<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jerman Desak Afghanistan Sepakati Perjanjian Keamanan</title><description>Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengujungi pasukannya di Afghanistan. Dalam kunjungannya, Leyen mendesak Presiden Afghanistan Hamid Karzai menandatangani persetujuan keamanan yang diajukan Amerika Serikat</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/23/413/916302/jerman-desak-afghanistan-sepakati-perjanjian-keamanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/23/413/916302/jerman-desak-afghanistan-sepakati-perjanjian-keamanan"/><item><title> Jerman Desak Afghanistan Sepakati Perjanjian Keamanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/23/413/916302/jerman-desak-afghanistan-sepakati-perjanjian-keamanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/23/413/916302/jerman-desak-afghanistan-sepakati-perjanjian-keamanan</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2013 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Andreas Gerry Tuwo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/23/413/916302/HkmogfFNcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Jerman Ursula von der Leyen tengah berbincang dengan tentara Jerman di Afghanistan (Foto:Kurier)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/23/413/916302/HkmogfFNcw.jpg</image><title>Menhan Jerman Ursula von der Leyen tengah berbincang dengan tentara Jerman di Afghanistan (Foto:Kurier)</title></images><description>KABUL - Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengujungi pasukannya di Afghanistan. Dalam kunjungannya, Leyen mendesak Presiden Afghanistan Hamid Karzai menandatangani persetujuan keamanan yang diajukan Amerika Serikat (AS).Perjanjian tersebut berisi perpanjangan waktu penempatan pasukan AS di Afghanistan setelah 2014. Kedatangan Leyen di Afghanistan merupakan tugas pertamanya sebagai Menteri Pertahanan Jerman setelah ditunjuk sepekan lalu.&quot;Sangatlah penting untuk bekerja di bawah bingkai hukum yang legal. Kami berharap persetujuan bilateral antara AS dan Afghanistan dapat segera ditandatangani oleh Karzai,&quot; ucap Leyen, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/12/2013).&quot;Misi pasukan ISAF (Pasukan Keamanan Internasional) segera berakhir. Sejumlah misi telah dicapai dan kami ingin mempertahankan itu,&quot; ditambahkannya.Disamping itu, Leyen mengakui senang dapat bertemu pasukan Jerman di Afghanistan sebelum Natal. Dirinya juga berjanji akan terus mendukung peran pasukan Jerman di Afghanistan.Ada sekira 3.000 tentara Jerman bertugas di Afghanistan. Jerman merupakan salah satu negara yang berkeinginan untuk menempatkan pasukannya setelah 2014.Misi AS serta Pasukan Pakta Keamanan Atlantik Utara (NATO) akan berakhir Desember 2014. Tetapi karena potensi ancaman dari Taliban masih nyata di Afghanistan, AS ingin mempertahankan pasukannya di Afghanistan setelah 2014.Cara tersebut dapat dicapai dengan ditandatanganinya perjanjian keamanan bilateral antar kedua negara. Hanya saja, pemimpin Afghanistan Hamid Karzai masih belum mau membubuhkan tanda tanganya di atas kertas perjanjian yang disediakan oleh AS.</description><content:encoded>KABUL - Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengujungi pasukannya di Afghanistan. Dalam kunjungannya, Leyen mendesak Presiden Afghanistan Hamid Karzai menandatangani persetujuan keamanan yang diajukan Amerika Serikat (AS).Perjanjian tersebut berisi perpanjangan waktu penempatan pasukan AS di Afghanistan setelah 2014. Kedatangan Leyen di Afghanistan merupakan tugas pertamanya sebagai Menteri Pertahanan Jerman setelah ditunjuk sepekan lalu.&quot;Sangatlah penting untuk bekerja di bawah bingkai hukum yang legal. Kami berharap persetujuan bilateral antara AS dan Afghanistan dapat segera ditandatangani oleh Karzai,&quot; ucap Leyen, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/12/2013).&quot;Misi pasukan ISAF (Pasukan Keamanan Internasional) segera berakhir. Sejumlah misi telah dicapai dan kami ingin mempertahankan itu,&quot; ditambahkannya.Disamping itu, Leyen mengakui senang dapat bertemu pasukan Jerman di Afghanistan sebelum Natal. Dirinya juga berjanji akan terus mendukung peran pasukan Jerman di Afghanistan.Ada sekira 3.000 tentara Jerman bertugas di Afghanistan. Jerman merupakan salah satu negara yang berkeinginan untuk menempatkan pasukannya setelah 2014.Misi AS serta Pasukan Pakta Keamanan Atlantik Utara (NATO) akan berakhir Desember 2014. Tetapi karena potensi ancaman dari Taliban masih nyata di Afghanistan, AS ingin mempertahankan pasukannya di Afghanistan setelah 2014.Cara tersebut dapat dicapai dengan ditandatanganinya perjanjian keamanan bilateral antar kedua negara. Hanya saja, pemimpin Afghanistan Hamid Karzai masih belum mau membubuhkan tanda tanganya di atas kertas perjanjian yang disediakan oleh AS.</content:encoded></item></channel></rss>
