<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemeran Video Porno Rata-Rata Bocah Berumur 11 Tahun</title><description>Setelah berhasil menangkap pengelola website (situs) pornografi yang melibatkan anak di bawah umur (child pornografi online), kini Tim Cyber Crime Mabes Polri tengah menyelidiki pembuatan video dengan format 3GP tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/25/339/946261/pemeran-video-porno-rata-rata-bocah-berumur-11-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/25/339/946261/pemeran-video-porno-rata-rata-bocah-berumur-11-tahun"/><item><title>Pemeran Video Porno Rata-Rata Bocah Berumur 11 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/25/339/946261/pemeran-video-porno-rata-rata-bocah-berumur-11-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/25/339/946261/pemeran-video-porno-rata-rata-bocah-berumur-11-tahun</guid><pubDate>Selasa 25 Februari 2014 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/25/339/946261/ozSue3hwWL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/25/339/946261/ozSue3hwWL.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setelah berhasil menangkap pengelola website (situs) pornografi yang melibatkan anak di bawah umur (child pornografi online), kini Tim Cyber Crime Mabes Polri tengah menyelidiki pembuatan video dengan format 3GP tersebut.&quot;Ingin kita mengidentifikasi target dan aktor atau pelaku dalam video tersebut. Apakah ini warga negara Indonesia atau bukan. Kemudian identitas mereka, apakah pelajar? Selanjutnya siapa yang mengadakan (pembuat) video ini,&quot; jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigjen Pol Arief Sulistyanto, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/2/2014).Kasubdit Cyber Crime Mabes Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo, mengatakan saat memeriksa isi dari 120 ribu video porno, pihaknya menemukan lebih dari 100 video yang diperankan oleh pelajar berseragam. &quot;Ada yang dilakukan di sekolah juga. Dari barang bukti digital yang ditemukan dari pelaku,&quot; tegas Rahmad.&quot;Ini umumnya menggunakan kamera handphone,&amp;lrm; karena file yang diapload berformat 3GP, yang kompitebel di handphone, jika&amp;lrm; didownload dengan komputer akan pecah, justru lebih jelas kalau handphone,&quot; sambungnya.Rahmad menegaskan, dalam video yang sudah diperiksa kerap ditemukan pemeran adalah seorang wanita yang masih berusia 11 tahun atau siswi SMP. &quot;Paling sering ditemukan 11 tahun. Kita perkirakan ini masih anak-anak semuanya,&quot; tuntasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah berhasil menangkap pengelola website (situs) pornografi yang melibatkan anak di bawah umur (child pornografi online), kini Tim Cyber Crime Mabes Polri tengah menyelidiki pembuatan video dengan format 3GP tersebut.&quot;Ingin kita mengidentifikasi target dan aktor atau pelaku dalam video tersebut. Apakah ini warga negara Indonesia atau bukan. Kemudian identitas mereka, apakah pelajar? Selanjutnya siapa yang mengadakan (pembuat) video ini,&quot; jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigjen Pol Arief Sulistyanto, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/2/2014).Kasubdit Cyber Crime Mabes Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo, mengatakan saat memeriksa isi dari 120 ribu video porno, pihaknya menemukan lebih dari 100 video yang diperankan oleh pelajar berseragam. &quot;Ada yang dilakukan di sekolah juga. Dari barang bukti digital yang ditemukan dari pelaku,&quot; tegas Rahmad.&quot;Ini umumnya menggunakan kamera handphone,&amp;lrm; karena file yang diapload berformat 3GP, yang kompitebel di handphone, jika&amp;lrm; didownload dengan komputer akan pecah, justru lebih jelas kalau handphone,&quot; sambungnya.Rahmad menegaskan, dalam video yang sudah diperiksa kerap ditemukan pemeran adalah seorang wanita yang masih berusia 11 tahun atau siswi SMP. &quot;Paling sering ditemukan 11 tahun. Kita perkirakan ini masih anak-anak semuanya,&quot; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
