<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Galau Terbitlah Jomblo.com</title><description>Istilah dan status jomblo seringkali dianggap identik dengan sikap galau  dan perasaan menderita. Terlebih lagi hal ini sering menjadi sesuatu  yang menarik untuk menjadi bulan-bulanan di media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/06/373/937155/usai-galau-terbitlah-jomblo-com</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/06/373/937155/usai-galau-terbitlah-jomblo-com"/><item><title>Usai Galau Terbitlah Jomblo.com</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/06/373/937155/usai-galau-terbitlah-jomblo-com</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/06/373/937155/usai-galau-terbitlah-jomblo-com</guid><pubDate>Kamis 06 Februari 2014 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/06/373/937155/ObpD8KNjvE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendiri Jomblo.com. (Foto: Faisal Harahap/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/06/373/937155/ObpD8KNjvE.jpg</image><title>Pendiri Jomblo.com. (Foto: Faisal Harahap/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Istilah dan status jomblo seringkali dianggap identik dengan sikap galau dan perasaan menderita. Terlebih lagi hal ini sering menjadi sesuatu yang menarik untuk menjadi bulan-bulanan di media sosial.Hal seperti inilah yang memunculkan sebuah ide dari para penggagas Jomblo.com untuk menunjukkan bahwa menjadi seorang jomblo bukanlah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan perasaan menderita.Menjadi seorang jomblo adalah sesuatu yang bisa menjadi menyenangkan dan membuka kesempatan untuk mencari pengalaman positif dalam hidup.&quot;Saat ini siapa pun sudah bisa dengan mudah bergabung dengan Jomblo.com untuk menemukan teman, kegiatan dan komunitas baru yang sesuai dengan panggilan passion mereka masing-masing,&quot; ujar Founder Jomblo.com Darrick Rochili, dalam acara Media Launch Jomblo.com, di Anomali Coffee, Senopati, Jakarta, Kamis (6/2/2014).Sekadar informasi, Jomblo.com merupakan sebuah jejaring sosial karya anak bangsa Indonesia, untuk Indonesia. Selain sebagai jejaring sosial, Jomblo.com menawarkan fitur pencarian teman/sahabat/komunitas baru sesuai dengan minat/hobi/profil.Hal ini memungkinkan penggunanya untuk menemukan teman, kegiatan, dan komunitas baru yang sesuai dengan passion mereka.</description><content:encoded>JAKARTA - Istilah dan status jomblo seringkali dianggap identik dengan sikap galau dan perasaan menderita. Terlebih lagi hal ini sering menjadi sesuatu yang menarik untuk menjadi bulan-bulanan di media sosial.Hal seperti inilah yang memunculkan sebuah ide dari para penggagas Jomblo.com untuk menunjukkan bahwa menjadi seorang jomblo bukanlah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan perasaan menderita.Menjadi seorang jomblo adalah sesuatu yang bisa menjadi menyenangkan dan membuka kesempatan untuk mencari pengalaman positif dalam hidup.&quot;Saat ini siapa pun sudah bisa dengan mudah bergabung dengan Jomblo.com untuk menemukan teman, kegiatan dan komunitas baru yang sesuai dengan panggilan passion mereka masing-masing,&quot; ujar Founder Jomblo.com Darrick Rochili, dalam acara Media Launch Jomblo.com, di Anomali Coffee, Senopati, Jakarta, Kamis (6/2/2014).Sekadar informasi, Jomblo.com merupakan sebuah jejaring sosial karya anak bangsa Indonesia, untuk Indonesia. Selain sebagai jejaring sosial, Jomblo.com menawarkan fitur pencarian teman/sahabat/komunitas baru sesuai dengan minat/hobi/profil.Hal ini memungkinkan penggunanya untuk menemukan teman, kegiatan, dan komunitas baru yang sesuai dengan passion mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
