<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Harus Bongkar Jaringan Pengelola Situs Porno di Bandung</title><description>Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka  Sirait, mengaku prihatin dengan kembali terungkapnya praktik penyebaran  video porno yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/28/339/947819/polri-harus-bongkar-jaringan-pengelola-situs-porno-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/02/28/339/947819/polri-harus-bongkar-jaringan-pengelola-situs-porno-di-bandung"/><item><title>Polri Harus Bongkar Jaringan Pengelola Situs Porno di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/02/28/339/947819/polri-harus-bongkar-jaringan-pengelola-situs-porno-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/02/28/339/947819/polri-harus-bongkar-jaringan-pengelola-situs-porno-di-bandung</guid><pubDate>Jum'at 28 Februari 2014 05:54 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/28/339/947819/qkYZVk6SEJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mesum</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/28/339/947819/qkYZVk6SEJ.jpg</image><title>Ilustrasi mesum</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengaku prihatin dengan kembali terungkapnya praktik penyebaran video porno yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.Untuk itu, dia dan Komnas PA akan mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut, terlebih bila pelaku merupakan bagian dari jaringan atau sindikat.&quot;Tentu kita prihatin dengan itu. Kita akan terus mendorong membongkar kasus itu agar tidak merusak anak-anak yang bakal menjadi penerus bangsa,&quot; kata Arist kepada Okezone, Kamis (27/2/2014) malam.Arist menuturkan, Mabes Polri tidak boleh lamban dalam menuntaskan kasus ini dan harus bergerak cepat dalam membongkarnya agar tidak terus berkelanjutan.&quot;Untuk orangtua, juga harus betul-betul memberikan perhatian pada perkembangan anak-anaknya karena sekarang sangat mudah untuk mengakses situs porno,&quot; tandasnya.Atau, cara yang paling mudah bisa dilakukan orangtua adalah dengan membatasinya dalam penggunaan gadget dan memberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan.Sebelumnya, Mabes Polri berhasil mengungkap pengelola situs internet yang memuat ratusan ribu video porno yang sebagian diperankan oleh anak berusia SMP dan SMA. Seorang pengelolanya, Deden Martakusumah berhasil ditangkap di Cicendong, Bandung, Jawa Barat.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengaku prihatin dengan kembali terungkapnya praktik penyebaran video porno yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.Untuk itu, dia dan Komnas PA akan mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut, terlebih bila pelaku merupakan bagian dari jaringan atau sindikat.&quot;Tentu kita prihatin dengan itu. Kita akan terus mendorong membongkar kasus itu agar tidak merusak anak-anak yang bakal menjadi penerus bangsa,&quot; kata Arist kepada Okezone, Kamis (27/2/2014) malam.Arist menuturkan, Mabes Polri tidak boleh lamban dalam menuntaskan kasus ini dan harus bergerak cepat dalam membongkarnya agar tidak terus berkelanjutan.&quot;Untuk orangtua, juga harus betul-betul memberikan perhatian pada perkembangan anak-anaknya karena sekarang sangat mudah untuk mengakses situs porno,&quot; tandasnya.Atau, cara yang paling mudah bisa dilakukan orangtua adalah dengan membatasinya dalam penggunaan gadget dan memberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan.Sebelumnya, Mabes Polri berhasil mengungkap pengelola situs internet yang memuat ratusan ribu video porno yang sebagian diperankan oleh anak berusia SMP dan SMA. Seorang pengelolanya, Deden Martakusumah berhasil ditangkap di Cicendong, Bandung, Jawa Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
