<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perselingkuhan Lebih Merusak Citra Parpol, Dibanding Poligami</title><description>Said  menyatakan, yang perlu diingat dalam konteks politik, isu  poligami  tidak pernah efektif untuk menurunkan kredibilitas tokoh,  apalagi kepada  partai politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/06/339/922092/perselingkuhan-lebih-merusak-citra-parpol-dibanding-poligami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/06/339/922092/perselingkuhan-lebih-merusak-citra-parpol-dibanding-poligami"/><item><title>Perselingkuhan Lebih Merusak Citra Parpol, Dibanding Poligami</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/06/339/922092/perselingkuhan-lebih-merusak-citra-parpol-dibanding-poligami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/06/339/922092/perselingkuhan-lebih-merusak-citra-parpol-dibanding-poligami</guid><pubDate>Senin 06 Januari 2014 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/06/339/922092/ertlTto7OT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/06/339/922092/ertlTto7OT.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pernyataan yang dilontarkan Presiden Partai Keadilan  Sejahtera (PKS), Anis Matta, tentang poligami sebagai hak yang wajar,  dianggap menjadi celah untuk menghantam partai dahwah ini,&amp;nbsp; menjelang  Pemilu 2014.&quot;Isu itu sengaja dikembangkan oleh pihak-pihak yang  ingin membangun sentimen negatif publik kepada PKS. Saat Anis mengatakan  poligami adalah hal yang wajar, saya kira tidak ada yang keliru juga  dari pernyataan itu, karena dalam perspektif Islam memang demikian  adanya, betapapun poligami memang masih menjadi kontroversi di  Indonesia,&quot; ujar Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi  (SIGMA), Said Salahudin kepada Okezone, Minggu (5/1/2014).Said  menyatakan, yang perlu diingat dalam konteks politik, isu poligami  tidak pernah efektif untuk menurunkan kredibilitas tokoh, apalagi kepada  partai politik.&quot;Sejarah mencatat, poligami tidak selalu dekat  dengan tokoh dari partai politik Islam. Soekarno yang menjadi panutan  bagi pengikut partai nasionalis, misalnya, juga melakukan poligami.  Betapapun ada yang tidak suka Anis berpoligami, saya kira hal itu tidak  akan menjadi blunder bagi PKS,&quot; tukasnya.Dibandingkan dengan  poligami, Said justru menilai perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum  tokoh politik justru lebih berpotensi merusak nama baik partai politik.Poligami,  sambungya, tidak terkait dengan ajaran apalagi menjadi program dari  suatu partai politik, pelaku poligami bisa berasal dari partai politik  manapun. &quot;Poligami adalah persoalan personal yang terpisah dengan  persoalan partai politik. Saya kira masyarakat pun maklum dengan hal  itu,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernyataan yang dilontarkan Presiden Partai Keadilan  Sejahtera (PKS), Anis Matta, tentang poligami sebagai hak yang wajar,  dianggap menjadi celah untuk menghantam partai dahwah ini,&amp;nbsp; menjelang  Pemilu 2014.&quot;Isu itu sengaja dikembangkan oleh pihak-pihak yang  ingin membangun sentimen negatif publik kepada PKS. Saat Anis mengatakan  poligami adalah hal yang wajar, saya kira tidak ada yang keliru juga  dari pernyataan itu, karena dalam perspektif Islam memang demikian  adanya, betapapun poligami memang masih menjadi kontroversi di  Indonesia,&quot; ujar Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi  (SIGMA), Said Salahudin kepada Okezone, Minggu (5/1/2014).Said  menyatakan, yang perlu diingat dalam konteks politik, isu poligami  tidak pernah efektif untuk menurunkan kredibilitas tokoh, apalagi kepada  partai politik.&quot;Sejarah mencatat, poligami tidak selalu dekat  dengan tokoh dari partai politik Islam. Soekarno yang menjadi panutan  bagi pengikut partai nasionalis, misalnya, juga melakukan poligami.  Betapapun ada yang tidak suka Anis berpoligami, saya kira hal itu tidak  akan menjadi blunder bagi PKS,&quot; tukasnya.Dibandingkan dengan  poligami, Said justru menilai perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum  tokoh politik justru lebih berpotensi merusak nama baik partai politik.Poligami,  sambungya, tidak terkait dengan ajaran apalagi menjadi program dari  suatu partai politik, pelaku poligami bisa berasal dari partai politik  manapun. &quot;Poligami adalah persoalan personal yang terpisah dengan  persoalan partai politik. Saya kira masyarakat pun maklum dengan hal  itu,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
