<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok: Indonesia Setelah Reformasi di Ambang Bahaya</title><description>Masyarakat banyak yang menggugat pondasi Indonesia yang sudah disepakati pada 1945.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/339/948638/ahok-indonesia-setelah-reformasi-di-ambang-bahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/01/339/948638/ahok-indonesia-setelah-reformasi-di-ambang-bahaya"/><item><title>Ahok: Indonesia Setelah Reformasi di Ambang Bahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/339/948638/ahok-indonesia-setelah-reformasi-di-ambang-bahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/01/339/948638/ahok-indonesia-setelah-reformasi-di-ambang-bahaya</guid><pubDate>Sabtu 01 Maret 2014 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/01/339/948638/PTYnEl3z8R.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/01/339/948638/PTYnEl3z8R.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan Indonesia paska reformasi 1998 berada di ambang bahaya. Ahok, sapaan akrabnya, menyatakan sentimen primordialisme di Indonesia begitu kental setelah reformasi bergulir.
&amp;nbsp;
Menurut Ahok, masyarakat banyak menggugat pondasi Indonesia yang sudah disepakati pada 1945. Sebagai contoh, kata Ahok, dulu awal Indonesia merdeka, mayoritaas muslim ikhlas menghilangkan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi sekarang, PBB mengkampanyekan akan memperjuangkan tujuh kata itu. Bahaya bangsa ini ada di pondasi,&quot; kata Ahok di&amp;nbsp; diskusi bertema Reformis Hibrida, Reformis Horizontal di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2014).
&amp;nbsp;
Tujuh kata yang dimaksud Ahok ada di Piagam Jakarta. Padahal, kata Ahok, masyarakat Indonesia begitu beragam.
&amp;nbsp;
Dia berkisah soal Presiden pertama, Soekarno, yang dengan berani memutuskan memilih menghentikan pembangunan Masjid Istiqlal dan tetap melanjutkan pembangunan Monas dengan alasan keterbatasan biaya.
&amp;nbsp;
&quot;Karena, pembangunan Istiglal akan tetap berjalan karena bakal disokong umat muslim. Sementara, Monas tidak mungkin,&quot; ujar Ahok menambahkan.
&amp;nbsp;
Ahok berkisah bangga bisa menjadi bagian Pemerintah DKI Jakarta. &quot;Saya bersyukur, mungkin saya ditakdirkan untuk menjadi bagian yang bisa menentukan NKRI,&quot; ujar Ahok.</description><content:encoded>JAKARTA- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan Indonesia paska reformasi 1998 berada di ambang bahaya. Ahok, sapaan akrabnya, menyatakan sentimen primordialisme di Indonesia begitu kental setelah reformasi bergulir.
&amp;nbsp;
Menurut Ahok, masyarakat banyak menggugat pondasi Indonesia yang sudah disepakati pada 1945. Sebagai contoh, kata Ahok, dulu awal Indonesia merdeka, mayoritaas muslim ikhlas menghilangkan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila.
&amp;nbsp;
&quot;Tapi sekarang, PBB mengkampanyekan akan memperjuangkan tujuh kata itu. Bahaya bangsa ini ada di pondasi,&quot; kata Ahok di&amp;nbsp; diskusi bertema Reformis Hibrida, Reformis Horizontal di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2014).
&amp;nbsp;
Tujuh kata yang dimaksud Ahok ada di Piagam Jakarta. Padahal, kata Ahok, masyarakat Indonesia begitu beragam.
&amp;nbsp;
Dia berkisah soal Presiden pertama, Soekarno, yang dengan berani memutuskan memilih menghentikan pembangunan Masjid Istiqlal dan tetap melanjutkan pembangunan Monas dengan alasan keterbatasan biaya.
&amp;nbsp;
&quot;Karena, pembangunan Istiglal akan tetap berjalan karena bakal disokong umat muslim. Sementara, Monas tidak mungkin,&quot; ujar Ahok menambahkan.
&amp;nbsp;
Ahok berkisah bangga bisa menjadi bagian Pemerintah DKI Jakarta. &quot;Saya bersyukur, mungkin saya ditakdirkan untuk menjadi bagian yang bisa menentukan NKRI,&quot; ujar Ahok.</content:encoded></item></channel></rss>
