<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hii, Kulit Bertato Orang Mati Jadi Koleksi di Belanda</title><description>Seorang pembuat tato asal Belanda, Floris Hirschfeld, memiliki ide gila. Dia mengawetkan kulit bertato milik seseorang yang sudah meninggal dunia agar bisa dijadikan koleksi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/27/214/918362/hii-kulit-bertato-orang-mati-jadi-koleksi-di-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/27/214/918362/hii-kulit-bertato-orang-mati-jadi-koleksi-di-belanda"/><item><title>Hii, Kulit Bertato Orang Mati Jadi Koleksi di Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/27/214/918362/hii-kulit-bertato-orang-mati-jadi-koleksi-di-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/27/214/918362/hii-kulit-bertato-orang-mati-jadi-koleksi-di-belanda</guid><pubDate>Jum'at 27 Desember 2013 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/27/214/918362/xBxenJ1HEL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tato (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/27/214/918362/xBxenJ1HEL.jpg</image><title>Tato (Foto: Reuters)</title></images><description>AMSTERDAM &amp;ndash; Seorang pembuat tato asal Belanda, Peter van der Helm, memiliki ide gila. Pemilik salon tato Wall and Skin tersebut mengawetkan kulit bertato milik seseorang yang sudah meninggal dunia agar bisa dijadikan koleksi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan cara ini, bagian dari diri Anda akan abadi,&amp;rdquo; ujar pelanggan Wall and Skin, FlorisHirschfeld, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/12/2013).
&amp;nbsp;
Kulit bertato diawetkan dengan teknologi yang paling maju. Pertama, kulit bertato yang ingin diawetkan dipisahkan dari tubuh dan dimasukkan ke larutan formalin.
&amp;nbsp;
Kulit tersebut lalu dibawa ke laboratorium untuk diproses lebih lanjut. Dalam laboratorium, kandungan air di dalam kulit secara perlahan diganti dengan silikon. Proses pengawetan membutuhkan waku sekira 12 pekan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang-orang sudah lama mengkoleksi binatang mati. Mengkoleksi kulit bukanlah hal yang aneh,&amp;rdquo; tukas Hirschfield.</description><content:encoded>AMSTERDAM &amp;ndash; Seorang pembuat tato asal Belanda, Peter van der Helm, memiliki ide gila. Pemilik salon tato Wall and Skin tersebut mengawetkan kulit bertato milik seseorang yang sudah meninggal dunia agar bisa dijadikan koleksi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan cara ini, bagian dari diri Anda akan abadi,&amp;rdquo; ujar pelanggan Wall and Skin, FlorisHirschfeld, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/12/2013).
&amp;nbsp;
Kulit bertato diawetkan dengan teknologi yang paling maju. Pertama, kulit bertato yang ingin diawetkan dipisahkan dari tubuh dan dimasukkan ke larutan formalin.
&amp;nbsp;
Kulit tersebut lalu dibawa ke laboratorium untuk diproses lebih lanjut. Dalam laboratorium, kandungan air di dalam kulit secara perlahan diganti dengan silikon. Proses pengawetan membutuhkan waku sekira 12 pekan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Orang-orang sudah lama mengkoleksi binatang mati. Mengkoleksi kulit bukanlah hal yang aneh,&amp;rdquo; tukas Hirschfield.</content:encoded></item></channel></rss>
