<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Khofifah Mulai Dibanjiri Pelayat</title><description>Puluhan pelayat memadati rumah Khofifah Indar Parawansa di Jalan  Jemursari VIII/24, Kota Surabaya, Jawa Timur. Karangan buka belasungkawa  atas meninggalnya suami Khofifah, Indar Parawasyah, berjejer di sekitar  rumah duka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/16/519/926986/rumah-khofifah-mulai-dibanjiri-pelayat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/01/16/519/926986/rumah-khofifah-mulai-dibanjiri-pelayat"/><item><title>Rumah Khofifah Mulai Dibanjiri Pelayat</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/01/16/519/926986/rumah-khofifah-mulai-dibanjiri-pelayat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/01/16/519/926986/rumah-khofifah-mulai-dibanjiri-pelayat</guid><pubDate>Kamis 16 Januari 2014 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/01/16/519/926986/uwLQpGS2xj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelayat padati rumah Khofifah di Surabaya (Nurul Arifin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/01/16/519/926986/uwLQpGS2xj.jpg</image><title>Pelayat padati rumah Khofifah di Surabaya (Nurul Arifin/Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Puluhan pelayat memadati rumah Khofifah Indar Parawansa di Jalan Jemursari VIII/24, Kota Surabaya, Jawa Timur. Karangan buka belasungkawa atas meninggalnya suami Khofifah, Indar Parawasyah, berjejer di sekitar rumah duka. Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, lantunan ayat suci Alquran dibacakan oleh keluarga dan pelayat. Sementara jenazah masih dalam perjalanan dari Palu, Sulawesi Tengah. Rencananya, almarhum akan dimakamkan sekira pukul 15.00 WIB. Menurut Khofifah, sebelum meninggal suaminya berpesan agar dimakamkan di Palu. Namun lantaran keluarga besar berada di Surabaya, maka pemakaman dipindah. &quot;Keluarga inti kan ada di Surabaya, maka akan dimakamkan di Surabaya hari ini,&quot; kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur itu, Kamis (16/1/2014).Ia menjelaskan, suaminya berada di Palu sejak lima tahun terakhir untuk menyelesaikan program sanitasi besutan Bank Dunia. &quot;Bapak ada program Bank Dunia sejak lima tahun lalu,&quot; tutupnya.Bahkan, almarhum sudah membeli tanah di Palu yang lokasinya tidak jauh dari pantai. Indar Parawansah meninggal di usia 54 tahun. Almarhum meninggalkan empat orang anak, yakni Fatimahsang Mannagalli Parawansa, Jalaluddin Mannagalli Parawansa, Yusuf Mannagalli Parawansa, dan Ali Mannagalli Parawansa.</description><content:encoded>SURABAYA - Puluhan pelayat memadati rumah Khofifah Indar Parawansa di Jalan Jemursari VIII/24, Kota Surabaya, Jawa Timur. Karangan buka belasungkawa atas meninggalnya suami Khofifah, Indar Parawasyah, berjejer di sekitar rumah duka. Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, lantunan ayat suci Alquran dibacakan oleh keluarga dan pelayat. Sementara jenazah masih dalam perjalanan dari Palu, Sulawesi Tengah. Rencananya, almarhum akan dimakamkan sekira pukul 15.00 WIB. Menurut Khofifah, sebelum meninggal suaminya berpesan agar dimakamkan di Palu. Namun lantaran keluarga besar berada di Surabaya, maka pemakaman dipindah. &quot;Keluarga inti kan ada di Surabaya, maka akan dimakamkan di Surabaya hari ini,&quot; kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur itu, Kamis (16/1/2014).Ia menjelaskan, suaminya berada di Palu sejak lima tahun terakhir untuk menyelesaikan program sanitasi besutan Bank Dunia. &quot;Bapak ada program Bank Dunia sejak lima tahun lalu,&quot; tutupnya.Bahkan, almarhum sudah membeli tanah di Palu yang lokasinya tidak jauh dari pantai. Indar Parawansah meninggal di usia 54 tahun. Almarhum meninggalkan empat orang anak, yakni Fatimahsang Mannagalli Parawansa, Jalaluddin Mannagalli Parawansa, Yusuf Mannagalli Parawansa, dan Ali Mannagalli Parawansa.</content:encoded></item></channel></rss>
