<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Kelas 5 SD Sudah Nonton Bokep</title><description>Ternyata, kebiasaan menonton video porno dimulai jauh sebelum seseorang menginjak usia remaja. Kelas lima SD adalah usia termuda seseorang menonton  video porno.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/30/560/919368/duh-kelas-5-sd-sudah-nonton-bokep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/12/30/560/919368/duh-kelas-5-sd-sudah-nonton-bokep"/><item><title>Duh, Kelas 5 SD Sudah Nonton Bokep</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/12/30/560/919368/duh-kelas-5-sd-sudah-nonton-bokep</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/12/30/560/919368/duh-kelas-5-sd-sudah-nonton-bokep</guid><pubDate>Senin 30 Desember 2013 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/30/560/919368/Sxi1zaJQQq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Melihat file video porno di laptop adalah salah satu cara anak dan remaja menyaksikan film biru. (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/30/560/919368/Sxi1zaJQQq.jpg</image><title>Melihat file video porno di laptop adalah salah satu cara anak dan remaja menyaksikan film biru. (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ingat kasus video porno yang dibuat siswa-siswi sebuah SMP di Jakarta beberapa waktu lalu? Kasus ini terjadi karena berbagai faktor, selain minimnya pengawasan, rasa ingin tahu mendorong seorang remaja melakukan hal-hal yang belum semestinya.Ternyata, kebiasaan menonton video porno dimulai jauh sebelum seseorang menginjak usia remaja. Dosen Information Technology (IT) Universitas Mercu Buana (UMB) Afiyati Reno memaparkan, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya sangat banyak anak Indonesia yang terpapar video porno. Hasil sebuah survei terakhir yang dilakukannya menunjukkan, periode kelas lima sekolah dasar (SD) adalah usia termuda seseorang menonton video porno. &quot;Dari 153 anak kelas V SD&amp;nbsp; yang mengikuti survei ini, 42% di antaranya sudah pernah menonton video porno,&quot; kata Afiyati kepada Okezone, Senin (30/12/2013).&amp;nbsp; Lantas, dari mana anak-anak belia ini mendapatkan materi video porno? Ternyata, ujar Afiyati, kebanyakan melihat dari compact disk (CD) film biru milik orangtuanya yang tercecer di rumah. Sebagian lainnya melihat file yang tersimpan di laptop atau membuka saluran YouTube. &quot;Bahkan banyak juga orangtua yang mengira sang anak sudah tertidur lalu menyetel film biru. Si anak pun ikut menonton tanpa sepengetahuan orangtuanya. Di Indonesia kan masih banyak anak tidur dengan orangtua,&quot; paparnya. Afiyati mengingatkan, sekali saja anak melihat video porno, maka dia akan ketagihan. Jika sudah ketagihan, maka yang dominan adalah nafsu seorang anak karena otaknya sudah rusak akibat kecanduan video porno. &quot;Seseorang yang kecanduan video porno tidak akan bisa lagi melihat mana yang&amp;nbsp; baik dan mana yang buruk karena yang dominan adalah nafsunya,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Ingat kasus video porno yang dibuat siswa-siswi sebuah SMP di Jakarta beberapa waktu lalu? Kasus ini terjadi karena berbagai faktor, selain minimnya pengawasan, rasa ingin tahu mendorong seorang remaja melakukan hal-hal yang belum semestinya.Ternyata, kebiasaan menonton video porno dimulai jauh sebelum seseorang menginjak usia remaja. Dosen Information Technology (IT) Universitas Mercu Buana (UMB) Afiyati Reno memaparkan, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya sangat banyak anak Indonesia yang terpapar video porno. Hasil sebuah survei terakhir yang dilakukannya menunjukkan, periode kelas lima sekolah dasar (SD) adalah usia termuda seseorang menonton video porno. &quot;Dari 153 anak kelas V SD&amp;nbsp; yang mengikuti survei ini, 42% di antaranya sudah pernah menonton video porno,&quot; kata Afiyati kepada Okezone, Senin (30/12/2013).&amp;nbsp; Lantas, dari mana anak-anak belia ini mendapatkan materi video porno? Ternyata, ujar Afiyati, kebanyakan melihat dari compact disk (CD) film biru milik orangtuanya yang tercecer di rumah. Sebagian lainnya melihat file yang tersimpan di laptop atau membuka saluran YouTube. &quot;Bahkan banyak juga orangtua yang mengira sang anak sudah tertidur lalu menyetel film biru. Si anak pun ikut menonton tanpa sepengetahuan orangtuanya. Di Indonesia kan masih banyak anak tidur dengan orangtua,&quot; paparnya. Afiyati mengingatkan, sekali saja anak melihat video porno, maka dia akan ketagihan. Jika sudah ketagihan, maka yang dominan adalah nafsu seorang anak karena otaknya sudah rusak akibat kecanduan video porno. &quot;Seseorang yang kecanduan video porno tidak akan bisa lagi melihat mana yang&amp;nbsp; baik dan mana yang buruk karena yang dominan adalah nafsunya,&quot; imbuhnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
