<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Afghanistan Siap Bebaskan 88 Narapidana</title><description>Pemerintah Afghanistan berencana melepaskan sekira 88 narapidana. Rencana Afghanistan tersebut, segera mendapat tentangan dari Amerika Serikat (AS).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/06/413/922422/afghanistan-siap-bebaskan-88-narapidana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/06/413/922422/afghanistan-siap-bebaskan-88-narapidana"/><item><title>Afghanistan Siap Bebaskan 88 Narapidana</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/06/413/922422/afghanistan-siap-bebaskan-88-narapidana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/06/413/922422/afghanistan-siap-bebaskan-88-narapidana</guid><pubDate>Senin 06 Januari 2014 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Andreas Gerry Tuwo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/06/413/922422/V3TQr16gNk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Afghanistan berjaga di penjara Bargam (Foto:Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/06/413/922422/V3TQr16gNk.jpg</image><title>Polisi Afghanistan berjaga di penjara Bargam (Foto:Reuters)</title></images><description>KABUL - Pemerintah Afghanistan berencana melepaskan sekira 88 narapidana. Rencana Afghanistan tersebut, segera mendapat tentangan dari Amerika Serikat (AS).AS beralasan, pelepasan ke 88 narapidana sangat berbahaya bagi kondisi keamanan Afghanistan. Mereka menghendaki tahanan tersebut tetap ditempatkan ke dalam tahanan.Narapidana yang akan dibebaskan sekarang berada di penjara Bagram Utara Kabul. AS belum lama ini, memutuskan untuk mengadakan pengawasan di penjara Bagram dan tindakan AS ini membuat ketegangan antar AS dan Afghanistan semakin meningkat.Presiden Afghanistan Hamid Karzai menjelaskan, mereka akan melakukan tinjauan mengenai penentangan AS terhadap narapidana yang akan dibebaskan. AS mempercayai, di antara para narapidana yang akan dibebaskan terdapat pelaku pembunuh militer AS di Afghanistan.Tetapi sepertinya, langkah AS untuk mempengaruhi Afghanistan akan sia-sia. Ini disebabkan pernyataan Kepala Peninjau Kebijakan Afghanistan Abdul Shakor Dadras bahwa tidak ada perintah untuk menahan para narapidana lebih lama.&quot;Dokumen yang kita lihat sejauh ini tidak ada alasan untuk menahan mereka (lebih lama), keputusan kita adalah untuk membebaskan para narapidana sesegera mungkin bila mereka tak lagi terlibat kasus kriminal,&quot; ujar Abdul, seperti dikutip Reuters, Senin (6/1/2014).Dari keterangan AS, sekira 40 persen tahanan yang akan dibebaskan terlibat dalam serangan yang mengakibatkan 57 warga sipil Afghanistan&amp;nbsp; dan pasukan keamanan, tewas ataupun terluka.Selain itu, AS menegaskan 30 persen lainnya terlibat dalam sejumlah serangan yang ditargetkan kepada 60 anggota Militer AS dan NATO yang bertugas di Afghanistan.</description><content:encoded>KABUL - Pemerintah Afghanistan berencana melepaskan sekira 88 narapidana. Rencana Afghanistan tersebut, segera mendapat tentangan dari Amerika Serikat (AS).AS beralasan, pelepasan ke 88 narapidana sangat berbahaya bagi kondisi keamanan Afghanistan. Mereka menghendaki tahanan tersebut tetap ditempatkan ke dalam tahanan.Narapidana yang akan dibebaskan sekarang berada di penjara Bagram Utara Kabul. AS belum lama ini, memutuskan untuk mengadakan pengawasan di penjara Bagram dan tindakan AS ini membuat ketegangan antar AS dan Afghanistan semakin meningkat.Presiden Afghanistan Hamid Karzai menjelaskan, mereka akan melakukan tinjauan mengenai penentangan AS terhadap narapidana yang akan dibebaskan. AS mempercayai, di antara para narapidana yang akan dibebaskan terdapat pelaku pembunuh militer AS di Afghanistan.Tetapi sepertinya, langkah AS untuk mempengaruhi Afghanistan akan sia-sia. Ini disebabkan pernyataan Kepala Peninjau Kebijakan Afghanistan Abdul Shakor Dadras bahwa tidak ada perintah untuk menahan para narapidana lebih lama.&quot;Dokumen yang kita lihat sejauh ini tidak ada alasan untuk menahan mereka (lebih lama), keputusan kita adalah untuk membebaskan para narapidana sesegera mungkin bila mereka tak lagi terlibat kasus kriminal,&quot; ujar Abdul, seperti dikutip Reuters, Senin (6/1/2014).Dari keterangan AS, sekira 40 persen tahanan yang akan dibebaskan terlibat dalam serangan yang mengakibatkan 57 warga sipil Afghanistan&amp;nbsp; dan pasukan keamanan, tewas ataupun terluka.Selain itu, AS menegaskan 30 persen lainnya terlibat dalam sejumlah serangan yang ditargetkan kepada 60 anggota Militer AS dan NATO yang bertugas di Afghanistan.</content:encoded></item></channel></rss>
