<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Video Porno Aktor-Aktor Indonesia</title><description>Kasubdit Cyber Crime Mabes Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo mengatakan  pembuat dan pemeran video asusila yang dijual oleh pengelola situs  porno, Deden Martakusumah (28), merupakan warga negara Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/26/337/946914/pelaku-video-porno-aktor-aktor-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/26/337/946914/pelaku-video-porno-aktor-aktor-indonesia"/><item><title>Pelaku Video Porno Aktor-Aktor Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/26/337/946914/pelaku-video-porno-aktor-aktor-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/26/337/946914/pelaku-video-porno-aktor-aktor-indonesia</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2014 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/26/337/946914/MxxdHzRf5b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/26/337/946914/MxxdHzRf5b.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kasubdit Cyber Crime Mabes Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo mengatakan pembuat dan pemeran video asusila yang dijual oleh pengelola situs porno, Deden Martakusumah (28), merupakan warga negara Indonesia.&quot;Kami belum lihat semua, tapi 100 yang melibatkan anak-anak dan aktor-aktor dari Indonesia. Kami bisa mengidentifikasi dari lokasi, bahasa, wajah, dan pakaian. Itu dari Indonesia,&quot; ujar Rahmad kepada wartawan, Rabu (26/2/2014).Sementara mengenai cara pelaku mengelola situs porno yaitu dengan mengunggah ke website dan diperjualbelikan kepada masyarakat.&quot;Dari hasil barang bukti digital dari pelaku, kita masih melihat video porno dibuat orang-orang yang ada di video tersebut atau video kamera handphone. Kemudian di-upload ke website dan diunduh pelaku untuk diperjualbelikan,&quot; jelasnya.Rahmad menambahkan, dari penyidikan terlihat ada yang sengaja membuat video tersebut. Namun, ada juga yang tersembunyi. &quot;Ini di-upload oleh tersangka format 3gp dan kompatibel di HP sangat besar kemungkinan dengan harga murah itu pembelinya anak-anak,&quot; sambungnya.Dalam video tersebut, lanjut Rahmad, ada beberapa yang berlokasi di Indonesia. Bahkan, diketahui juga para pemerannya masih berstatus sebagai pelajar. &quot;Mereka masih menggunakan seragam sekolah, masih berusia belasan tahun, dan ada yang dilakukan di sekolah,&quot; tegasnya.Menurut Rahmad, tiga situs porno yakni no****.com, bo*****.com, dan sa****.com yang dikelola oleh pelaku sudah masuk kategori industri bisnis online seksual.&quot;Ini industri bisnis online seksual, menjualbelikan video porno dan memasang iklan di website untuk mentransfer sejumlah uang. Berkisar Rp30 ribu sampai Rp800 ribu untuk yang ultimate,&quot; tuntasnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Kasubdit Cyber Crime Mabes Polri Kombes Pol Rahmad Wibowo mengatakan pembuat dan pemeran video asusila yang dijual oleh pengelola situs porno, Deden Martakusumah (28), merupakan warga negara Indonesia.&quot;Kami belum lihat semua, tapi 100 yang melibatkan anak-anak dan aktor-aktor dari Indonesia. Kami bisa mengidentifikasi dari lokasi, bahasa, wajah, dan pakaian. Itu dari Indonesia,&quot; ujar Rahmad kepada wartawan, Rabu (26/2/2014).Sementara mengenai cara pelaku mengelola situs porno yaitu dengan mengunggah ke website dan diperjualbelikan kepada masyarakat.&quot;Dari hasil barang bukti digital dari pelaku, kita masih melihat video porno dibuat orang-orang yang ada di video tersebut atau video kamera handphone. Kemudian di-upload ke website dan diunduh pelaku untuk diperjualbelikan,&quot; jelasnya.Rahmad menambahkan, dari penyidikan terlihat ada yang sengaja membuat video tersebut. Namun, ada juga yang tersembunyi. &quot;Ini di-upload oleh tersangka format 3gp dan kompatibel di HP sangat besar kemungkinan dengan harga murah itu pembelinya anak-anak,&quot; sambungnya.Dalam video tersebut, lanjut Rahmad, ada beberapa yang berlokasi di Indonesia. Bahkan, diketahui juga para pemerannya masih berstatus sebagai pelajar. &quot;Mereka masih menggunakan seragam sekolah, masih berusia belasan tahun, dan ada yang dilakukan di sekolah,&quot; tegasnya.Menurut Rahmad, tiga situs porno yakni no****.com, bo*****.com, dan sa****.com yang dikelola oleh pelaku sudah masuk kategori industri bisnis online seksual.&quot;Ini industri bisnis online seksual, menjualbelikan video porno dan memasang iklan di website untuk mentransfer sejumlah uang. Berkisar Rp30 ribu sampai Rp800 ribu untuk yang ultimate,&quot; tuntasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
