<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa China Paling Pintar Matematika </title><description>Menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA)  2012, predikat siswa paling pintar kembali disandang oleh  pelajar-pelajar China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/06/560/908245/siswa-china-paling-pintar-matematika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/06/560/908245/siswa-china-paling-pintar-matematika"/><item><title>Siswa China Paling Pintar Matematika </title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/06/560/908245/siswa-china-paling-pintar-matematika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/06/560/908245/siswa-china-paling-pintar-matematika</guid><pubDate>Jum'at 06 Desember 2013 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/06/560/908245/ESjFyxEtV6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Negara 10 besar dalam PISA 2012 (Sumber: Database OECD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/06/560/908245/ESjFyxEtV6.jpg</image><title>Negara 10 besar dalam PISA 2012 (Sumber: Database OECD)</title></images><description>JAKARTA - Ukuran pintar bukan sekadar mampu menyelesaikan permasalahan akademik di atas kertas. Siswa pintar adalah mereka yang mampu mengaplikasikan berbagai teori pelajaran, khususnya matematika, sebagai metode untuk memecahkan masalah sehari-hari. Menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2012, predikat siswa paling pintar kembali disandang oleh pelajar-pelajar China, khususnya Shanghai. PISA adalah studi literasi besutan Organisation for Economic Co-operation &amp;amp; Development (OECD) yang bertujuan untuk meneliti secara berkala tentang kemampuan siswa usia 15 tahun (kelas III SMP dan KelasI SMA) dalam membaca (Reading Literacy), matematika (Matematika Literacy), dan sains (Scientific Literacy). Menurut keterangan tertulis OECD, Jumat (6/12/2013), pelajar Shanghai-China dan Singapura berbagi kejeniusan dalam literasi matematika. Hong Kong-China, Chinese Taipei, Korea, Macao-China, Jepang, Liechtenstein, Swiss dan Belanda juga berada di 10 besar negara dengan tingkat literasi tinggi. Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurr&amp;iacute;a menyatakan, tingginya angka pengangguran di kalangan muda, meningkatnya ketidaksetaraan dan tekanan akan kebutuhan untuk mendongkrak pertumbuhan di berbagai negara, menyebabkan pentingnya anak muda mempelajari kemampuan yang mereka butuhkan untuk meraih sukses. Dalam perekonomian global, kata Angel, kemampuan bersaing dan prospek kerja akan tergantung pada apa yang dapat dilakukan seseorang dengan apa pengetahuan yang mereka miliki. &quot;Generasi muda adalah masa depan. Jadi, semua negara harus melakukan segala hal untuk meningkatkan sistem pendidikan mereka dan prospek generasi mendatang,&quot; ujar Angel. PISA 2012 menguji lebih dari 510 ribu siswa di 65 negara dalam literasi matematika, membaca dan sains. Fokus utama studi ini adalah Matematika. Keahlian memahami matematika adalah alat terbaik untuk memperhitungkan keluaran generasi muda. Kemampuan matematis juga memengaruhi kemampuan anak muda untuk berpartisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut dan pencapaian lain di masa depan. Berikut 10 besar PISA 2012: 1. Shanghai, ChinaMatematika:&amp;nbsp; skor 613 (rangking 1)Membaca:&amp;nbsp; 570 (1)Sains: 580 (1)2. Singapura Matematika:&amp;nbsp; 573 (2)Membaca:&amp;nbsp; 542 (3)Sains: 551 (3) 3. Hong Kong, ChinaMatematika: 561 (3) Membaca: 545 (2) Sains: 555 (2) 4. Taiwan Matematika: 560 (4)Membaca: 523 (8) Sains: 523 (13) 