<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Tarakan Bantah Telantarkan Bocah 10 Tahun Sampai Meninggal</title><description>Rumah Sakit Tarakan membantah telah menelantarkan Andre Safa Gunawan,  bocah berusia 10 tahun yang meninggal karena penyakit radang  tenggorokan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/10/500/952762/rs-tarakan-bantah-telantarkan-bocah-10-tahun-sampai-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/10/500/952762/rs-tarakan-bantah-telantarkan-bocah-10-tahun-sampai-meninggal"/><item><title>RS Tarakan Bantah Telantarkan Bocah 10 Tahun Sampai Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/10/500/952762/rs-tarakan-bantah-telantarkan-bocah-10-tahun-sampai-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/10/500/952762/rs-tarakan-bantah-telantarkan-bocah-10-tahun-sampai-meninggal</guid><pubDate>Senin 10 Maret 2014 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/10/500/952762/eb13dJz6NC.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/10/500/952762/eb13dJz6NC.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Rumah Sakit Tarakan membantah telah menelantarkan Andre Safa Gunawan, bocah berusia 10 tahun yang meninggal karena penyakit radang tenggorokan.&quot;Kami tidak pernah menelantarkan pasien tersebut, saya sudah cek, dan sudah ditangani,&quot; kata Direktur Utama RSUD Tarakan, dr Kusmedi Priharto saat berbincang dengan okezone, Senin (10/3/2014).Kusmedi menuturkan, berdasarkan CCTV RS Tarakan, pasien bernama Andre Safa datang bersama ayahnya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Tarakan, Sabtu (8/3). &quot;Anak tersebut terlihat berjalan, kondisinya stabil, dan diperiksa oleh dokter IGD. Berdasarkan pemeriksaan, dan diperiksa mulutnya, memang terlihat ada warna merah di tonsil-nya, dan disarankan untuk diperiksa ke poliklinik THT,&quot; kata Kusmedi.Dikatakan Kusmedi, dia juga telah memanggil dokter yang menangani Andre Safa. &quot;Dia disuruh ke poliklinik, tapi menurut dokter poliklinik tidak ada nama pasien tersebut. Kemungkinan dia tidak mendaftar ke poliklinik. Jadi kami tidak melempar-lempar,&quot; katanya.Dikatakan Kusmedi, setiap hari Sabtu memang poliklinik dibuka hingga pukul 14.00 WIB, namun pendaftarannya ditutup pukul 12.00 WIB. &quot;Jadi pasien tersebut, kemungkinan bertemu satpam dan disarankan untuk kembali lagi untuk berobat hari Senin,&quot; katanya.Kusmedi juga mengaku kaget dengan pemberitaan tentang kematian pasien itu. &quot;Saya juga heran, karena berdasarkan CCTV anak tersebut berjalan normal, dan tiba-tiba bisa meninggal, yang jelas kami tidak melempar-lempar pasien tersebut,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA- Rumah Sakit Tarakan membantah telah menelantarkan Andre Safa Gunawan, bocah berusia 10 tahun yang meninggal karena penyakit radang tenggorokan.&quot;Kami tidak pernah menelantarkan pasien tersebut, saya sudah cek, dan sudah ditangani,&quot; kata Direktur Utama RSUD Tarakan, dr Kusmedi Priharto saat berbincang dengan okezone, Senin (10/3/2014).Kusmedi menuturkan, berdasarkan CCTV RS Tarakan, pasien bernama Andre Safa datang bersama ayahnya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Tarakan, Sabtu (8/3). &quot;Anak tersebut terlihat berjalan, kondisinya stabil, dan diperiksa oleh dokter IGD. Berdasarkan pemeriksaan, dan diperiksa mulutnya, memang terlihat ada warna merah di tonsil-nya, dan disarankan untuk diperiksa ke poliklinik THT,&quot; kata Kusmedi.Dikatakan Kusmedi, dia juga telah memanggil dokter yang menangani Andre Safa. &quot;Dia disuruh ke poliklinik, tapi menurut dokter poliklinik tidak ada nama pasien tersebut. Kemungkinan dia tidak mendaftar ke poliklinik. Jadi kami tidak melempar-lempar,&quot; katanya.Dikatakan Kusmedi, setiap hari Sabtu memang poliklinik dibuka hingga pukul 14.00 WIB, namun pendaftarannya ditutup pukul 12.00 WIB. &quot;Jadi pasien tersebut, kemungkinan bertemu satpam dan disarankan untuk kembali lagi untuk berobat hari Senin,&quot; katanya.Kusmedi juga mengaku kaget dengan pemberitaan tentang kematian pasien itu. &quot;Saya juga heran, karena berdasarkan CCTV anak tersebut berjalan normal, dan tiba-tiba bisa meninggal, yang jelas kami tidak melempar-lempar pasien tersebut,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
