<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indomaret &amp; Alfamart Diboikot di Banyuwangi</title><description>Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, mengeluarkan  kebijakan anti-Alfamart dan anti-Indomaret di wilayah yang sekarang dia  pimpin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/521/948642/indomaret-alfamart-diboikot-di-banyuwangi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/01/521/948642/indomaret-alfamart-diboikot-di-banyuwangi"/><item><title>Indomaret &amp; Alfamart Diboikot di Banyuwangi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/01/521/948642/indomaret-alfamart-diboikot-di-banyuwangi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/01/521/948642/indomaret-alfamart-diboikot-di-banyuwangi</guid><pubDate>Sabtu 01 Maret 2014 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/01/521/948642/YGlJe0n2GN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abdullah Azwar Anas (ketiga kanan) menyampaikan pandangannya pada diskusi &quot;Reformis Hibrida - Reformis Horizontal&quot; di Jakarta. (Foto Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/01/521/948642/YGlJe0n2GN.jpg</image><title>Abdullah Azwar Anas (ketiga kanan) menyampaikan pandangannya pada diskusi &quot;Reformis Hibrida - Reformis Horizontal&quot; di Jakarta. (Foto Antara)</title></images><description>JAKARTA - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, mengeluarkan kebijakan anti-Alfamart dan anti-Indomaret di wilayah yang sekarang dia pimpin. Azwar sudah tiga tahun menjadi Bupati Banyuwangi, Jawa Timur.
&amp;nbsp;
&quot;Banyuwangi tidak ada Alfamart dan Indomart. Tidak saya izinkan ada mal di tengah kota. Di kecamatan Genteng saya izinkan bangun mal,&quot; kata Anas di diskusi bertema Reformis Hibrida, Reformis Horizontal di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2014).
&amp;nbsp;
Selain itu, Anas mengklaim berhasil membawa Banyuwangi melakukan renegosiasi kontrak tambang emas dari hanya keuntungan dua persen menjadi 10 persen. &quot;Emas di Banyuwangi mendapat golden sell 10 persen dari 2 persen. Ini terjadi untuk pertama kali. 3 tahun kemiskinan 20 persen menjadi 9 persen,&quot; ujar Anas menambahkan.
&amp;nbsp;
Bahkan, Azwar mengaku siap menghadapi Asean Free Trade Area (AFTA) 2015. Azwar mengatakan sudah membekali petani Banyuwangi agar mendaftarkan hak kekayaan intelektual mereka ke pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Saya memberi kesempatan masyarakat yang hampir kebanyakan adalah petani agar mendaftarkan diri hak kekayaan intelektualnya. Karena banyak di antara petani ini memiliki ide cemerlang, hanya saja mereka tidak memiliki pendidikan,&quot; ungkap Anas.</description><content:encoded>JAKARTA - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, mengeluarkan kebijakan anti-Alfamart dan anti-Indomaret di wilayah yang sekarang dia pimpin. Azwar sudah tiga tahun menjadi Bupati Banyuwangi, Jawa Timur.
&amp;nbsp;
&quot;Banyuwangi tidak ada Alfamart dan Indomart. Tidak saya izinkan ada mal di tengah kota. Di kecamatan Genteng saya izinkan bangun mal,&quot; kata Anas di diskusi bertema Reformis Hibrida, Reformis Horizontal di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2014).
&amp;nbsp;
Selain itu, Anas mengklaim berhasil membawa Banyuwangi melakukan renegosiasi kontrak tambang emas dari hanya keuntungan dua persen menjadi 10 persen. &quot;Emas di Banyuwangi mendapat golden sell 10 persen dari 2 persen. Ini terjadi untuk pertama kali. 3 tahun kemiskinan 20 persen menjadi 9 persen,&quot; ujar Anas menambahkan.
&amp;nbsp;
Bahkan, Azwar mengaku siap menghadapi Asean Free Trade Area (AFTA) 2015. Azwar mengatakan sudah membekali petani Banyuwangi agar mendaftarkan hak kekayaan intelektual mereka ke pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Saya memberi kesempatan masyarakat yang hampir kebanyakan adalah petani agar mendaftarkan diri hak kekayaan intelektualnya. Karena banyak di antara petani ini memiliki ide cemerlang, hanya saja mereka tidak memiliki pendidikan,&quot; ungkap Anas.</content:encoded></item></channel></rss>