5. Korea Matematika: 554 (5)&amp;nbsp; Membaca: 536 (5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sains: 538 (7)&amp;nbsp; 6. Macau, China Matematika: 538 (6)&amp;nbsp; Membaca: 509 (16) Sains: 521 (17) 7. Jepang Matematika: 536 (7)&amp;nbsp; Membaca: 538 (4) Sains: 547 (4) 8. LiechtensteinMatematika: 535 (8)&amp;nbsp; Membaca: 516 (12)&amp;nbsp; Sains: 525 (11)&amp;nbsp; 9. Swiss Matematika: 531 (9)&amp;nbsp; Membaca: 509 (17) Sains: 515 (19) 10. Belanda Matematika: 523 (10) Membaca: 511 (15) Sains: 522 (15)&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Ukuran pintar bukan sekadar mampu menyelesaikan permasalahan akademik di atas kertas. Siswa pintar adalah mereka yang mampu mengaplikasikan berbagai teori pelajaran, khususnya matematika, sebagai metode untuk memecahkan masalah sehari-hari. Menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2012, predikat siswa paling pintar kembali disandang oleh pelajar-pelajar China, khususnya Shanghai. PISA adalah studi literasi besutan Organisation for Economic Co-operation &amp;amp; Development (OECD) yang bertujuan untuk meneliti secara berkala tentang kemampuan siswa usia 15 tahun (kelas III SMP dan KelasI SMA) dalam membaca (Reading Literacy), matematika (Matematika Literacy), dan sains (Scientific Literacy). Menurut keterangan tertulis OECD, Jumat (6/12/2013), pelajar Shanghai-China dan Singapura berbagi kejeniusan dalam literasi matematika. Hong Kong-China, Chinese Taipei, Korea, Macao-China, Jepang, Liechtenstein, Swiss dan Belanda juga berada di 10 besar negara dengan tingkat literasi tinggi. Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurr&amp;iacute;a menyatakan, tingginya angka pengangguran di kalangan muda, meningkatnya ketidaksetaraan dan tekanan akan kebutuhan untuk mendongkrak pertumbuhan di berbagai negara, menyebabkan pentingnya anak muda mempelajari kemampuan yang mereka butuhkan untuk meraih sukses. Dalam perekonomian global, kata Angel, kemampuan bersaing dan prospek kerja akan tergantung pada apa yang dapat dilakukan seseorang dengan apa pengetahuan yang mereka miliki. &quot;Generasi muda adalah masa depan. Jadi, semua negara harus melakukan segala hal untuk meningkatkan sistem pendidikan mereka dan prospek generasi mendatang,&quot; ujar Angel. PISA 2012 menguji lebih dari 510 ribu siswa di 65 negara dalam literasi matematika, membaca dan sains. Fokus utama studi ini adalah Matematika. Keahlian memahami matematika adalah alat terbaik untuk memperhitungkan keluaran generasi muda. Kemampuan matematis juga memengaruhi kemampuan anak muda untuk berpartisipasi dalam pendidikan tingkat lanjut dan pencapaian lain di masa depan. Berikut 10 besar PISA 2012: 1. Shanghai, ChinaMatematika:&amp;nbsp; skor 613 (rangking 1)Membaca:&amp;nbsp; 570 (1)Sains: 580 (1)2. Singapura Matematika:&amp;nbsp; 573 (2)Membaca:&amp;nbsp; 542 (3)Sains: 551 (3) 3. Hong Kong, ChinaMatematika: 561 (3) Membaca: 545 (2) Sains: 555 (2) 4. Taiwan Matematika: 560 (4)Membaca: 523 (8) Sains: 523 (13) 5. Korea Matematika: 554 (5)&amp;nbsp; Membaca: 536 (5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sains: 538 (7)&amp;nbsp; 6. Macau, China Matematika: 538 (6)&amp;nbsp; Membaca: 509 (16) Sains: 521 (17) 7. Jepang Matematika: 536 (7)&amp;nbsp; Membaca: 538 (4) Sains: 547 (4) 8. LiechtensteinMatematika: 535 (8)&amp;nbsp; Membaca: 516 (12)&amp;nbsp; Sains: 525 (11)&amp;nbsp; 9. Swiss Matematika: 531 (9)&amp;nbsp; Membaca: 509 (17) Sains: 515 (19) 10. Belanda Matematika: 523 (10) Membaca: 511 (15) Sains: 522 (15)&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
