<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pungli Merajalela, Wali Murid SMPN 4 Tangsel Demo Disdik</title><description>Puluhan wali murid SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) memprotes  banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/16/501/912898/pungli-merajalela-wali-murid-smpn-4-tangsel-demo-disdik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/16/501/912898/pungli-merajalela-wali-murid-smpn-4-tangsel-demo-disdik"/><item><title>Pungli Merajalela, Wali Murid SMPN 4 Tangsel Demo Disdik</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/16/501/912898/pungli-merajalela-wali-murid-smpn-4-tangsel-demo-disdik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/16/501/912898/pungli-merajalela-wali-murid-smpn-4-tangsel-demo-disdik</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2013 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Amba Dini Sekarningrum</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TANGERANG - Puluhan wali murid SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) memprotes banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah.
&amp;nbsp;
Sejumlah wali murid kesal lantaran sudah beberapa kali mengadukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 dan komite ke Disdik, namun tak kunjung diberikan sanksi.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah jelas pungutan yang dilakukan Kepsek dan Komite melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 44/2012,&quot; kata salah seorang wali murid, Bimoadji, Senin (16/12/2012).
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, pungli ini juga melanggar peraturan wali kota di mana pungutan di tingkat SMP tak boleh melebihi Rp100 ribu.
&amp;nbsp;
&quot;Padahal, sekolah tersebut sudah mendapatkan bantuan dari BOS dan Bosda. Tapi tetap saja kami diberlakukan pungutan sebesar Rp300 ribu perbulannya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dalam aksi sebelumnya, pihak sekolah sudah berjanji akan mengembalikan uang tersebut, Namun hingga kini, uang tidak pernah dikembalikan.
&amp;nbsp;
Pantauan di lapangan, para orangtua siswa melakukan aksi unjuk rasa dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan perlawanan atas segala kebijakan yang dilakukan pihak sekolah dan juga komite.
&amp;nbsp;
Tak berselang berapa lama, mereka pun diterima langsung oleh Kadisdik Kota Tangsel, Mathoda, diruangannya.
&amp;nbsp;
Hingga saat ini, kedua belah pihak masih melakukan pembicaraan yang tertutup untuk media.</description><content:encoded>TANGERANG - Puluhan wali murid SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), melakukan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) memprotes banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah.
&amp;nbsp;
Sejumlah wali murid kesal lantaran sudah beberapa kali mengadukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 dan komite ke Disdik, namun tak kunjung diberikan sanksi.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah jelas pungutan yang dilakukan Kepsek dan Komite melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 44/2012,&quot; kata salah seorang wali murid, Bimoadji, Senin (16/12/2012).
&amp;nbsp;
Dijelaskannya, pungli ini juga melanggar peraturan wali kota di mana pungutan di tingkat SMP tak boleh melebihi Rp100 ribu.
&amp;nbsp;
&quot;Padahal, sekolah tersebut sudah mendapatkan bantuan dari BOS dan Bosda. Tapi tetap saja kami diberlakukan pungutan sebesar Rp300 ribu perbulannya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dalam aksi sebelumnya, pihak sekolah sudah berjanji akan mengembalikan uang tersebut, Namun hingga kini, uang tidak pernah dikembalikan.
&amp;nbsp;
Pantauan di lapangan, para orangtua siswa melakukan aksi unjuk rasa dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan perlawanan atas segala kebijakan yang dilakukan pihak sekolah dan juga komite.
&amp;nbsp;
Tak berselang berapa lama, mereka pun diterima langsung oleh Kadisdik Kota Tangsel, Mathoda, diruangannya.
&amp;nbsp;
Hingga saat ini, kedua belah pihak masih melakukan pembicaraan yang tertutup untuk media.</content:encoded></item></channel></rss>
