<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kualitas Pilot RI Tak Kalah dengan Lulusan Luar Negeri</title><description>Banyak cara yang dilakukan pemerintah dalam hal ini, Kementerian  Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan kualitas pilot dalam negeri.  Salah satunya menjalin kerja sama dengan produsen pesawat ternama, Boeing  Co.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/01/373/905317/kualitas-pilot-ri-tak-kalah-dengan-lulusan-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/01/373/905317/kualitas-pilot-ri-tak-kalah-dengan-lulusan-luar-negeri"/><item><title>Kualitas Pilot RI Tak Kalah dengan Lulusan Luar Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/01/373/905317/kualitas-pilot-ri-tak-kalah-dengan-lulusan-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/01/373/905317/kualitas-pilot-ri-tak-kalah-dengan-lulusan-luar-negeri</guid><pubDate>Minggu 01 Desember 2013 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/30/373/905317/os93FdLGqR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Kemenhub</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/30/373/905317/os93FdLGqR.jpg</image><title>Foto : Kemenhub</title></images><description>JAKARTA - Banyak cara yang dilakukan pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan kualitas pilot dalam negeri. Salah satunya menjalin kerja sama dengan produsen pesawat ternama, Boeing Co.Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan Udara, Kemenhub, Capt Faber B Sitorus mengatakan, upaya ini diperlukan agar pilot-pilot Indonesia dapat mengikuti perkembangan teknologi pesawat.&quot;Kita telah menjalin kerja sama dengan Boeing sejak 2012. Kami harapkan MoU dengan Boeing dapat terealisasi dalam pengembangan pilot pada 2014. Ini sangat baik, mengingat banyak maskapai penerbangan di dalam negeri yang akan mendatangkan pesawat Boeing baru,&quot; ujar Faber, seperti dinukil dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (1/12/2013).Menurut Faber, pendidikan penerbangan di Indonesia sudah berstandar internasional dengan memiliki Pilot School Certificate (PSC) 141. Untuk menjaga kualitas pendidikan penerbangan, pihaknya juga memberangkatkan sejumlah tenaga pengajar ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan pendidikan.Apalagi Pusbang Udara telah terdaftar sebagai Associate Member of Trainair Plus International Civil Aviation Organization (ICAO). Di mana para pengajar dan fasilitas pendidikan diaudit sesuai dengan standar lembaga pendidikan penerbangan internasional, serta para instruktur diwajibkan menguasai bahasa Inggris aktif.&quot;Selama ini, kualitas pilot di Indonesia tidak kalah dengan lulusan luar negeri. Bahkan, banyak lulusan penerbang kita yang telah berpengalaman bekerja di maskapai penerbangan luar negeri dengan gaji puluhan ribu dolar (USD). Namun, kita terus berusaha meningkatkan standar pengajar dan instruktur. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas pendidikan,&quot; tegasnya.Kepala Sub Bidang Standarisasi Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Sigit Wijayanto menambahkan, untuk meningkatkan jam terbang para calon pilot dibutuhkan lapangan penerbangan khusus. Selama ini jam terbang para calon pilot sangat terbatas karena padatnya lalu lintas udara di Indonesia.&quot;Khusus di Curug kita tidak bisa menerbangkan pesawat sembarangan. Ini karena secara teknis kita harus berkoordinasi dengan ATC (air traffic control) di Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta). Para penerbang harus mengikuti jadwal pesawat komersil yang padat. Sehingga kesempatan terbang sangat terbatas,&quot; kata Sigit.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak cara yang dilakukan pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan kualitas pilot dalam negeri. Salah satunya menjalin kerja sama dengan produsen pesawat ternama, Boeing Co.Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan Udara, Kemenhub, Capt Faber B Sitorus mengatakan, upaya ini diperlukan agar pilot-pilot Indonesia dapat mengikuti perkembangan teknologi pesawat.&quot;Kita telah menjalin kerja sama dengan Boeing sejak 2012. Kami harapkan MoU dengan Boeing dapat terealisasi dalam pengembangan pilot pada 2014. Ini sangat baik, mengingat banyak maskapai penerbangan di dalam negeri yang akan mendatangkan pesawat Boeing baru,&quot; ujar Faber, seperti dinukil dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (1/12/2013).Menurut Faber, pendidikan penerbangan di Indonesia sudah berstandar internasional dengan memiliki Pilot School Certificate (PSC) 141. Untuk menjaga kualitas pendidikan penerbangan, pihaknya juga memberangkatkan sejumlah tenaga pengajar ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan dan pendidikan.Apalagi Pusbang Udara telah terdaftar sebagai Associate Member of Trainair Plus International Civil Aviation Organization (ICAO). Di mana para pengajar dan fasilitas pendidikan diaudit sesuai dengan standar lembaga pendidikan penerbangan internasional, serta para instruktur diwajibkan menguasai bahasa Inggris aktif.&quot;Selama ini, kualitas pilot di Indonesia tidak kalah dengan lulusan luar negeri. Bahkan, banyak lulusan penerbang kita yang telah berpengalaman bekerja di maskapai penerbangan luar negeri dengan gaji puluhan ribu dolar (USD). Namun, kita terus berusaha meningkatkan standar pengajar dan instruktur. Ini sangat penting untuk menjaga kualitas pendidikan,&quot; tegasnya.Kepala Sub Bidang Standarisasi Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Sigit Wijayanto menambahkan, untuk meningkatkan jam terbang para calon pilot dibutuhkan lapangan penerbangan khusus. Selama ini jam terbang para calon pilot sangat terbatas karena padatnya lalu lintas udara di Indonesia.&quot;Khusus di Curug kita tidak bisa menerbangkan pesawat sembarangan. Ini karena secara teknis kita harus berkoordinasi dengan ATC (air traffic control) di Bandara Cengkareng (Soekarno-Hatta). Para penerbang harus mengikuti jadwal pesawat komersil yang padat. Sehingga kesempatan terbang sangat terbatas,&quot; kata Sigit.</content:encoded></item></channel></rss>
