<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Valentine Day Mendistorsi Moral Anak Bangsa</title><description>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, tidak merayakan Valentine Day.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/13/526/940451/valentine-day-mendistorsi-moral-anak-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/13/526/940451/valentine-day-mendistorsi-moral-anak-bangsa"/><item><title>Valentine Day Mendistorsi Moral Anak Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/13/526/940451/valentine-day-mendistorsi-moral-anak-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/13/526/940451/valentine-day-mendistorsi-moral-anak-bangsa</guid><pubDate>Kamis 13 Februari 2014 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/13/526/940451/FFkxmOk7qN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Unjuk rasa menolak Valentine Day di Bandung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/13/526/940451/FFkxmOk7qN.jpg</image><title>Unjuk rasa menolak Valentine Day di Bandung (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, tidak merayakan Valentine Day.&amp;ldquo;Imbauan kami jelas, jangan merayakan Valentine. Itu budaya Barat yang tidak ada manfaat positifnya,&amp;rdquo; kata Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, di Kota Bandung, Kamis (13/2/2014).Valentine Day, kata dia, identik dengan pergaulan bebas. &amp;ldquo;Valentine justru mengandung unsur yang bisa merusak, mendistorsi moral anak bangsa,&amp;rdquo; ucapnya.Hal tersebut merujuk pada tradisi Valentine Day yang identik dengan seks pranikah. &amp;ldquo;Dengn motif saling mengekspresikan rasa sayang, ujung-ujungnya pergaulan (seks) bebas,&amp;rdquo; tuturnya.Rafani mengatakan, Valentine Day yang dirayakan di Indonesia menggambarkan betapa lemahnya ketahanan budaya bangsa.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ketika budaya luar masuk, ini nyaris menggusur kepribadian dan karakter masyarakat kita,&amp;rdquo; imbuhnya.Namun, ia menandaskan tidak semua budaya Barat negatif. Ada juga sisi positif yang bisa diambil, di antaranya pekerja keras dan cinta kebersihan. Itu sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam.&amp;ldquo;Ambil sisi positifnya. Tapi yang negatif jangan ditiru,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, tidak merayakan Valentine Day.&amp;ldquo;Imbauan kami jelas, jangan merayakan Valentine. Itu budaya Barat yang tidak ada manfaat positifnya,&amp;rdquo; kata Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, di Kota Bandung, Kamis (13/2/2014).Valentine Day, kata dia, identik dengan pergaulan bebas. &amp;ldquo;Valentine justru mengandung unsur yang bisa merusak, mendistorsi moral anak bangsa,&amp;rdquo; ucapnya.Hal tersebut merujuk pada tradisi Valentine Day yang identik dengan seks pranikah. &amp;ldquo;Dengn motif saling mengekspresikan rasa sayang, ujung-ujungnya pergaulan (seks) bebas,&amp;rdquo; tuturnya.Rafani mengatakan, Valentine Day yang dirayakan di Indonesia menggambarkan betapa lemahnya ketahanan budaya bangsa.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ketika budaya luar masuk, ini nyaris menggusur kepribadian dan karakter masyarakat kita,&amp;rdquo; imbuhnya.Namun, ia menandaskan tidak semua budaya Barat negatif. Ada juga sisi positif yang bisa diambil, di antaranya pekerja keras dan cinta kebersihan. Itu sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam.&amp;ldquo;Ambil sisi positifnya. Tapi yang negatif jangan ditiru,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
