<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa FT Unismuh Kaji Pengelolaan Air Daerah Perkotaan</title><description>Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik (FT) Universitas  Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengkaji tentang pengelolaan air darah  perkotaan (urban water management).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/05/373/936629/mahasiswa-ft-unismuh-kaji-pengelolaan-air-daerah-perkotaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/05/373/936629/mahasiswa-ft-unismuh-kaji-pengelolaan-air-daerah-perkotaan"/><item><title>Mahasiswa FT Unismuh Kaji Pengelolaan Air Daerah Perkotaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/05/373/936629/mahasiswa-ft-unismuh-kaji-pengelolaan-air-daerah-perkotaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/05/373/936629/mahasiswa-ft-unismuh-kaji-pengelolaan-air-daerah-perkotaan</guid><pubDate>Rabu 05 Februari 2014 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/05/373/936629/1VSTl7CMKo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi banjir. (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/05/373/936629/1VSTl7CMKo.jpg</image><title>Ilustrasi banjir. (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengkaji tentang pengelolaan air darah perkotaan (urban water management).Ketua Umum HMS Basman pun menerangkan seminar nasional ketekniksipilan itu. Kegiatan ini dipandu oleh Muh. Ikbal yang diisi narasumber, yakni dari Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel H. Abd. Wahab, Wakil Rektor (WR IV) Abd. Rakhim Nanda sekaligus mantan Dekan Fakultas Teknik dan diikuti seluruh mahasiswa teknik sipil.&quot;Pengelolaan air harus tertata baik, khususnya pemerintah bisa merealisasikan ide-ide dari pihak akademisi untuk terhindar dari bencana seperti banjir,&quot; kata Rakhim, di Auditorium Al-Amien, Kampus Unismuh, Rabu (5/2/2014).Rakhim menegaskan, hanya kecerobohan saja yang akan mengakibatkan waduk, tanggul, dan bendungan seperti Bendungan Bili-bili akan hanyut atau runtuh karena sebuah konstruksi bangunan dilengkapi dengan analisis dari berbagai sisi.&quot;Drainase sistem resapan ke depan akan diterapkan di Unismuh sebagai ide yang cukup cemerlang hanya memang butuh waktu dan biaya dalam merealisasikannya,&quot; tutur Rakhim.Sementara H. Abd. Wahab dari Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel mengatakan, dalam penanganan banjir selain drainase diperbaiki, juga efek pemanasan global harus diperhatikan, terutama dari segi manajemen dan teknis pelaksanaan seperti diberlakukan di negara Belanda dan Bangladesh.</description><content:encoded>MAKASSAR - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengkaji tentang pengelolaan air darah perkotaan (urban water management).Ketua Umum HMS Basman pun menerangkan seminar nasional ketekniksipilan itu. Kegiatan ini dipandu oleh Muh. Ikbal yang diisi narasumber, yakni dari Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel H. Abd. Wahab, Wakil Rektor (WR IV) Abd. Rakhim Nanda sekaligus mantan Dekan Fakultas Teknik dan diikuti seluruh mahasiswa teknik sipil.&quot;Pengelolaan air harus tertata baik, khususnya pemerintah bisa merealisasikan ide-ide dari pihak akademisi untuk terhindar dari bencana seperti banjir,&quot; kata Rakhim, di Auditorium Al-Amien, Kampus Unismuh, Rabu (5/2/2014).Rakhim menegaskan, hanya kecerobohan saja yang akan mengakibatkan waduk, tanggul, dan bendungan seperti Bendungan Bili-bili akan hanyut atau runtuh karena sebuah konstruksi bangunan dilengkapi dengan analisis dari berbagai sisi.&quot;Drainase sistem resapan ke depan akan diterapkan di Unismuh sebagai ide yang cukup cemerlang hanya memang butuh waktu dan biaya dalam merealisasikannya,&quot; tutur Rakhim.Sementara H. Abd. Wahab dari Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel mengatakan, dalam penanganan banjir selain drainase diperbaiki, juga efek pemanasan global harus diperhatikan, terutama dari segi manajemen dan teknis pelaksanaan seperti diberlakukan di negara Belanda dan Bangladesh.</content:encoded></item></channel></rss>
