<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KHN: Masyarakat Belum Percaya Hukum Indonesia</title><description>Ada beberapa indikasi yang menunjukkan ketidakpercayaan publik, seperti  perkembangan reformasi hukum yang belum rampung dan beberapa  undang-undang yang belum diputuskan di tahun politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/18/339/942652/khn-masyarakat-belum-percaya-hukum-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/18/339/942652/khn-masyarakat-belum-percaya-hukum-indonesia"/><item><title>KHN: Masyarakat Belum Percaya Hukum Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/18/339/942652/khn-masyarakat-belum-percaya-hukum-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/18/339/942652/khn-masyarakat-belum-percaya-hukum-indonesia</guid><pubDate>Selasa 18 Februari 2014 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Nina Suartika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/18/339/942652/6KXlepWXKQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/18/339/942652/6KXlepWXKQ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi Hukum Nasional (KHN), Mardjono Reksodiputro menyatakan masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan penegakan hukum di Indonesia. Dia khawatir hal itu akan mengganggu perkembangan hukum Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Melihat perkembangan hukum dalam tahun-tahun terakhir ini, banyak perdebatan-perdebatan yang terjadi mengerucut pada ketidakpercayaan hukum,&quot; kata Mardjono saat menjadi pembicara dalam dialog hukum bertajuk Nasib Penegak Hukum di Tahun Politik di Hotel Bidakara, Selasa (18/2/2014).
&amp;nbsp;
Menurut Mardjono, ada beberapa indikasi yang menunjukkan ketidakpercayaan publik, seperti perkembangan reformasi hukum yang belum rampung dan beberapa undang-undang yang belum diputuskan di tahun politik ini. &quot;Beberapa kasus besar juga masih ditentukan nasibnya di pengadilan,&quot; kata Mardjono.
&amp;nbsp;
Sementara itu, menurut Wakil Menteri Kementerian Hukum dan HAM, Denny Indrayana penegakan hukum di Indonesia justru mengalami perkembangan. Dia mencontoh dengan berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi.
&amp;nbsp;
&quot;Indeks demokrasi kita, dari waktu ke waktu Indonesia diakui secara akademik. Indonesia representasi negara demokratis. Bahkan negara-negara di Timur Tengah, beberapa tokoh mengatakan belajar hubungan Islam dan demokrasi di Indonesia,&quot; kata Denny.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi Hukum Nasional (KHN), Mardjono Reksodiputro menyatakan masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan penegakan hukum di Indonesia. Dia khawatir hal itu akan mengganggu perkembangan hukum Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Melihat perkembangan hukum dalam tahun-tahun terakhir ini, banyak perdebatan-perdebatan yang terjadi mengerucut pada ketidakpercayaan hukum,&quot; kata Mardjono saat menjadi pembicara dalam dialog hukum bertajuk Nasib Penegak Hukum di Tahun Politik di Hotel Bidakara, Selasa (18/2/2014).
&amp;nbsp;
Menurut Mardjono, ada beberapa indikasi yang menunjukkan ketidakpercayaan publik, seperti perkembangan reformasi hukum yang belum rampung dan beberapa undang-undang yang belum diputuskan di tahun politik ini. &quot;Beberapa kasus besar juga masih ditentukan nasibnya di pengadilan,&quot; kata Mardjono.
&amp;nbsp;
Sementara itu, menurut Wakil Menteri Kementerian Hukum dan HAM, Denny Indrayana penegakan hukum di Indonesia justru mengalami perkembangan. Dia mencontoh dengan berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi.
&amp;nbsp;
&quot;Indeks demokrasi kita, dari waktu ke waktu Indonesia diakui secara akademik. Indonesia representasi negara demokratis. Bahkan negara-negara di Timur Tengah, beberapa tokoh mengatakan belajar hubungan Islam dan demokrasi di Indonesia,&quot; kata Denny.</content:encoded></item></channel></rss>
