<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Jiwa Grhasia DIY Siap Tampung Caleg Stres</title><description>Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Yogyakarta, menyatakan siap menampung para caleg yang mengalami gangguan kejiwaan maupun masalah  pikiran akibat gagal menjadi anggota dewan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/13/510/925539/rs-jiwa-grhasia-diy-siap-tampung-caleg-stres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/13/510/925539/rs-jiwa-grhasia-diy-siap-tampung-caleg-stres"/><item><title>RS Jiwa Grhasia DIY Siap Tampung Caleg Stres</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/13/510/925539/rs-jiwa-grhasia-diy-siap-tampung-caleg-stres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/13/510/925539/rs-jiwa-grhasia-diy-siap-tampung-caleg-stres</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2014 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/13/510/925539/Ytia9GMsr2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RS Jiwa Grhasia, Yogyakarta (Foto: Prabowo/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/13/510/925539/Ytia9GMsr2.jpg</image><title>RS Jiwa Grhasia, Yogyakarta (Foto: Prabowo/okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Yogyakarta, menyatakan siap menampung para calon legislatif (caleg) yang mengalami gangguan kejiwaan maupun masalah pikiran akibat gagal menjadi anggota dewan dalam pemilihan legislatif pada 9 April.Meski demikian,tidak ada persiapan khusus yang akan dilakukan pihak rumah sakit yang berada di Jalan Kaliurang Km 17.5 Pakem, Sleman, DIY tersebut, karena sudah &amp;lsquo;biasa&amp;rsquo; menghadapi pasien yang terganggu akal sehatnya.Sekertaris RS Jiwa Grhasia, Indah Mawarni, menjelaskan, terdapat empat tipe ruangan yang khusus dipergunakan bagi pasien rawat inap yang mengalami gangguan jiwa, mulai dari ruang VIP sebanyak 20 kamar, sisanya sebanyak 238 terbagu dalam klas I, Klas II, dan Klas III.&amp;ldquo;Kalau persiapan khusus tidak ada, tapi kami siap menampung siapa saja pasien yang masuk, termasuk caleg yang terganggu pikiran atau stres karena gagal menjadi anggota dewan,&amp;rdquo; kata Indah ditemui okezone, Senin (12/1/2014).Dia menjelaskan, rumah sakit tersebut dibantu lima dokter spesialis jiwa, tiga dokter psikolog, satu dokter penyakit dalam, dan satu dokter saraf.Indah mengaku, pada 2009 lalu terdapat banyak pasien masuk pasca pemilihan umum legislatif. Tidak sedikit caleg-caleg yang gagal menjadi anggota dewan mengalami gangguan sehingga perlu penanganan dokter jiwa maupun psikolog.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ya kalau masuk data kita hanya secara umum, seperti nama dan alamat, serta bagaimana penanganannya, apakah perlu rawat inap atau cukup hanya rawat jalan saja. Kalau spesifik pasien dari caleg mana itu tidak ada data, kita hanya tau kalau pasien itu seorang caleg biasanya dari keluarganya,&amp;rdquo; tambahnya.Meski demikian, lanjutnya, pihak rumah sakit tidak akan membeberkan ke publik karena itu merupakan privasi dari keluarga pasien. Terkadang, keluarga caleg stres tersebut tidak ingin pasien yang mengalami masalah gangguan jiwa untuk diekspos media.&amp;ldquo;Kita enggak pernah memisah-misahkan atau menkapling-kapling pada pasien, caleg atau bukan caleg penanganannya sama, begitu juga metode penyembuhan yang dilakukan juga sama dengan pasien-pasien umum lainnya,&amp;rdquo; katanya.&amp;ldquo;Dulu pernah ada (caleg) dari Jawa Tengah sampai menginap karena kondisinya sudah parah. Setelah satu setengah bulan akhirnya sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan karena kondisinya sudah lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.Berkaca pada Pemilu 2009 lalu, banyak caleg yang mengalami guncangan jiwa atau stres di DIY. Untuk itu, pihak RS Jiwa Grhasia memberikan konsultasi psikologi pada seluruh caleg DIY. Konsultasi itu bertujuan supaya caleg yang gagal menjadi anggota dewan tidak larut dalam kesedihan atau stres.