dua penyanyi terkenal dikaitkan dengan praktek tindak pidana korupsi di lingkungan Senayan. Mereka adalah penyanyi dangdut Iis Dahlia dan penyanyi pop era 1990-an, Yuni Shara. Keduanya diduga disewa untuk menemani tiga orang anggota Komisi I DPR di sebuah tempat karaoke di Bandung, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Hal itu terungkap dari sebuah pesan singkat yang berisi tentang pemberian suap untuk tiga orang anggota Komisi I DPR terkait pemecatan Direksi TVRI. Mereka adalah Tantowi Yahya (Fraksi Partai Golkar, Evita Nursanty (Fraksi PDI Perjuangan), dan Hayono Isman (Fraksi Partai Demokrat).
&amp;nbsp;
Kabar disewanya dua orang penyanyi itu diperkuat oleh pernyataan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Max Sopacua. Max mengaku mendapat telefon dari salah satu rekannya yang berperan sebagai pengantar dua artis itu ke lokasi karaoke.
&amp;nbsp;
&quot;Orang itu mengatakan akan menceritakan langsung kepada saya. Karena dia sendiri yang mengantarkan Iis Dahlia dan Yuni Shara,&quot; kata Max di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2013).
&amp;nbsp;
Saat dikonfirmasi, Evita membantah hal tersebut. Dia juga menegaskan sama sekali tidak pernah melakukan karaoke dengan kedua artis terkenal tersebut. &quot;Karaoke ya, sama Yuni Shara dan Iis Dahlia ya. Ngapain jauh-jauh ke sana (Bandung). Itu tidak benar,&quot; kata Evita.
&amp;nbsp;
Senada dengan Evita, Tantowi pun mengungkapkan hal sama. Menurutnya, tudingan itu hanyalah sebuah fitnah yang dilayangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. &quot;Itu fitnah dan hasutan dari kelompok-kelompok di TVRI yang merasa akan tersingkir karena revitalisasi TVRI,&quot; kata Tantowi.
&amp;nbsp;
Untuk menindaklanjuti kabar tersebut, Komisi I DPR baru saja menggelar rapat internal. Dalam rapat tersebut diputuskan akan memanggil pihak-pihak yang disebut dalam pesan singkat itu untuk dimintai klarifikasi. Komisi I bahkan mengancam akan melaporkan pengirim pesan singkat tersebut ke Kabareskrim Mabes Polri.</description><content:encoded>JAKARTA - Dua penyanyi terkenal dikaitkan dengan praktek tindak pidana korupsi di lingkungan Senayan. Mereka adalah penyanyi dangdut Iis Dahlia dan penyanyi pop era 1990-an, Yuni Shara. Keduanya diduga disewa untuk menemani tiga orang anggota Komisi I DPR di sebuah tempat karaoke di Bandung, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Hal itu terungkap dari sebuah pesan singkat yang berisi tentang pemberian suap untuk tiga orang anggota Komisi I DPR terkait pemecatan Direksi TVRI. Mereka adalah Tantowi Yahya (Fraksi Partai Golkar, Evita Nursanty (Fraksi PDI Perjuangan), dan Hayono Isman (Fraksi Partai Demokrat).
&amp;nbsp;
Kabar disewanya dua orang penyanyi itu diperkuat oleh pernyataan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Max Sopacua. Max mengaku mendapat telefon dari salah satu rekannya yang berperan sebagai pengantar dua artis itu ke lokasi karaoke.
&amp;nbsp;
&quot;Orang itu mengatakan akan menceritakan langsung kepada saya. Karena dia sendiri yang mengantarkan Iis Dahlia dan Yuni Shara,&quot; kata Max di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2013).
&amp;nbsp;
Saat dikonfirmasi, Evita membantah hal tersebut. Dia juga menegaskan sama sekali tidak pernah melakukan karaoke dengan kedua artis terkenal tersebut. &quot;Karaoke ya, sama Yuni Shara dan Iis Dahlia ya. Ngapain jauh-jauh ke sana (Bandung). Itu tidak benar,&quot; kata Evita.
&amp;nbsp;
Senada dengan Evita, Tantowi pun mengungkapkan hal sama. Menurutnya, tudingan itu hanyalah sebuah fitnah yang dilayangkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. &quot;Itu fitnah dan hasutan dari kelompok-kelompok di TVRI yang merasa akan tersingkir karena revitalisasi TVRI,&quot; kata Tantowi.
&amp;nbsp;
Untuk menindaklanjuti kabar tersebut, Komisi I DPR baru saja menggelar rapat internal. Dalam rapat tersebut diputuskan akan memanggil pihak-pihak yang disebut dalam pesan singkat itu untuk dimintai klarifikasi. Komisi I bahkan mengancam akan melaporkan pengirim pesan singkat tersebut ke Kabareskrim Mabes Polri.</content:encoded></item></channel></rss>
