<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu Respons Permintaan Maaf Australia</title><description>Hubungan Indonesia dan Australia saat ini berada di titik nadir.  Sejumlah pelanggaran yang mengusik Indonesia dilakukan berulang kali  oleh Negeri Kanguru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/18/411/942949/menlu-respons-permintaan-maaf-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/18/411/942949/menlu-respons-permintaan-maaf-australia"/><item><title>Menlu Respons Permintaan Maaf Australia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/18/411/942949/menlu-respons-permintaan-maaf-australia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/18/411/942949/menlu-respons-permintaan-maaf-australia</guid><pubDate>Selasa 18 Februari 2014 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Andreas Gerry Tuwo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/18/411/942949/qfh7d4Fblv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Marty Natalegawa. (Foto: Andreas Gerry Tuwo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/18/411/942949/qfh7d4Fblv.jpg</image><title>Menlu Marty Natalegawa. (Foto: Andreas Gerry Tuwo/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Australia saat ini berada di titik nadir. Sejumlah pelanggaran yang mengusik Indonesia dilakukan berulang kali oleh Negeri Kanguru. Belum lama ini kapal perang Australia pun turut memperkeruh masalah. Mereka tertangkap basah berlayar di perairan Indonesia.Kejadian tersebut tak ayal mengusik kemarahan pihak Indonesia. Sadar dengan perilakunya itu, pihak Australia akhirnya meminta maaf.&quot;Ada permintaan maaf dari Australia tentang pelanggaran wilayah Indonesia,&quot; ujar Marty, di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/2/2014).Kendati sudah meminta maaf, Australia mengaku pelanggaran tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Marty pun merespons pernyataan Australia tersebut. &quot;Sengaja atau tidak, kan sudah terjadi. Yang terpenting ke depannya tidak terulang lagi,&quot; ucap Marty.Walaupun belum diketahui apa motifnya, belakangan ini Australia terlihat gemar mengusik hubungan baik dengan Indonesia. Apalagi usai terungkapnya masalah penyadapan.Negeri Kangguru malah terkesan lebih suka berulah dibanding mencoba memperbaiki hubungan. Masalah pelanggaran perairan dan kebijakan pencari suaka semakin memperumit hubungan dua negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Australia saat ini berada di titik nadir. Sejumlah pelanggaran yang mengusik Indonesia dilakukan berulang kali oleh Negeri Kanguru. Belum lama ini kapal perang Australia pun turut memperkeruh masalah. Mereka tertangkap basah berlayar di perairan Indonesia.Kejadian tersebut tak ayal mengusik kemarahan pihak Indonesia. Sadar dengan perilakunya itu, pihak Australia akhirnya meminta maaf.&quot;Ada permintaan maaf dari Australia tentang pelanggaran wilayah Indonesia,&quot; ujar Marty, di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/2/2014).Kendati sudah meminta maaf, Australia mengaku pelanggaran tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Marty pun merespons pernyataan Australia tersebut. &quot;Sengaja atau tidak, kan sudah terjadi. Yang terpenting ke depannya tidak terulang lagi,&quot; ucap Marty.Walaupun belum diketahui apa motifnya, belakangan ini Australia terlihat gemar mengusik hubungan baik dengan Indonesia. Apalagi usai terungkapnya masalah penyadapan.Negeri Kangguru malah terkesan lebih suka berulah dibanding mencoba memperbaiki hubungan. Masalah pelanggaran perairan dan kebijakan pencari suaka semakin memperumit hubungan dua negara.</content:encoded></item></channel></rss>
