<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati pun Tak Mampu Bendung Sikap Risma</title><description>PDI Perjuangan Jawa Timur mengaku sudah maksimal untuk menyeleseikan  polemik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, PDIP menyayangkan  sikap Wali Kota perempuan ini yang tidak hadir ketika Komisi II DPR RI  berusaha memfasilitasi untuk menyeleseikan polemik tersebut.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/519/948419/megawati-pun-tak-mampu-bendung-sikap-risma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/01/519/948419/megawati-pun-tak-mampu-bendung-sikap-risma"/><item><title>Megawati pun Tak Mampu Bendung Sikap Risma</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/519/948419/megawati-pun-tak-mampu-bendung-sikap-risma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/01/519/948419/megawati-pun-tak-mampu-bendung-sikap-risma</guid><pubDate>Sabtu 01 Maret 2014 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/01/519/948419/L7umkl5qGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/01/519/948419/L7umkl5qGq.jpg</image><title>Dokumentasi Okezone</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; PDI Perjuangan Jawa Timur mengaku sudah maksimal untuk menyeleseikan polemik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, PDIP menyayangkan sikap Wali Kota perempuan ini yang tidak hadir ketika Komisi II DPR RI berusaha memfasilitasi untuk menyeleseikan polemik tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, mengaku partainya sudah berusaha maksimal untuk menyeleseikan polemik ini. Terlebih lagi, partai berlambang banteng moncong putih ini sebagai partai pengusung.
&amp;nbsp;
&quot;Ketika diselesaikan secara internal sudah clear. Tapi di luar Risma masih berkoar-koar sehingga pada bulan November 2013 ketum (Megawati Seokarno Putri)  menugasi 6 orang pengurus DPP PDIP untuk menemui Risma dan Whisnu dan hasilnya pun selesai secara internal, &quot; ujar Kusnadi, Jumat (28/2/2014).
&amp;nbsp;
Rupanya, Risma yang mempersoalkan pelantikkan Wisnu Sakti Buana sebagai Wakil Walikota juga tak kunjung selesai. Hingga, pada bulan Desember lalu Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mendatangi Risma dan Whisnu.  Bahkan Megawati seminggu lalu memanggil keduanya dan diyakini sudah selesai secara internal.
&amp;nbsp;
&quot;Rupanya setelah pertemuan itu, Risma kembali menyoal sehingga partai tidak lagi tahu maksud dan tujuan Risma yang terus mempersoalkan polemik pelantikkan Wawali itu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Polemik ini pun kemudian menggelinding hingga ke DPR RI yang mencoba memfasilitasi dengan pertemuan bersama antara Gubernur Jawa Timur, Mendagri, Komisi II. Celakanya, saat pertemuan itu, Mantan Kepala Bappeko Surabaya tidak datang.
&amp;nbsp;
&quot;Semua pihak sudah berusaha mengikuti tapi dia (Risma) justru seenaknya sendiri. Harusnya sebagai pemimpin bisa bersikap arif dan bijak bukan menuntut kemauannya sendiri,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; PDI Perjuangan Jawa Timur mengaku sudah maksimal untuk menyeleseikan polemik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan, PDIP menyayangkan sikap Wali Kota perempuan ini yang tidak hadir ketika Komisi II DPR RI berusaha memfasilitasi untuk menyeleseikan polemik tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi, mengaku partainya sudah berusaha maksimal untuk menyeleseikan polemik ini. Terlebih lagi, partai berlambang banteng moncong putih ini sebagai partai pengusung.
&amp;nbsp;
&quot;Ketika diselesaikan secara internal sudah clear. Tapi di luar Risma masih berkoar-koar sehingga pada bulan November 2013 ketum (Megawati Seokarno Putri)  menugasi 6 orang pengurus DPP PDIP untuk menemui Risma dan Whisnu dan hasilnya pun selesai secara internal, &quot; ujar Kusnadi, Jumat (28/2/2014).
&amp;nbsp;
Rupanya, Risma yang mempersoalkan pelantikkan Wisnu Sakti Buana sebagai Wakil Walikota juga tak kunjung selesai. Hingga, pada bulan Desember lalu Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mendatangi Risma dan Whisnu.  Bahkan Megawati seminggu lalu memanggil keduanya dan diyakini sudah selesai secara internal.
&amp;nbsp;
&quot;Rupanya setelah pertemuan itu, Risma kembali menyoal sehingga partai tidak lagi tahu maksud dan tujuan Risma yang terus mempersoalkan polemik pelantikkan Wawali itu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Polemik ini pun kemudian menggelinding hingga ke DPR RI yang mencoba memfasilitasi dengan pertemuan bersama antara Gubernur Jawa Timur, Mendagri, Komisi II. Celakanya, saat pertemuan itu, Mantan Kepala Bappeko Surabaya tidak datang.
&amp;nbsp;
&quot;Semua pihak sudah berusaha mengikuti tapi dia (Risma) justru seenaknya sendiri. Harusnya sebagai pemimpin bisa bersikap arif dan bijak bukan menuntut kemauannya sendiri,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
