<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tentara  Myanmar Perkosa 100 Perempuan</title><description>Aktivis perempuan menyebut militer Myanmar masih menggunakan pemerkosaan untuk meneror warga. LSM Liga Perempuan Burma mencatat, terjadi lebih dari 100 pemerkosaan yang dilakukan tentara Myanmar sejak 2010.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/14/411/926192/tentara-myanmar-perkosa-100-perempuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/14/411/926192/tentara-myanmar-perkosa-100-perempuan"/><item><title>Tentara  Myanmar Perkosa 100 Perempuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/14/411/926192/tentara-myanmar-perkosa-100-perempuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/14/411/926192/tentara-myanmar-perkosa-100-perempuan</guid><pubDate>Selasa 14 Januari 2014 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/14/411/926192/PCP1rbTOyJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan Myanmar (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/14/411/926192/PCP1rbTOyJ.jpg</image><title>Perempuan Myanmar (Foto: Reuters)</title></images><description>YANGON &amp;ndash; Aktivis perempuan menyebut militer Myanmar masih menggunakan pemerkosaan untuk meneror warga. LSM Liga Perempuan Burma mencatat, terjadi lebih dari 100 pemerkosaan yang dilakukan tentara Myanmar sejak 2010.
&amp;nbsp;
Data tersebut bertolak belakang dengan upaya Myanmar melakukan reformasi politik. Pada 2010, pemerintahan Myanmar berganti dari rezim junta militer menjadi demokratis.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Aksi pemerkosaan yang dilakukan tentara mengikuti sebuah pola. Hal itu menunjukkan pemerkosaaan memang dijadikan seperti senjata,&amp;rdquo; sebut laporan yang dikeluarkan Liga Perempuan Burma, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/1/2014).
&amp;nbsp;
LSM tersebut menambahkan, aksi pemerkosaan terjadi di 35 wilayah. Para aktivis khawatir fenomena tersebut tidak terungkap karena korban takut melapor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemerkosaan digunakan untuk menghancurkan moril kelompok etnis minoritas yang melakukan perlawanan,&amp;rdquo; lanjut laporan itu.</description><content:encoded>YANGON &amp;ndash; Aktivis perempuan menyebut militer Myanmar masih menggunakan pemerkosaan untuk meneror warga. LSM Liga Perempuan Burma mencatat, terjadi lebih dari 100 pemerkosaan yang dilakukan tentara Myanmar sejak 2010.
&amp;nbsp;
Data tersebut bertolak belakang dengan upaya Myanmar melakukan reformasi politik. Pada 2010, pemerintahan Myanmar berganti dari rezim junta militer menjadi demokratis.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Aksi pemerkosaan yang dilakukan tentara mengikuti sebuah pola. Hal itu menunjukkan pemerkosaaan memang dijadikan seperti senjata,&amp;rdquo; sebut laporan yang dikeluarkan Liga Perempuan Burma, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/1/2014).
&amp;nbsp;
LSM tersebut menambahkan, aksi pemerkosaan terjadi di 35 wilayah. Para aktivis khawatir fenomena tersebut tidak terungkap karena korban takut melapor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemerkosaan digunakan untuk menghancurkan moril kelompok etnis minoritas yang melakukan perlawanan,&amp;rdquo; lanjut laporan itu.</content:encoded></item></channel></rss>
