<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Mekanisme Penutupan Palang Pintu Kereta Api</title><description>Petugas palang pintu kerap dijadikan kambing hitam ketika kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910754/begini-mekanisme-penutupan-palang-pintu-kereta-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910754/begini-mekanisme-penutupan-palang-pintu-kereta-api"/><item><title>Begini Mekanisme Penutupan Palang Pintu Kereta Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910754/begini-mekanisme-penutupan-palang-pintu-kereta-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910754/begini-mekanisme-penutupan-palang-pintu-kereta-api</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2013 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/11/500/910754/652Z1rZ31E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kecelakaan Kereta di Bintaro (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/11/500/910754/652Z1rZ31E.jpg</image><title>Kecelakaan Kereta di Bintaro (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petugas palang pintu kerap dijadikan kambing hitam ketika kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api. Namun bukan berarti seluruh kesalahan milik petugas palang pintu, apalagi jika petugas palang pintu sudah menjalankan tugasnya dengan baik.Dahlan (52), pegawai PT KAI golongan II, sudah 35 tahun mengabdi di PT KAI, 20 tahun belakangan jadi petugas penjaga palang pintu di pos Pondok Betung.&amp;nbsp; Ditemui Okezone di lokasi, menjelaskan soal bagaimana mekanisme penutupan palang pintu kereta hingga kereta benar-benar lewat.&quot;Jadi begini, setiap penutupan palang pintu kereta itu mekanismenya kita dapat bel peringatan dari stasiun terdekat (Pondok Ranji atau Kebayoran Lama). Lalu setelah bel itu bunyi, kita akan ditelefon oleh pihak stasiun yang akan menjelaskan soal kereta yang akan lewat, jenis, jurusan, dan penggunaan jalur yang mana,&quot; kata Dahlan, Rabu (11/12/2013).Setelah itu, sambungnya, dia akan membunyikan alarm dan menunggu pemberitahuan kalau kereta sudah berangkat dari stasiun.&quot;Lalu, saya pasangkan alarm, tuing-tuing sambil nunggu telefon lagi dari pihak stasiun yang bilang kalau kereta sudah jalan. Kalau sudah ditelefon ini saya tutup palang kereta. Sambil teriak-teriak di mikrofon supaya tidak ada yang lewat lagi. Nah kalau keretanya sudah lewat, pintunya kita buka lagi,&quot; jelasnya.Untuk proses ini, Dahlan memperkirakan memakan waktu sekira 4-5 menit. &quot;Itu sampai kereta sudah lewat,&quot; terangnya.Untuk shift pagi-siang, sedikitnya ada 80 kali kereta lalu lalang di perlintasan ini. Itu dalam kurun waktu 07.00 WIB-14.00 WIB. &quot;Nah, hitung sendiri deh berapa menit sekali kereta lewat,&quot; katanya.Sambil dia menjelaskan, setiap harinya dibagi tiga shift. Yaitu, pukul 07.00-14.00 WIB, pukul 14.00-21.00 WIB, dan 21.00-07.00 WIB. &quot;Yang paling ramai yang shift pertama,&quot; ujarnya.Dia juga mengeluhkan, kadang pekerjaan ini memang rawan disalahkan jika ada kecelakaan. Namun, dia percaya, selagi bertugas sesuai prosedur tentunya tidak akan menjadi persoalan.&quot;Kadang orang-orang susah dibilangin juga. Palangnya sudah tutup masih aja nerobos. Kadang kita emang sering disalahin sih kalau ada kecelakaan. Tapi kan bisa ketahuan siapa yang salah. Kita sudah lakukan prosedur yang ada,&quot; katanya.Selain itu, khusus di Pondok Betung, dia juga mengeluhkan jalanan yang sempit. Panjang palang penutup ini kurang cukup untuk menutup seluruh jalan. Sehingga masih ada pengendara yang membandel menerobos palang kereta. &quot;Sekarang ini paling panjangnya 5 meter, tambahin 2 meter lagi dikit buat nutup semua jalan. Terus juga itu sudah ada yang patah karena pernah ketabrak mobil,&quot; ujar kakek tiga cucu ini.Perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan mendadak terkenal setelah terjadi kecelakaan pada Senin siang kemarin. Kecelakaan ini melibatkan kereta api dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, truk tangki tersebut berada di perlintasan kereta api setelah palang pintu kereta tertutup. Akibat kecelakaan ini,tujuh orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya mengalami luka-luka.