<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukung Penghapusan Kolom Agama di KTP, Ahok Dikecam Dewan Syariah PPP</title><description>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai  pencantuman agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak terlalu  penting. Pasalnya, pencantuman agama di KTP tak memiliki manfaat bagi  orang lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/17/337/913223/dukung-penghapusan-kolom-agama-di-ktp-ahok-dikecam-dewan-syariah-ppp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/17/337/913223/dukung-penghapusan-kolom-agama-di-ktp-ahok-dikecam-dewan-syariah-ppp"/><item><title>Dukung Penghapusan Kolom Agama di KTP, Ahok Dikecam Dewan Syariah PPP</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/17/337/913223/dukung-penghapusan-kolom-agama-di-ktp-ahok-dikecam-dewan-syariah-ppp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/17/337/913223/dukung-penghapusan-kolom-agama-di-ktp-ahok-dikecam-dewan-syariah-ppp</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2013 02:52 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/17/337/913223/7AGxBv7SmV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Foto: Dede/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/17/337/913223/7AGxBv7SmV.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Foto: Dede/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai pencantuman agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak terlalu penting. Pasalnya, pencantuman agama di KTP tak memiliki manfaat bagi orang lain.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH. Noer Iskandar SQ menyesal ucapan mantan Bupati Belitung itu.
&amp;nbsp;
&quot;Saya menyesalkan ucapan itu, karena Undang-undang kita telah menetapkan agama itu bagian dari berbagai bangsa dan negara,&quot; ujar Noer Iskandar di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (16/12/2013).
&amp;nbsp;
Menurutnya, seorang pejabat tidak pantas untuk mengeluarkan peryataan seperti itu. &quot;Sebagai pejabat seharusnya mengerti akan undang-undang, kalau tidak tahu undang-undang jangan jadi pejabat. Wagub Jakarta juga berhati-hati dalam membuat peryataan, selesaikan dulu masalah-masalah yang ada di Jakarta,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kata Noer Iskandar, kalau terjadi persoalan menghilangkan kolom agama dari KTP, solusinya adalah merangkul para masyarakat ke agama yang dikehendakinya.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau terjadi persoalan kolom agama, bukan kolom agama yang dihilangkan, tapi bagaimana upaya kita untuk merangkul mereka ke agama yang dipercayainya,&quot; tutur pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah itu.
&amp;nbsp;
Noer Iskandar pun mengaku khawatir dengan adanya langkah-langkah tersebut, dan dirinya pun berharap agar jangan sampai tirani minoritas mengalahkan tirani mayoritas. &quot;Umat Islam harus menyadari betul, beserta tokoh-tokoh agama di Indonesia,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, Noer Iskandar pun berharap kepada umat islam menyatukan langkah untuk menjauhkan bangsa dari kemiskinan fisik. &quot;Tetapi juga seharusnya kita berpikir betul pemilu yang akan datang agar menjauhkan umat Indonesia kemiskinan akidah,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, dirinya meminta kepada pejabat negara agar tidak sembarangan untuk mengeluarkan peryataannya. &quot;Saya meminta kepada pejabat agar berhati-hati mengeluarkan statmentnya. Selain itu, saya meminta umat islam supaya menyadari betul ada upaya-upaya dari luar negara liberal untuk menjadikan negara kita yang terlepas dari ketuhanan yang maha esa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Ahok menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting. Pasalnya, pencantuman agama di KTP tak memiliki manfaat bagi orang lain.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau menurut saya pribadi, saya enggak suka ada itu (agama). Bodo amat. Untuk apa mencantumkan agama Anda di KTP?,&quot; kata Ahok di Balai Kota, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Ahok menjelaskan, hanya Undang-undang di Indonesia yang menginstruksikan pencantuman agama dalam data KTP.
&amp;nbsp;
Kata Ahok, di Malaysia juga tidak ada KTP-nya yang menuliskan agama. Selain tidak bermanfaat, pencantuman data agama tak ada hubungannya dengan tata cara pemakaman jika pemilik KTP ditemukan tewas di suatu tempat.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai pencantuman agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak terlalu penting. Pasalnya, pencantuman agama di KTP tak memiliki manfaat bagi orang lain.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH. Noer Iskandar SQ menyesal ucapan mantan Bupati Belitung itu.
&amp;nbsp;
&quot;Saya menyesalkan ucapan itu, karena Undang-undang kita telah menetapkan agama itu bagian dari berbagai bangsa dan negara,&quot; ujar Noer Iskandar di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (16/12/2013).
&amp;nbsp;
Menurutnya, seorang pejabat tidak pantas untuk mengeluarkan peryataan seperti itu. &quot;Sebagai pejabat seharusnya mengerti akan undang-undang, kalau tidak tahu undang-undang jangan jadi pejabat. Wagub Jakarta juga berhati-hati dalam membuat peryataan, selesaikan dulu masalah-masalah yang ada di Jakarta,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kata Noer Iskandar, kalau terjadi persoalan menghilangkan kolom agama dari KTP, solusinya adalah merangkul para masyarakat ke agama yang dikehendakinya.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau terjadi persoalan kolom agama, bukan kolom agama yang dihilangkan, tapi bagaimana upaya kita untuk merangkul mereka ke agama yang dipercayainya,&quot; tutur pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah itu.
&amp;nbsp;
Noer Iskandar pun mengaku khawatir dengan adanya langkah-langkah tersebut, dan dirinya pun berharap agar jangan sampai tirani minoritas mengalahkan tirani mayoritas. &quot;Umat Islam harus menyadari betul, beserta tokoh-tokoh agama di Indonesia,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, Noer Iskandar pun berharap kepada umat islam menyatukan langkah untuk menjauhkan bangsa dari kemiskinan fisik. &quot;Tetapi juga seharusnya kita berpikir betul pemilu yang akan datang agar menjauhkan umat Indonesia kemiskinan akidah,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu, dirinya meminta kepada pejabat negara agar tidak sembarangan untuk mengeluarkan peryataannya. &quot;Saya meminta kepada pejabat agar berhati-hati mengeluarkan statmentnya. Selain itu, saya meminta umat islam supaya menyadari betul ada upaya-upaya dari luar negara liberal untuk menjadikan negara kita yang terlepas dari ketuhanan yang maha esa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Ahok menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting. Pasalnya, pencantuman agama di KTP tak memiliki manfaat bagi orang lain.
&amp;nbsp;
&quot;Kalau menurut saya pribadi, saya enggak suka ada itu (agama). Bodo amat. Untuk apa mencantumkan agama Anda di KTP?,&quot; kata Ahok di Balai Kota, beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
Ahok menjelaskan, hanya Undang-undang di Indonesia yang menginstruksikan pencantuman agama dalam data KTP.
&amp;nbsp;
Kata Ahok, di Malaysia juga tidak ada KTP-nya yang menuliskan agama. Selain tidak bermanfaat, pencantuman data agama tak ada hubungannya dengan tata cara pemakaman jika pemilik KTP ditemukan tewas di suatu tempat.</content:encoded></item></channel></rss>
