<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah Perempuan yang Ditemukan Penuh Luka, Disiksa Ayah Tiri</title><description>Identitas balita dua tahun yang ditemukan penuh luka oleh warga Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi akhirnya terungkap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/04/527/921778/bocah-perempuan-yang-ditemukan-penuh-luka-disiksa-ayah-tiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/04/527/921778/bocah-perempuan-yang-ditemukan-penuh-luka-disiksa-ayah-tiri"/><item><title>Bocah Perempuan yang Ditemukan Penuh Luka, Disiksa Ayah Tiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/04/527/921778/bocah-perempuan-yang-ditemukan-penuh-luka-disiksa-ayah-tiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/04/527/921778/bocah-perempuan-yang-ditemukan-penuh-luka-disiksa-ayah-tiri</guid><pubDate>Sabtu 04 Januari 2014 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Wildan Topan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/04/527/921778/Kw8xCCEfMD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nanan Kosasih, pelaku penyiksa ayah tiri (Wildan Topan/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/04/527/921778/Kw8xCCEfMD.jpg</image><title>Nanan Kosasih, pelaku penyiksa ayah tiri (Wildan Topan/Sindo TV)</title></images><description>SUKABUMI - Identitas balita dua tahun yang ditemukan penuh luka oleh warga Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi akhirnya terungkap. Anak tersebut ternyata korban penyiksaan ayah tiri dan sengaja dibuang lantaran sering menangis.Balita itu diketahui bernama Winda Ratnaningsih. Dia anak dari Siti Maemunah dan Nurhadi, namun keduanya sudah bercerai. Winda selama ini tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, Nanan Kosasih, di kawasan Pintu, Kecamatan Cibadak.&amp;nbsp; Polisi telah mengamankan Siti Memunah dan Nanan Kosasih. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak.Diakui Siti, putri kandungnya memang kerap disiksa oleh Nanan, tapi dia tidak berani membela lantaran takut. Nanan sering mengancam akan menyiksanya bila berani membela Winda. Seperti diberitakan, Winda ditemukan oleh warga tengah bermain di dekat Kantor Desa Pamuruyan. Di tubuhnya terdapat luka menganga dan bekas pukulan benda tumpul. Bocah malang itu kini dirawat di Rumah Sakit Sekarwangi Sukabumi. Dia mengalami trauma akibat penyiksaan yang diterimanya selama ini.Seorang perawat rumah sakit, Sunarti, menjelaskan Winda semula hanya menangis, namun setelah ditangani dokter ahli kejiwaan, dia mau berinteraksi. Kebiasaannya, yakni membawa sapu dan menyidiri dipinggir ruangan. &amp;ldquo;Dia ketakutan kalau melihat orang berambut panjang,&amp;rdquo; ujar Sunarti.</description><content:encoded>SUKABUMI - Identitas balita dua tahun yang ditemukan penuh luka oleh warga Pamuruyan, Cibadak, Sukabumi akhirnya terungkap. Anak tersebut ternyata korban penyiksaan ayah tiri dan sengaja dibuang lantaran sering menangis.Balita itu diketahui bernama Winda Ratnaningsih. Dia anak dari Siti Maemunah dan Nurhadi, namun keduanya sudah bercerai. Winda selama ini tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, Nanan Kosasih, di kawasan Pintu, Kecamatan Cibadak.&amp;nbsp; Polisi telah mengamankan Siti Memunah dan Nanan Kosasih. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak.Diakui Siti, putri kandungnya memang kerap disiksa oleh Nanan, tapi dia tidak berani membela lantaran takut. Nanan sering mengancam akan menyiksanya bila berani membela Winda. Seperti diberitakan, Winda ditemukan oleh warga tengah bermain di dekat Kantor Desa Pamuruyan. Di tubuhnya terdapat luka menganga dan bekas pukulan benda tumpul. Bocah malang itu kini dirawat di Rumah Sakit Sekarwangi Sukabumi. Dia mengalami trauma akibat penyiksaan yang diterimanya selama ini.Seorang perawat rumah sakit, Sunarti, menjelaskan Winda semula hanya menangis, namun setelah ditangani dokter ahli kejiwaan, dia mau berinteraksi. Kebiasaannya, yakni membawa sapu dan menyidiri dipinggir ruangan. &amp;ldquo;Dia ketakutan kalau melihat orang berambut panjang,&amp;rdquo; ujar Sunarti.</content:encoded></item></channel></rss>