</description><content:encoded>JAKARTA - Petugas palang pintu kerap dijadikan kambing hitam ketika kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api. Namun bukan berarti seluruh kesalahan milik petugas palang pintu, apalagi jika petugas palang pintu sudah menjalankan tugasnya dengan baik.Dahlan (52), pegawai PT KAI golongan II, sudah 35 tahun mengabdi di PT KAI, 20 tahun belakangan jadi petugas penjaga palang pintu di pos Pondok Betung.&amp;nbsp; Ditemui Okezone di lokasi, menjelaskan soal bagaimana mekanisme penutupan palang pintu kereta hingga kereta benar-benar lewat.&quot;Jadi begini, setiap penutupan palang pintu kereta itu mekanismenya kita dapat bel peringatan dari stasiun terdekat (Pondok Ranji atau Kebayoran Lama). Lalu setelah bel itu bunyi, kita akan ditelefon oleh pihak stasiun yang akan menjelaskan soal kereta yang akan lewat, jenis, jurusan, dan penggunaan jalur yang mana,&quot; kata Dahlan, Rabu (11/12/2013).Setelah itu, sambungnya, dia akan membunyikan alarm dan menunggu pemberitahuan kalau kereta sudah berangkat dari stasiun.&quot;Lalu, saya pasangkan alarm, tuing-tuing sambil nunggu telefon lagi dari pihak stasiun yang bilang kalau kereta sudah jalan. Kalau sudah ditelefon ini saya tutup palang kereta. Sambil teriak-teriak di mikrofon supaya tidak ada yang lewat lagi. Nah kalau keretanya sudah lewat, pintunya kita buka lagi,&quot; jelasnya.Untuk proses ini, Dahlan memperkirakan memakan waktu sekira 4-5 menit. &quot;Itu sampai kereta sudah lewat,&quot; terangnya.Untuk shift pagi-siang, sedikitnya ada 80 kali kereta lalu lalang di perlintasan ini. Itu dalam kurun waktu 07.00 WIB-14.00 WIB. &quot;Nah, hitung sendiri deh berapa menit sekali kereta lewat,&quot; katanya.Sambil dia menjelaskan, setiap harinya dibagi tiga shift. Yaitu, pukul 07.00-14.00 WIB, pukul 14.00-21.00 WIB, dan 21.00-07.00 WIB. &quot;Yang paling ramai yang shift pertama,&quot; ujarnya.Dia juga mengeluhkan, kadang pekerjaan ini memang rawan disalahkan jika ada kecelakaan. Namun, dia percaya, selagi bertugas sesuai prosedur tentunya tidak akan menjadi persoalan.&quot;Kadang orang-orang susah dibilangin juga. Palangnya sudah tutup masih aja nerobos. Kadang kita emang sering disalahin sih kalau ada kecelakaan. Tapi kan bisa ketahuan siapa yang salah. Kita sudah lakukan prosedur yang ada,&quot; katanya.Selain itu, khusus di Pondok Betung, dia juga mengeluhkan jalanan yang sempit. Panjang palang penutup ini kurang cukup untuk menutup seluruh jalan. Sehingga masih ada pengendara yang membandel menerobos palang kereta. &quot;Sekarang ini paling panjangnya 5 meter, tambahin 2 meter lagi dikit buat nutup semua jalan. Terus juga itu sudah ada yang patah karena pernah ketabrak mobil,&quot; ujar kakek tiga cucu ini.Perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan mendadak terkenal setelah terjadi kecelakaan pada Senin siang kemarin. Kecelakaan ini melibatkan kereta api dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, truk tangki tersebut berada di perlintasan kereta api setelah palang pintu kereta tertutup. Akibat kecelakaan ini,tujuh orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya mengalami luka-luka.</content:encoded></item></channel></rss>
