<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Din Syamsuddin: Di Negara Liberal Pun Tak Ada Kampanye Kondom</title><description>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam kampanye  kondom gratis dalam rangka penanggulangan penyakit HIV/AIDS oleh Menteri  Kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906741/din-syamsuddin-di-negara-liberal-pun-tak-ada-kampanye-kondom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906741/din-syamsuddin-di-negara-liberal-pun-tak-ada-kampanye-kondom"/><item><title>Din Syamsuddin: Di Negara Liberal Pun Tak Ada Kampanye Kondom</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906741/din-syamsuddin-di-negara-liberal-pun-tak-ada-kampanye-kondom</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/03/337/906741/din-syamsuddin-di-negara-liberal-pun-tak-ada-kampanye-kondom</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2013 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/03/337/906741/8nNR8yIP6x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/03/337/906741/8nNR8yIP6x.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam kampanye kondom gratis dalam rangka penanggulangan penyakit HIV/AIDS oleh Menteri Kesehatan.&amp;nbsp;Menurut Din, kebijakan Menkes merupakan kebijakan yang tak bijak. Pasalnya, kampanye kondom gratis hanya terjadi di Indonesia.&quot;Itu kami sangat tidak setuju, itu kebijakan yang tidak bijak, saya tidak melihat argumen yang kuat, di negara liberal sekalipun seperti Amerika dan Eropa itu tidak terjadi kampanye segala macem. Itu dijual secara sembunyi-sembunyi selain di apotek dan tempat tertentu, tidak ada yang mengkampanyekan,&quot; jelas Din di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2013).Kata dia, kampanye kondom gratis bukan solusi untuk penanggulangan HIV/AIDS melainkan justru mengkampanyekan seks bebas.&quot;Bahwa itu untuk menghindari penyakit kelamin dan HIV/AIDS bukan demikian, tentu dengan cara jangan memberi kesempatan pada pergaulan bebas, seks bebas itu yang tdak dilakukan kemudian ketika terjadi itu lalu ingin diatasi dengan kampanye itu,&quot; jelas dia.&quot;Kemudian semakin membawa kepada orang-orang lain yang tidak melakukannya akhirnya mau mencoba-coba melakukannya. Ini sebuah kebijakan kalau diteruskan akan merusak moral bangsa ini,&quot; imbuhnya.Dia berharap pemerintah terketuk hatinya agar tidak membuat kebijakan yang justru menambah masalah baru.&quot;Oleh karena itu kami minta pemerintah terketuk hatinya untuk berpikir jernih mari bersama-sama untuk menghindari rakyat dengan penyakit HIV/AIDS jangan mempromosikan mengkampanyekan kondom dengan terbuka. Janganlah pemerintah merusak tatanan bangsa yang sudah ada, ini membangun tapi menjebolnya di sisi lain,&quot; pungkasnya. (hol)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam kampanye kondom gratis dalam rangka penanggulangan penyakit HIV/AIDS oleh Menteri Kesehatan.&amp;nbsp;Menurut Din, kebijakan Menkes merupakan kebijakan yang tak bijak. Pasalnya, kampanye kondom gratis hanya terjadi di Indonesia.&quot;Itu kami sangat tidak setuju, itu kebijakan yang tidak bijak, saya tidak melihat argumen yang kuat, di negara liberal sekalipun seperti Amerika dan Eropa itu tidak terjadi kampanye segala macem. Itu dijual secara sembunyi-sembunyi selain di apotek dan tempat tertentu, tidak ada yang mengkampanyekan,&quot; jelas Din di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2013).Kata dia, kampanye kondom gratis bukan solusi untuk penanggulangan HIV/AIDS melainkan justru mengkampanyekan seks bebas.&quot;Bahwa itu untuk menghindari penyakit kelamin dan HIV/AIDS bukan demikian, tentu dengan cara jangan memberi kesempatan pada pergaulan bebas, seks bebas itu yang tdak dilakukan kemudian ketika terjadi itu lalu ingin diatasi dengan kampanye itu,&quot; jelas dia.&quot;Kemudian semakin membawa kepada orang-orang lain yang tidak melakukannya akhirnya mau mencoba-coba melakukannya. Ini sebuah kebijakan kalau diteruskan akan merusak moral bangsa ini,&quot; imbuhnya.Dia berharap pemerintah terketuk hatinya agar tidak membuat kebijakan yang justru menambah masalah baru.&quot;Oleh karena itu kami minta pemerintah terketuk hatinya untuk berpikir jernih mari bersama-sama untuk menghindari rakyat dengan penyakit HIV/AIDS jangan mempromosikan mengkampanyekan kondom dengan terbuka. Janganlah pemerintah merusak tatanan bangsa yang sudah ada, ini membangun tapi menjebolnya di sisi lain,&quot; pungkasnya. (hol)</content:encoded></item></channel></rss>
