<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ada Ganaspati di Perlintasan Kereta Bintaro&quot;</title><description>Ganaspati, begitu disebut Dahlan (52), penjaga pintu perlintasan kereta  api di Pondok Betung, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.&amp;nbsp; </description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910782/ada-ganaspati-di-perlintasan-kereta-bintaro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910782/ada-ganaspati-di-perlintasan-kereta-bintaro"/><item><title>&quot;Ada Ganaspati di Perlintasan Kereta Bintaro&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910782/ada-ganaspati-di-perlintasan-kereta-bintaro</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/11/500/910782/ada-ganaspati-di-perlintasan-kereta-bintaro</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2013 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/11/500/910782/7eMnRN3DVd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjaga Pintu Kereta Api, Dahlan (Foto: Bagus/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/11/500/910782/7eMnRN3DVd.jpg</image><title>Penjaga Pintu Kereta Api, Dahlan (Foto: Bagus/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ganaspati, begitu disebut Dahlan (52), penjaga pintu perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. &amp;nbsp;Ganaspati ini adalah makhluk inmaterial yang berada di sekitaran perlintasan kereta api Pondok Betung. Ganaspati ini untuk menyambungkan cerita mistis di kawasan yang rawan kecelakaan itu.Bentuknya, kata Dahlan, berupa api. Api yang membara dan berada berpindah-pindah, namun tetap di sekitar perlintasan kereta api Pondok Betung.&quot;Ada yang bilang itu namanya Ganaspati, bentuknya seperti api yang berkobar,&quot; ujar Dahlan, di lokasi, Jakarta, Rabu (11/12/2013).Ganaspati ini, sambungnya adalah makhluk hidup yang sudah meninggal. Namun jasadnya tidak diterima bumi. Karena itu, Ganaspati kerap memangsa korban manusia hidup. &quot;Caranya ngebakar. Ini juga yang kata orang sering nyari tumbal di kawasan ini,&quot; tambah Dahlan, pria yang menggunakan batu cincin berwarna gelap di jari manis kirinya.Kakek tiga cucu ini mengatakan, sejumlah warga memang sempat melihat Ganaspati. Jika melihat itu, kecelakaan besar pun akan terjadi. Pun sama seperti kejadian Senin siang kemarin. &quot;Biasanya kalau dia keluar ada kecelakaan, kemarin juga gitu, ada yang ngelihat,&quot; katanya meyakinkan.Mau percaya atau tidak? Tapi itu cerita yang ada di masyarakat. Bahkan, Dahlan menghubung-hubungkan sejumlah kecelakaan di perlintasan ini dengan Ganaspati.&amp;nbsp; &quot;Kalau kecelakaan di sini pasti ada yang kebakarnya, mau nabrak motor apa mobil, pasti ada yang kebakar,&quot; ujarnya. Perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Jagakarsa mendadak terkenal setelah terjadi kecelakaan pada Senin siang kemarin. Ditambah, diingatkannya kembali tragedi kecelakaan antarkereta pada 19 Oktober 1987 silam. Lokasi kecelakaan yang berdekatan ini menjadi asumsi masyarakat serta dihubung-hubungkannya dengan hal-hal yang mistis.Kecelakaan pada Senin kemarin ini, melibatkan kereta api dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, truk tangki tersebut berada di perlintasan kereta api setelah palang pintu kereta tertutup. Akibat kecelakaan ini,tujuh orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya mengalami luka-luka.</description><content:encoded>JAKARTA - Ganaspati, begitu disebut Dahlan (52), penjaga pintu perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. &amp;nbsp;Ganaspati ini adalah makhluk inmaterial yang berada di sekitaran perlintasan kereta api Pondok Betung. Ganaspati ini untuk menyambungkan cerita mistis di kawasan yang rawan kecelakaan itu.Bentuknya, kata Dahlan, berupa api. Api yang membara dan berada berpindah-pindah, namun tetap di sekitar perlintasan kereta api Pondok Betung.&quot;Ada yang bilang itu namanya Ganaspati, bentuknya seperti api yang berkobar,&quot; ujar Dahlan, di lokasi, Jakarta, Rabu (11/12/2013).Ganaspati ini, sambungnya adalah makhluk hidup yang sudah meninggal. Namun jasadnya tidak diterima bumi. Karena itu, Ganaspati kerap memangsa korban manusia hidup. &quot;Caranya ngebakar. Ini juga yang kata orang sering nyari tumbal di kawasan ini,&quot; tambah Dahlan, pria yang menggunakan batu cincin berwarna gelap di jari manis kirinya.Kakek tiga cucu ini mengatakan, sejumlah warga memang sempat melihat Ganaspati. Jika melihat itu, kecelakaan besar pun akan terjadi. Pun sama seperti kejadian Senin siang kemarin. &quot;Biasanya kalau dia keluar ada kecelakaan, kemarin juga gitu, ada yang ngelihat,&quot; katanya meyakinkan.Mau percaya atau tidak? Tapi itu cerita yang ada di masyarakat. Bahkan, Dahlan menghubung-hubungkan sejumlah kecelakaan di perlintasan ini dengan Ganaspati.&amp;nbsp; &quot;Kalau kecelakaan di sini pasti ada yang kebakarnya, mau nabrak motor apa mobil, pasti ada yang kebakar,&quot; ujarnya. Perlintasan kereta api di Pondok Betung, Bintaro, Jagakarsa mendadak terkenal setelah terjadi kecelakaan pada Senin siang kemarin. Ditambah, diingatkannya kembali tragedi kecelakaan antarkereta pada 19 Oktober 1987 silam. Lokasi kecelakaan yang berdekatan ini menjadi asumsi masyarakat serta dihubung-hubungkannya dengan hal-hal yang mistis.Kecelakaan pada Senin kemarin ini, melibatkan kereta api dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, truk tangki tersebut berada di perlintasan kereta api setelah palang pintu kereta tertutup. Akibat kecelakaan ini,tujuh orang meninggal dunia dan 86 orang lainnya mengalami luka-luka.</content:encoded></item></channel></rss>
