<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saksi: Anggota Geng Amerika Kebal Bacok</title><description>Meski telah dibantah polisi, warga Jalan Raya Pasar Kecapi, RT 01/04,  Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, yakin pelaku penyerangan di  warnet D'Core Net adalah anggota Genk Amerika. Kepanjangan dari  Anak-Anak Merdeka Kalisari (Amerika).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/19/501/943608/saksi-anggota-geng-amerika-kebal-bacok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/19/501/943608/saksi-anggota-geng-amerika-kebal-bacok"/><item><title>Saksi: Anggota Geng Amerika Kebal Bacok</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/19/501/943608/saksi-anggota-geng-amerika-kebal-bacok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/19/501/943608/saksi-anggota-geng-amerika-kebal-bacok</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2014 23:47 WIB</pubDate><dc:creator>Djamhari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/19/501/943608/Y3bYpeBLOX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/19/501/943608/Y3bYpeBLOX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Meski telah dibantah polisi, warga Jalan Raya Pasar Kecapi, RT 01/04, Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, yakin pelaku penyerangan di warnet D'Core Net adalah anggota Genk Amerika. Kepanjangan dari Anak-Anak Merdeka Kalisari (Amerika). Menurut Suhendro Wibowo (33), saksi mata yang merupakan penjaga warnet D'Core Net, markas Geng ini berada di dekat SMP 179 Ciracas, Jakarta Timur. &amp;ldquo;Kami tahu dari (akun) Facebook,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (19/2/2014). Hendro juga mengaku sudah melacak anggota-anggota Geng tersebut di Facebook dan fotonya cocok dengan beberapa pelaku yang melakukan penyerangan di warnet tempatnya bekerja. Menurut Hendro, pada Minggu 16 Februari dini hari lalu sekira 30 anggota Geng Amerika mengeroyok dan memeras pengunjung warnet. Saat itu, kata Hendro, di warnet berlantai dua itu masih ada 20-an pengunjung. &quot;Kalau yang masuk warnet ada empat orang. Saya hafal benar dengan wajah pelaku perkiraan usianya masih di bawah umur,&quot; katanya. Mereka, lanjut Hendro, membawa senjata tajam dan mengancam akan melukai pengunjung. Salah satu dari mereka kemudian mengambil begitu saja telepon seluler milik Kiki (23) dan Yono bin Wagino (37) yang tengah bermain game di warnet itu lalu berjalan keluar warnet. &quot;Kami tadinya enggak mau melawan, tapi karena ada dua handphone yang diambil, kami keluar melawan mereka,&quot; kata Hendro. &amp;ldquo;Terus di luar ada teriak, &amp;lsquo;gue nih anggota Geng Amerika kebal dibacok,&quot; ujar Hendro menirukan sesumbar mereka. &quot;Benar juga, pas kita pukul pake golok enggak kenapa-kenapa. Tapi giliran kita pukul pakai bambu, jontor juga mulut dia keluar darah,&quot; kata Hendro. Hendro menambahkan, para pemuda tanggung itu datang menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor. Mobil bak terbukanya diparkir di dekat kandang ayam, sekira 500 meter dari warnet D'Core Net dan mereka berjalan kaki hingga ke warnet itu. Selain Yono, kata Hendro, para pelaku juga melukai seorang warga lainnya yang kebetulan melintas.Korban diketahui bernama Kusnadi alias Daming, &quot;Jadi sebelum mereka menyasar warnet kelompok ini memukuli orang di jalan. Korban disiram air keras,&quot; katanya. Motornya korban juga dirusak kelompok ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Meski telah dibantah polisi, warga Jalan Raya Pasar Kecapi, RT 01/04, Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi, yakin pelaku penyerangan di warnet D'Core Net adalah anggota Genk Amerika. Kepanjangan dari Anak-Anak Merdeka Kalisari (Amerika). Menurut Suhendro Wibowo (33), saksi mata yang merupakan penjaga warnet D'Core Net, markas Geng ini berada di dekat SMP 179 Ciracas, Jakarta Timur. &amp;ldquo;Kami tahu dari (akun) Facebook,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (19/2/2014). Hendro juga mengaku sudah melacak anggota-anggota Geng tersebut di Facebook dan fotonya cocok dengan beberapa pelaku yang melakukan penyerangan di warnet tempatnya bekerja. Menurut Hendro, pada Minggu 16 Februari dini hari lalu sekira 30 anggota Geng Amerika mengeroyok dan memeras pengunjung warnet. Saat itu, kata Hendro, di warnet berlantai dua itu masih ada 20-an pengunjung. &quot;Kalau yang masuk warnet ada empat orang. Saya hafal benar dengan wajah pelaku perkiraan usianya masih di bawah umur,&quot; katanya. Mereka, lanjut Hendro, membawa senjata tajam dan mengancam akan melukai pengunjung. Salah satu dari mereka kemudian mengambil begitu saja telepon seluler milik Kiki (23) dan Yono bin Wagino (37) yang tengah bermain game di warnet itu lalu berjalan keluar warnet. &quot;Kami tadinya enggak mau melawan, tapi karena ada dua handphone yang diambil, kami keluar melawan mereka,&quot; kata Hendro. &amp;ldquo;Terus di luar ada teriak, &amp;lsquo;gue nih anggota Geng Amerika kebal dibacok,&quot; ujar Hendro menirukan sesumbar mereka. &quot;Benar juga, pas kita pukul pake golok enggak kenapa-kenapa. Tapi giliran kita pukul pakai bambu, jontor juga mulut dia keluar darah,&quot; kata Hendro. Hendro menambahkan, para pemuda tanggung itu datang menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor. Mobil bak terbukanya diparkir di dekat kandang ayam, sekira 500 meter dari warnet D'Core Net dan mereka berjalan kaki hingga ke warnet itu. Selain Yono, kata Hendro, para pelaku juga melukai seorang warga lainnya yang kebetulan melintas.Korban diketahui bernama Kusnadi alias Daming, &quot;Jadi sebelum mereka menyasar warnet kelompok ini memukuli orang di jalan. Korban disiram air keras,&quot; katanya. Motornya korban juga dirusak kelompok ini.</content:encoded></item></channel></rss>
