<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Surat Wasiat Almarhum Gusti Joyo Belum Sempat Dibaca</title><description>Sebelum meninggal dunia, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo  menulis surat wasiat. Namun, surat wasiat itu belum dibaca isinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/02/510/920410/surat-wasiat-almarhum-gusti-joyo-belum-sempat-dibaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/02/510/920410/surat-wasiat-almarhum-gusti-joyo-belum-sempat-dibaca"/><item><title>Surat Wasiat Almarhum Gusti Joyo Belum Sempat Dibaca</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/02/510/920410/surat-wasiat-almarhum-gusti-joyo-belum-sempat-dibaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/02/510/920410/surat-wasiat-almarhum-gusti-joyo-belum-sempat-dibaca</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2014 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/02/510/920410/Lw9x60hb6l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/02/510/920410/Lw9x60hb6l.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Sebelum meninggal dunia, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo menulis surat wasiat. Namun, surat wasiat itu belum dibaca isinya. &quot;Kalau wasiat itu ada saat di Jakarta kemarin, karena kesibukan dan mengurus bapak, wasiatnya belum dibuka sampai sekarang,&quot; kata KRT Jayaningrat, putra kedua Gusti Joyo kepada wartawan di rumah duka, Jalan Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta, Rabu (1/1/2014). Saat disingung pesan lisan dari almarhum Gusti Joyo semasa hidupnya, yang paling diingat ialah pesan almarhum agar tetap melestarikan budaya Jawa. &quot;Kalau pesan, Bapak itu banyak berpesan, tapi yang harus dilakukan itu supaya terus menjaga budaya Jawa karena kita generasi penerus budaya Jawa,&quot; bebernya. Sosok Gusti Joyo sendiri di mata keluarga merupakan orang yang penyayang, sabar, dan rendah hati. Gusti Joyo tidak pernah menampakkan kemarahannya meski membuat dia kecewa. &quot;Bapak itu orangnya sangat penyayang, sabar, rendah hati. Yang sangat terlihat bapak itu tidak membedakan-bedakan siapapun, semua dirangkul dengan baik, tidak perduli orang itu kaya atau miskin, semua dianggap sama,&quot; jelasnya. Keluarga, lanjutnya, ikhlas mengiringiri kepergian Gusti Joyo. Berbagai usaha untuk kesembuhan sudah dilakukan sekira empat tahun silam saat pertama kali terserang penyakit. &quot;Sudah empat tahun kira-kira, sudah tidak kurang-kurang kita keluarga berusaha untuk kesembuhan bapak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Sebelum meninggal dunia, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo menulis surat wasiat. Namun, surat wasiat itu belum dibaca isinya. &quot;Kalau wasiat itu ada saat di Jakarta kemarin, karena kesibukan dan mengurus bapak, wasiatnya belum dibuka sampai sekarang,&quot; kata KRT Jayaningrat, putra kedua Gusti Joyo kepada wartawan di rumah duka, Jalan Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta, Rabu (1/1/2014). Saat disingung pesan lisan dari almarhum Gusti Joyo semasa hidupnya, yang paling diingat ialah pesan almarhum agar tetap melestarikan budaya Jawa. &quot;Kalau pesan, Bapak itu banyak berpesan, tapi yang harus dilakukan itu supaya terus menjaga budaya Jawa karena kita generasi penerus budaya Jawa,&quot; bebernya. Sosok Gusti Joyo sendiri di mata keluarga merupakan orang yang penyayang, sabar, dan rendah hati. Gusti Joyo tidak pernah menampakkan kemarahannya meski membuat dia kecewa. &quot;Bapak itu orangnya sangat penyayang, sabar, rendah hati. Yang sangat terlihat bapak itu tidak membedakan-bedakan siapapun, semua dirangkul dengan baik, tidak perduli orang itu kaya atau miskin, semua dianggap sama,&quot; jelasnya. Keluarga, lanjutnya, ikhlas mengiringiri kepergian Gusti Joyo. Berbagai usaha untuk kesembuhan sudah dilakukan sekira empat tahun silam saat pertama kali terserang penyakit. &quot;Sudah empat tahun kira-kira, sudah tidak kurang-kurang kita keluarga berusaha untuk kesembuhan bapak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
