<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Harus Tingkatkan Teknologi Anti-Sadap</title><description>Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, meminta Presiden Susilo Bambang   Yudhoyono (SBY) memprotes Pemerintah Australia terkait isu aktivitas   mereka menyadap Pemerintah Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/19/337/899012/indonesia-harus-tingkatkan-teknologi-anti-sadap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/11/19/337/899012/indonesia-harus-tingkatkan-teknologi-anti-sadap"/><item><title>Indonesia Harus Tingkatkan Teknologi Anti-Sadap</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/11/19/337/899012/indonesia-harus-tingkatkan-teknologi-anti-sadap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/11/19/337/899012/indonesia-harus-tingkatkan-teknologi-anti-sadap</guid><pubDate>Selasa 19 November 2013 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/19/337/899012/C0WtaRX5fa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/19/337/899012/C0WtaRX5fa.jpg</image><title>Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, meminta Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) memprotes Pemerintah Australia terkait isu aktivitas  mereka menyadap Pemerintah Indonesia. Wiranto menyatakan dari pendekatan Hukum  Internasional atau Konvensi Internasional, penyadapan antar negara tidak  diperkenankan.  &quot;Kita sederhanakan masalah penyadapan diizinkan tidak. Kalau tidak boleh,  harus ada protes keras dari negara kita terhadap negara penyadap. Protes keras  bahwa dia sudah melanggar konvensi internasional, hukum internasional,&quot; kata Wiranto  di Rakornas LP31 di Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2013) malam.  Wiranto mengaku sebenarnya tidak ingin membahas isu penyadapan tersebut.  Alasannya, sambung Wiranto, sudah banyak pihak yang berbicara soal penyadapan ini  seperti dari Pemerintah, intelijen, maupun pengamat. &amp;nbsp;&quot;Sudah terlalu banyak  penjelasan mengenai penyadapan dari pemerintah, BIN sendiri, Kemenlu dan  sebagainya. Saya sendiri sudah pada tingkatan tidak ingin lagi melakukan suatu  pembahasan masalah ini,&quot; ujar Wiranto.  Namun, agar ke depan bisa terbebas dari aktivitas penyadapan negara lain,  Wiranto menambahkan, Indonesia harus meningkatkan teknologi anti sadap. Menurut  Wiranto, penyadapan antarnegara memang sangat mungkin terjadi. &quot;Kita tahu  penyadapan sangat mungkin terjadi, maka kita harus berusaha meningkatkan teknologi  kita untuk mampu menghindari penyadapan itu. Berpulang ke kita mampukah kita  mencari teknologi untuk meng-counter itu,&quot; kata Wiranto. (ydh)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, meminta Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) memprotes Pemerintah Australia terkait isu aktivitas  mereka menyadap Pemerintah Indonesia. Wiranto menyatakan dari pendekatan Hukum  Internasional atau Konvensi Internasional, penyadapan antar negara tidak  diperkenankan.  &quot;Kita sederhanakan masalah penyadapan diizinkan tidak. Kalau tidak boleh,  harus ada protes keras dari negara kita terhadap negara penyadap. Protes keras  bahwa dia sudah melanggar konvensi internasional, hukum internasional,&quot; kata Wiranto  di Rakornas LP31 di Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2013) malam.  Wiranto mengaku sebenarnya tidak ingin membahas isu penyadapan tersebut.  Alasannya, sambung Wiranto, sudah banyak pihak yang berbicara soal penyadapan ini  seperti dari Pemerintah, intelijen, maupun pengamat. &amp;nbsp;&quot;Sudah terlalu banyak  penjelasan mengenai penyadapan dari pemerintah, BIN sendiri, Kemenlu dan  sebagainya. Saya sendiri sudah pada tingkatan tidak ingin lagi melakukan suatu  pembahasan masalah ini,&quot; ujar Wiranto.  Namun, agar ke depan bisa terbebas dari aktivitas penyadapan negara lain,  Wiranto menambahkan, Indonesia harus meningkatkan teknologi anti sadap. Menurut  Wiranto, penyadapan antarnegara memang sangat mungkin terjadi. &quot;Kita tahu  penyadapan sangat mungkin terjadi, maka kita harus berusaha meningkatkan teknologi  kita untuk mampu menghindari penyadapan itu. Berpulang ke kita mampukah kita  mencari teknologi untuk meng-counter itu,&quot; kata Wiranto. (ydh)</content:encoded></item></channel></rss>