&amp;ldquo;Kita sudah berikan konsultasi psikologi pada caleg agar tidak mengalami stres jika nanti tidak terpilih menjadi anggota dewan,&amp;rdquo; imbuhnya.Konsultasi itu merupakan terapi bagi caleg yang akan bertarung dalam pemilu 9 April 2014 nanti. Pendampingan psikologi sendiri dilakukan di empat kabupaten (Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo) serta satu kota di Yogyakarta pada saat nama-nama caleg sudah masuk sebagai peserta pemilu.Memberi konsultasi itu disampaikan oleh ahli psikologi, ahli kejiwaan, ahli syaraf, serta tokoh masyarakat. Mereka menyampaikan agar semua caleg tidak ambisius karena jika nanti gagal, kecenderungan mengalami gangguan jiwa sangat tinggi. &amp;ldquo;Tahun politik ini rawan seseorang mengalami gangguan jiwa, apalagi bagi caleg,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Yogyakarta, menyatakan siap menampung para calon legislatif (caleg) yang mengalami gangguan kejiwaan maupun masalah pikiran akibat gagal menjadi anggota dewan dalam pemilihan legislatif pada 9 April.Meski demikian,tidak ada persiapan khusus yang akan dilakukan pihak rumah sakit yang berada di Jalan Kaliurang Km 17.5 Pakem, Sleman, DIY tersebut, karena sudah &amp;lsquo;biasa&amp;rsquo; menghadapi pasien yang terganggu akal sehatnya.Sekertaris RS Jiwa Grhasia, Indah Mawarni, menjelaskan, terdapat empat tipe ruangan yang khusus dipergunakan bagi pasien rawat inap yang mengalami gangguan jiwa, mulai dari ruang VIP sebanyak 20 kamar, sisanya sebanyak 238 terbagu dalam klas I, Klas II, dan Klas III.&amp;ldquo;Kalau persiapan khusus tidak ada, tapi kami siap menampung siapa saja pasien yang masuk, termasuk caleg yang terganggu pikiran atau stres karena gagal menjadi anggota dewan,&amp;rdquo; kata Indah ditemui okezone, Senin (12/1/2014).Dia menjelaskan, rumah sakit tersebut dibantu lima dokter spesialis jiwa, tiga dokter psikolog, satu dokter penyakit dalam, dan satu dokter saraf.Indah mengaku, pada 2009 lalu terdapat banyak pasien masuk pasca pemilihan umum legislatif. Tidak sedikit caleg-caleg yang gagal menjadi anggota dewan mengalami gangguan sehingga perlu penanganan dokter jiwa maupun psikolog.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ya kalau masuk data kita hanya secara umum, seperti nama dan alamat, serta bagaimana penanganannya, apakah perlu rawat inap atau cukup hanya rawat jalan saja. Kalau spesifik pasien dari caleg mana itu tidak ada data, kita hanya tau kalau pasien itu seorang caleg biasanya dari keluarganya,&amp;rdquo; tambahnya.Meski demikian, lanjutnya, pihak rumah sakit tidak akan membeberkan ke publik karena itu merupakan privasi dari keluarga pasien. Terkadang, keluarga caleg stres tersebut tidak ingin pasien yang mengalami masalah gangguan jiwa untuk diekspos media.&amp;ldquo;Kita enggak pernah memisah-misahkan atau menkapling-kapling pada pasien, caleg atau bukan caleg penanganannya sama, begitu juga metode penyembuhan yang dilakukan juga sama dengan pasien-pasien umum lainnya,&amp;rdquo; katanya.&amp;ldquo;Dulu pernah ada (caleg) dari Jawa Tengah sampai menginap karena kondisinya sudah parah. Setelah satu setengah bulan akhirnya sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan karena kondisinya sudah lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.Berkaca pada Pemilu 2009 lalu, banyak caleg yang mengalami guncangan jiwa atau stres di DIY. Untuk itu, pihak RS Jiwa Grhasia memberikan konsultasi psikologi pada seluruh caleg DIY. Konsultasi itu bertujuan supaya caleg yang gagal menjadi anggota dewan tidak larut dalam kesedihan atau stres.&amp;ldquo;Kita sudah berikan konsultasi psikologi pada caleg agar tidak mengalami stres jika nanti tidak terpilih menjadi anggota dewan,&amp;rdquo; imbuhnya.Konsultasi itu merupakan terapi bagi caleg yang akan bertarung dalam pemilu 9 April 2014 nanti. Pendampingan psikologi sendiri dilakukan di empat kabupaten (Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo) serta satu kota di Yogyakarta pada saat nama-nama caleg sudah masuk sebagai peserta pemilu.Memberi konsultasi itu disampaikan oleh ahli psikologi, ahli kejiwaan, ahli syaraf, serta tokoh masyarakat. Mereka menyampaikan agar semua caleg tidak ambisius karena jika nanti gagal, kecenderungan mengalami gangguan jiwa sangat tinggi. &amp;ldquo;Tahun politik ini rawan seseorang mengalami gangguan jiwa, apalagi bagi caleg,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
