<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Penyebab Banjir Bukan Kampung di Sekitar Waduk, tapi Mal!</title><description>Penyebab utama banjir di Jakarta bukanlah banyaknya kampung di sekitar  waduk. Upaya penggusuran warga sekitar Waduk dan sungai di Jakarta  bukanlah solusi utama mencegah banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/16/500/912881/penyebab-banjir-bukan-kampung-di-sekitar-waduk-tapi-mal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/16/500/912881/penyebab-banjir-bukan-kampung-di-sekitar-waduk-tapi-mal"/><item><title> Penyebab Banjir Bukan Kampung di Sekitar Waduk, tapi Mal!</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/16/500/912881/penyebab-banjir-bukan-kampung-di-sekitar-waduk-tapi-mal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/16/500/912881/penyebab-banjir-bukan-kampung-di-sekitar-waduk-tapi-mal</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2013 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/16/500/912881/ruaMufRm5Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/16/500/912881/ruaMufRm5Z.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Penyebab utama banjir di Jakarta bukanlah banyaknya kampung di sekitar waduk. Upaya penggusuran warga sekitar Waduk dan sungai di Jakarta bukanlah solusi utama mencegah banjir.&quot;Kondisi Jakarta belum kondusif, pola penggusuran tetap ada, walaupun dengan alasan demi kebaikan publik seperti macet dan banjir. Padahal, penyebab banjir bukan kampung-kampung di sekitar waduk dan sungai, tapi mall!,&quot; kata pakar ilmu sosiologi asal Australia, Ian Wilson dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun Warga Kota Jakarta &quot;Menuju Jakarta yang Manusiawi&quot;&amp;nbsp; di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (16/12/2013).Ian mencatat, Jakarta menempati urutan pertama kota yang paling banyak memiliki mal di dunia. Ada sekira 140 mal berdiri di Jakarta. &quot;Setiap tahun Jakarta tenggelam 10 centimeter dan wilayah Jakarta Utara bisa saja tenggelam. Banyak mal yang ada harus dihilangkan,&quot; jelasnya.Lebih lanjut Ian mengatakan, banyak warga yang menjadi korban penggusuran dengan alasan mengatasi banjir. &quot;Saya mengerti banyak warga yang kecewa. Alasan memang berbeda di setiap pemerintahan tapi tetap saja itu penggusuran,&quot; ucapnya.Dikatakan Ian, pemerintah provinsi DKI saat ini juga tampak lebih menonjolkan politik citra dan tak lagi memperhatikan rakyat secara lebih dekat. &quot;Politik citra itu kan bisa melakukan semuanya dengan cepat tapi sesudah itu pada akhirnya tidak ada lagi pendampingan. Relasi kekuasaan dan masyarakat menentukan sebuah kota,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Penyebab utama banjir di Jakarta bukanlah banyaknya kampung di sekitar waduk. Upaya penggusuran warga sekitar Waduk dan sungai di Jakarta bukanlah solusi utama mencegah banjir.&quot;Kondisi Jakarta belum kondusif, pola penggusuran tetap ada, walaupun dengan alasan demi kebaikan publik seperti macet dan banjir. Padahal, penyebab banjir bukan kampung-kampung di sekitar waduk dan sungai, tapi mall!,&quot; kata pakar ilmu sosiologi asal Australia, Ian Wilson dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun Warga Kota Jakarta &quot;Menuju Jakarta yang Manusiawi&quot;&amp;nbsp; di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (16/12/2013).Ian mencatat, Jakarta menempati urutan pertama kota yang paling banyak memiliki mal di dunia. Ada sekira 140 mal berdiri di Jakarta. &quot;Setiap tahun Jakarta tenggelam 10 centimeter dan wilayah Jakarta Utara bisa saja tenggelam. Banyak mal yang ada harus dihilangkan,&quot; jelasnya.Lebih lanjut Ian mengatakan, banyak warga yang menjadi korban penggusuran dengan alasan mengatasi banjir. &quot;Saya mengerti banyak warga yang kecewa. Alasan memang berbeda di setiap pemerintahan tapi tetap saja itu penggusuran,&quot; ucapnya.Dikatakan Ian, pemerintah provinsi DKI saat ini juga tampak lebih menonjolkan politik citra dan tak lagi memperhatikan rakyat secara lebih dekat. &quot;Politik citra itu kan bisa melakukan semuanya dengan cepat tapi sesudah itu pada akhirnya tidak ada lagi pendampingan. Relasi kekuasaan dan masyarakat menentukan sebuah kota,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
