<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hukum adalah Panglima, Siapa Salah Harus Dihukum!</title><description>Masalah hak asasi manusia (HAM), terorisme, korupsi, penegakan hukum,  dan narkoba bisa ditekan jumlahnya jika saja hukum itu benar-benar  ditegakkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/05/337/950579/hukum-adalah-panglima-siapa-salah-harus-dihukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/05/337/950579/hukum-adalah-panglima-siapa-salah-harus-dihukum"/><item><title>Hukum adalah Panglima, Siapa Salah Harus Dihukum!</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/05/337/950579/hukum-adalah-panglima-siapa-salah-harus-dihukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/05/337/950579/hukum-adalah-panglima-siapa-salah-harus-dihukum</guid><pubDate>Rabu 05 Maret 2014 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/05/337/950579/hneFFE8ICu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pramono Edhie Wibowo (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/05/337/950579/hneFFE8ICu.jpg</image><title>Pramono Edhie Wibowo (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masalah hak asasi manusia (HAM), terorisme, korupsi, penegakan hukum, dan narkoba bisa ditekan jumlahnya jika saja hukum itu benar-benar ditegakkan. Pemberian hukuman juga diharapkan tidak seperti mata pisau yang hanya tajam di bagian bawahnya.&quot;Hukum harus adil, kepastian hukum harus diwujudkan. Hukum adalah panglima. Siapa yang benar, harus dibela. Siapa yang salah, harus dihukum,&quot; tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), â€ªPramono Edhie Wibowo, Rabu (5/4/2014).Pramono menyatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik, dan kondusif terkait penanganan masalah HAM. &quot;Harus dimengerti betul kriteria pelanggaran HAM, baru kemudian diambil tegas kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap sebagai pelanggaran HAM,&quot; terangnya. Apa yang sudah terjadi, lanjutnya, tidak boleh terulang. Sehingga bangsa harus terus bergerak maju untuk menjadi lebih baik.Pencegahan dan hukuman yang seberat-beratnya kata dia, harus diberikan kepada koruptor dan melibatkan rakyat Indonesia. &quot;Sistem sudah cukup lengkap, pemimpin harus memberikan contoh dengan menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,&quot; tegasnya.Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa rakyat harus bisa turut serta memberantas korupsi dengan memilih pemimpin yang baik. &quot;Pilih pejabat yang bersih, pelajari rekam jejaknya. Hakekat seorang pemimpin adalah seorang yang memimpin dengan berani mengambil risiko, harus berani. Kalau dia tidak berani, bukan pemimpin namanya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Masalah hak asasi manusia (HAM), terorisme, korupsi, penegakan hukum, dan narkoba bisa ditekan jumlahnya jika saja hukum itu benar-benar ditegakkan. Pemberian hukuman juga diharapkan tidak seperti mata pisau yang hanya tajam di bagian bawahnya.&quot;Hukum harus adil, kepastian hukum harus diwujudkan. Hukum adalah panglima. Siapa yang benar, harus dibela. Siapa yang salah, harus dihukum,&quot; tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), â€ªPramono Edhie Wibowo, Rabu (5/4/2014).Pramono menyatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik, dan kondusif terkait penanganan masalah HAM. &quot;Harus dimengerti betul kriteria pelanggaran HAM, baru kemudian diambil tegas kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap sebagai pelanggaran HAM,&quot; terangnya. Apa yang sudah terjadi, lanjutnya, tidak boleh terulang. Sehingga bangsa harus terus bergerak maju untuk menjadi lebih baik.Pencegahan dan hukuman yang seberat-beratnya kata dia, harus diberikan kepada koruptor dan melibatkan rakyat Indonesia. &quot;Sistem sudah cukup lengkap, pemimpin harus memberikan contoh dengan menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,&quot; tegasnya.Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa rakyat harus bisa turut serta memberantas korupsi dengan memilih pemimpin yang baik. &quot;Pilih pejabat yang bersih, pelajari rekam jejaknya. Hakekat seorang pemimpin adalah seorang yang memimpin dengan berani mengambil risiko, harus berani. Kalau dia tidak berani, bukan pemimpin namanya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
