<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Aceh Peringati 377 Tahun Mangkatnya Sultan Iskandar Muda</title><description>Puluhan warga berdoa bersama untuk mengenang 377 tahun mangkatnya Sultan Iskandar Muda (1607-1636).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/27/340/918409/warga-aceh-peringati-377-tahun-mangkatnya-sultan-iskandar-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/27/340/918409/warga-aceh-peringati-377-tahun-mangkatnya-sultan-iskandar-muda"/><item><title>Warga Aceh Peringati 377 Tahun Mangkatnya Sultan Iskandar Muda</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/27/340/918409/warga-aceh-peringati-377-tahun-mangkatnya-sultan-iskandar-muda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/27/340/918409/warga-aceh-peringati-377-tahun-mangkatnya-sultan-iskandar-muda</guid><pubDate>Jum'at 27 Desember 2013 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/27/340/918409/89QedwRtgw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh (Salman Mardira/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/27/340/918409/89QedwRtgw.jpg</image><title>Makam Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh (Salman Mardira/Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH - Puluhan warga berdoa bersama untuk mengenang 377 tahun mangkatnya Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Mereka berharap, Pemprov Aceh mencontohkan keberhasilan raja berjuluk Perkasa Alam itu membangun peradaban Islam di bumi Serambi Makkah pada abad 16 Masehi.Doa bersama berlangsung di Komplek Makam Sultan Iskandar dan raja-raja Aceh, yang bersebelahan dengan Pendopo Gubernur Aceh di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh, beberapa ulama dan pejabat terlihat hadir. Selain berdoa dan zikir, mereka juga mempeusijuek (tepung tawar) makam itu.&quot;Kegiatan ini tujuannya untuk memperingati haul Sultan Iskandar Muda, dan dalam rangka mengenang jasa-jasa beliau yang berhasil membangun peradaban di Aceh sehinggadisegani oleh pihak luar masa itu,&quot; kata Fahmi Pribadi Desky, Ketua panitia haul Sultan Iskandar Muda, kepada wartawan, Jumat (27/12/2013).Menurutnya, Sultan Iskandar Muda mangkat pada 27 Desember 1636. Selain doa bersama di makam, pihaknya juga menggelar seminar sejarah Iskandar Muda, wisata ziarah, dan pentas budaya di komplek makam Iskandar Muda serta zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman.&amp;nbsp; Lewat kegiatan ini, Pribadi berharap, budaya dan adat Aceh bisa bangkit kembali, sebagaimana yang sudah diwariskan oleh Iskandar Muda. &quot;Lewat kegiatan-kegiatan ini kita juga ingin tahu lebih jelas formulasi yang dibuat Sultan Iskandar Muda masa memimpin Kerajaan Aceh sehingga sukses membangun peradaban,&quot; sebutnya.Formulasi itu, lanjut dia, diharapkan menjadi pegangan bagi Pemerintah Aceh dalam membangun provinsi itu. &quot;Sekarang kita tahu pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan di Aceh, tapi pembangunan itu belum tepat sasaran karena tidak ada formulasi yang jelas. Kita harapkan pengambil kebijakan bisa menjadikan formulasi yang sudah dibuat Sultan Iskandar Muda untuk pembangunan Aceh sekarang,&quot; kata Pribadi.&amp;nbsp; Kerajaan Aceh Darussalam saat dipimpin Sultan Iskandar Muda mengalami puncak kejayaannya dan masuk dalam lima kerajaan Islam terbesar di dunia. Dia berhasil membangun hubungan dagang dengan berbagai negara. Banda Aceh menjadi pusat perdagangan internasional kala itu.Iskandar Muda bukan hanya menguasai Aceh, tapi juga semenanjung Malaysia. Dia juga menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan rempah-rempah nusantara yang sering dilewati kapal-kapal niaga Eropa.Sementara Sekretaris Wali Nanggroe Aceh, Yahya Muaz, mengajak, generasi muda Aceh tak melupakan jasa-jasa Sultan Iskandar Muda. Kekuatan Aceh saat itu, lanjutnya, bertumpu pada agama, adat, dan budaya. &quot;Untuk kita ingin mengembalikan peradaban adat dan budaya kita,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Puluhan warga berdoa bersama untuk mengenang 377 tahun mangkatnya Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Mereka berharap, Pemprov Aceh mencontohkan keberhasilan raja berjuluk Perkasa Alam itu membangun peradaban Islam di bumi Serambi Makkah pada abad 16 Masehi.Doa bersama berlangsung di Komplek Makam Sultan Iskandar dan raja-raja Aceh, yang bersebelahan dengan Pendopo Gubernur Aceh di Jalan SA Mahmudsyah, Banda Aceh, beberapa ulama dan pejabat terlihat hadir. Selain berdoa dan zikir, mereka juga mempeusijuek (tepung tawar) makam itu.&quot;Kegiatan ini tujuannya untuk memperingati haul Sultan Iskandar Muda, dan dalam rangka mengenang jasa-jasa beliau yang berhasil membangun peradaban di Aceh sehinggadisegani oleh pihak luar masa itu,&quot; kata Fahmi Pribadi Desky, Ketua panitia haul Sultan Iskandar Muda, kepada wartawan, Jumat (27/12/2013).Menurutnya, Sultan Iskandar Muda mangkat pada 27 Desember 1636. Selain doa bersama di makam, pihaknya juga menggelar seminar sejarah Iskandar Muda, wisata ziarah, dan pentas budaya di komplek makam Iskandar Muda serta zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman.&amp;nbsp; Lewat kegiatan ini, Pribadi berharap, budaya dan adat Aceh bisa bangkit kembali, sebagaimana yang sudah diwariskan oleh Iskandar Muda. &quot;Lewat kegiatan-kegiatan ini kita juga ingin tahu lebih jelas formulasi yang dibuat Sultan Iskandar Muda masa memimpin Kerajaan Aceh sehingga sukses membangun peradaban,&quot; sebutnya.Formulasi itu, lanjut dia, diharapkan menjadi pegangan bagi Pemerintah Aceh dalam membangun provinsi itu. &quot;Sekarang kita tahu pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan di Aceh, tapi pembangunan itu belum tepat sasaran karena tidak ada formulasi yang jelas. Kita harapkan pengambil kebijakan bisa menjadikan formulasi yang sudah dibuat Sultan Iskandar Muda untuk pembangunan Aceh sekarang,&quot; kata Pribadi.&amp;nbsp; Kerajaan Aceh Darussalam saat dipimpin Sultan Iskandar Muda mengalami puncak kejayaannya dan masuk dalam lima kerajaan Islam terbesar di dunia. Dia berhasil membangun hubungan dagang dengan berbagai negara. Banda Aceh menjadi pusat perdagangan internasional kala itu.Iskandar Muda bukan hanya menguasai Aceh, tapi juga semenanjung Malaysia. Dia juga menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan rempah-rempah nusantara yang sering dilewati kapal-kapal niaga Eropa.Sementara Sekretaris Wali Nanggroe Aceh, Yahya Muaz, mengajak, generasi muda Aceh tak melupakan jasa-jasa Sultan Iskandar Muda. Kekuatan Aceh saat itu, lanjutnya, bertumpu pada agama, adat, dan budaya. &quot;Untuk kita ingin mengembalikan peradaban adat dan budaya kita,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
