<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sakit-sakitan, Penyidik Hentikan Sementara Pemeriksaan Dukun Aborsi</title><description>Polisi menghentikan sementara pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus aborsi di Probolinggo, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/20/521/915067/sakit-sakitan-penyidik-hentikan-sementara-pemeriksaan-dukun-aborsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/20/521/915067/sakit-sakitan-penyidik-hentikan-sementara-pemeriksaan-dukun-aborsi"/><item><title>Sakit-sakitan, Penyidik Hentikan Sementara Pemeriksaan Dukun Aborsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/20/521/915067/sakit-sakitan-penyidik-hentikan-sementara-pemeriksaan-dukun-aborsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/20/521/915067/sakit-sakitan-penyidik-hentikan-sementara-pemeriksaan-dukun-aborsi</guid><pubDate>Jum'at 20 Desember 2013 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/20/521/915067/uA8MH6J915.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/20/521/915067/uA8MH6J915.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>PROBOLINGGO - Polisi menghentikan sementara pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus aborsi di Probolinggo, Jawa Timur. Ini dilakukan karena keduanya yang sudah lanjut usia, sakit-sakitan.Sanenten (65), tersangka utama atas kasus itu, kerap jatuh pingsan saat diperiksa penyidik. Dia mengidap penyakit darah tinggi sejak lama dan kasus ini membuat tekanan darahnya terus naik.Sementara asistennya, Sulastri alias Bu Ho (60) mengidap diabetes. Terdapat luka di kaki kanannya dan kondisinya membengkak, sehingga tidak bisa dilakukan penahanan. Sulastri sejak kemarin ditetapkan menjadi tahanan kota, namun tidak dengan Senenten.&amp;ldquo;Kondisi kedua tersangka sedang sakit sehingga pemeriksaan belum bisa dilanjutkan. Kami akan menyediakan tim medis bila dibutuhkan,&amp;rdquo; ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Agus Supriyanto, Jumat (20/12/2013).Sementara itu kondisi TS (14), pasien aborsi, belum dilakukan pemeriksaan karena kondisinya terus memburuk. Remaja itu hingga kini masih dirawat di ruang ICCU RSU Muhammad Saleh.Pihaknya masih menunggu kecocokan darah TS dengan 23 janin yang ditemukan tertanam di sekitaran dapur dan kamar mandi Senenten di Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Polisi menghentikan sementara pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus aborsi di Probolinggo, Jawa Timur. Ini dilakukan karena keduanya yang sudah lanjut usia, sakit-sakitan.Sanenten (65), tersangka utama atas kasus itu, kerap jatuh pingsan saat diperiksa penyidik. Dia mengidap penyakit darah tinggi sejak lama dan kasus ini membuat tekanan darahnya terus naik.Sementara asistennya, Sulastri alias Bu Ho (60) mengidap diabetes. Terdapat luka di kaki kanannya dan kondisinya membengkak, sehingga tidak bisa dilakukan penahanan. Sulastri sejak kemarin ditetapkan menjadi tahanan kota, namun tidak dengan Senenten.&amp;ldquo;Kondisi kedua tersangka sedang sakit sehingga pemeriksaan belum bisa dilanjutkan. Kami akan menyediakan tim medis bila dibutuhkan,&amp;rdquo; ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Agus Supriyanto, Jumat (20/12/2013).Sementara itu kondisi TS (14), pasien aborsi, belum dilakukan pemeriksaan karena kondisinya terus memburuk. Remaja itu hingga kini masih dirawat di ruang ICCU RSU Muhammad Saleh.Pihaknya masih menunggu kecocokan darah TS dengan 23 janin yang ditemukan tertanam di sekitaran dapur dan kamar mandi Senenten di Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.</content:encoded></item></channel></rss>
