<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembagian Kondom Disinyalir Hanya untuk Kepentingan Bisnis</title><description>Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI  dan Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dinilai sebagai sebuah  program kerja yang serampangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906290/pembagian-kondom-disinyalir-hanya-untuk-kepentingan-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906290/pembagian-kondom-disinyalir-hanya-untuk-kepentingan-bisnis"/><item><title>Pembagian Kondom Disinyalir Hanya untuk Kepentingan Bisnis</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906290/pembagian-kondom-disinyalir-hanya-untuk-kepentingan-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906290/pembagian-kondom-disinyalir-hanya-untuk-kepentingan-bisnis</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2013 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/03/337/906290/AMh0ujBvxH.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/03/337/906290/AMh0ujBvxH.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dinilai sebagai sebuah program kerja yang serampangan.&quot;Ini merupakan program kerja yang missleading dan tidak terarah alias serampangan,&quot; kata Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (3/12/2013).Menurutnya, sebelum pembagian kondom gratis semestinya dilakukan kajian sosiologis yang mendalam supaya tepat sasaran. &quot;Membagi kondom secara serampangan justru menunjukan rendahnya kontrol dan pemahaman para pemegang otoritas terhadap etika moral,&quot; paparnya.Selain itu, dia juga mengkritisi pembagian kondom di Perguruan Tinggi dan sekolah yang menurutnya tidak tepat sasaran. &quot;Pemberian kondom di institusi pendidikan menunjukan rendahnya dalam berpikir dan bertindak para pemegang otoritas. Ini seolah mengkonfirmasi seks bebas boleh, asal pakai kondom,&quot; tegasnya. Selain itu, Okky mengatakan, edukasi kepada generasi muda terkait bahaya penyakit HIV/AIDS dengan cara diskusi dan menstimulasi aspek kognitif, emosional, sosial jauh lebih produktif ketimbang bagi-bagi kondom. &quot;Tugas ini tentu bukan hanya oleh Kementerian Kesehatan saja, namun lembaga lainnya seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan termasuk para orang tua, institusi pendidikan dan kalangan agamawan,&quot; paparnya.Kata Oki, Pekan Kondom ini hanya dijadikan sebagai ajang berbisnis. &quot;Ini lebih ke kepentingan bisnis. Pembagian kondom ini mengakibatkan misinya pekan kondom menjadi kabur,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA- Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dinilai sebagai sebuah program kerja yang serampangan.&quot;Ini merupakan program kerja yang missleading dan tidak terarah alias serampangan,&quot; kata Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Okky Asokawati saat dihubungi wartawan, Jakarta, Selasa (3/12/2013).Menurutnya, sebelum pembagian kondom gratis semestinya dilakukan kajian sosiologis yang mendalam supaya tepat sasaran. &quot;Membagi kondom secara serampangan justru menunjukan rendahnya kontrol dan pemahaman para pemegang otoritas terhadap etika moral,&quot; paparnya.Selain itu, dia juga mengkritisi pembagian kondom di Perguruan Tinggi dan sekolah yang menurutnya tidak tepat sasaran. &quot;Pemberian kondom di institusi pendidikan menunjukan rendahnya dalam berpikir dan bertindak para pemegang otoritas. Ini seolah mengkonfirmasi seks bebas boleh, asal pakai kondom,&quot; tegasnya. Selain itu, Okky mengatakan, edukasi kepada generasi muda terkait bahaya penyakit HIV/AIDS dengan cara diskusi dan menstimulasi aspek kognitif, emosional, sosial jauh lebih produktif ketimbang bagi-bagi kondom. &quot;Tugas ini tentu bukan hanya oleh Kementerian Kesehatan saja, namun lembaga lainnya seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan termasuk para orang tua, institusi pendidikan dan kalangan agamawan,&quot; paparnya.Kata Oki, Pekan Kondom ini hanya dijadikan sebagai ajang berbisnis. &quot;Ini lebih ke kepentingan bisnis. Pembagian kondom ini mengakibatkan misinya pekan kondom menjadi kabur,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
