<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kades Cihuni Ngaku Tidak Tahu soal Pembongkaran Makam</title><description>Kepala Desa Cihuni, Madnasir mengaku tidak mengetahui pembongkaran dan pemindahan 93 makam di TPU Ciganten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/04/501/936082/kades-cihuni-ngaku-tidak-tahu-soal-pembongkaran-makam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/04/501/936082/kades-cihuni-ngaku-tidak-tahu-soal-pembongkaran-makam"/><item><title> Kades Cihuni Ngaku Tidak Tahu soal Pembongkaran Makam</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/04/501/936082/kades-cihuni-ngaku-tidak-tahu-soal-pembongkaran-makam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/04/501/936082/kades-cihuni-ngaku-tidak-tahu-soal-pembongkaran-makam</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2014 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Amba Dini Sekarningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/04/501/936082/5jscDc6myX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/04/501/936082/5jscDc6myX.jpg</image><title></title></images><description>TANGERANG- Kepala Desa Cihuni, Madnasir mengaku tidak mengetahui pembongkaran dan pemindahan 93 makam di TPU Ciganten.&amp;nbsp; &quot;Saya benar-benar enggak tahu soal itu,&quot; kata Madnasir, Selasa (4/2/2014).Dikatakan Madnasir, ia baru mengetahui, setelah berita pembongkaran mayat itu mencuat di media. &quot;Namanya TPU tanah wakaf, biasanya ahli waris kalau ngubur main ngubur, enggak lapor ke kita,&quot; ucapnya. Terkait adanya pemindahan, dia menegaskan sama sekali tidak tahu. Sementara itu, Kapolsek Pagedangan, AKP Murodih memastikan seluruh kerangka dari makam warga Cihuni yang dibongkar di TPU Cigaten sudah dimakamkan.&quot;Dari keterangan para pelaku yang mengaku suruhan ahli waris, ke 82 kerangka sudah dimakamkan dalam 25 makam di TPU Cihuni,&quot; katanya.Angka 82 ini kata Murodih berdasarkan keterangan tiga pelaku yang diamankan. &quot;Katanya ada 93, tapi data yang saya dapat berdasarkan hasil keterangan cuma 82 dan kesemuanya dimakamkan di TPU Cihuni dalam 25 makam,&quot; tegasnya.Jadi kata Murodih kerangka-kerangka yang sudah puluhan dan ratusan tahun itu dimakamkan dalam satu pusara di TPU. &quot;Ini keterangan para pelaku, saat ini terus kami dalami,&quot; kata dia.</description><content:encoded>TANGERANG- Kepala Desa Cihuni, Madnasir mengaku tidak mengetahui pembongkaran dan pemindahan 93 makam di TPU Ciganten.&amp;nbsp; &quot;Saya benar-benar enggak tahu soal itu,&quot; kata Madnasir, Selasa (4/2/2014).Dikatakan Madnasir, ia baru mengetahui, setelah berita pembongkaran mayat itu mencuat di media. &quot;Namanya TPU tanah wakaf, biasanya ahli waris kalau ngubur main ngubur, enggak lapor ke kita,&quot; ucapnya. Terkait adanya pemindahan, dia menegaskan sama sekali tidak tahu. Sementara itu, Kapolsek Pagedangan, AKP Murodih memastikan seluruh kerangka dari makam warga Cihuni yang dibongkar di TPU Cigaten sudah dimakamkan.&quot;Dari keterangan para pelaku yang mengaku suruhan ahli waris, ke 82 kerangka sudah dimakamkan dalam 25 makam di TPU Cihuni,&quot; katanya.Angka 82 ini kata Murodih berdasarkan keterangan tiga pelaku yang diamankan. &quot;Katanya ada 93, tapi data yang saya dapat berdasarkan hasil keterangan cuma 82 dan kesemuanya dimakamkan di TPU Cihuni dalam 25 makam,&quot; tegasnya.Jadi kata Murodih kerangka-kerangka yang sudah puluhan dan ratusan tahun itu dimakamkan dalam satu pusara di TPU. &quot;Ini keterangan para pelaku, saat ini terus kami dalami,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
