<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>18 Pelajar SMK 3 Yogyakarta Alami Kesurupan Massal</title><description>Sebanyak 18 pelajar SMK Negeri 3&amp;nbsp; Kota Yogyakarta mengalami kesurupan  massal. Satu per satu para pelajar berteriak histeris saat mengikuti  upacara bendera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/10/510/952905/18-pelajar-smk-3-yogyakarta-alami-kesurupan-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/10/510/952905/18-pelajar-smk-3-yogyakarta-alami-kesurupan-massal"/><item><title>18 Pelajar SMK 3 Yogyakarta Alami Kesurupan Massal</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/10/510/952905/18-pelajar-smk-3-yogyakarta-alami-kesurupan-massal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/10/510/952905/18-pelajar-smk-3-yogyakarta-alami-kesurupan-massal</guid><pubDate>Senin 10 Maret 2014 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/10/510/952905/MGoBKQchVb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesurupan massal siswi SMK Jetis, Yogyakarta (Foto: Prabowo/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/10/510/952905/MGoBKQchVb.jpg</image><title>Kesurupan massal siswi SMK Jetis, Yogyakarta (Foto: Prabowo/okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA - Sebanyak 18 pelajar SMK Negeri 3&amp;nbsp; Kota Yogyakarta mengalami kesurupan massal. Satu per satu para pelajar berteriak histeris saat mengikuti upacara bendera.Sempat terjadi kepanikan saat peristiwa terjadi. Mereka dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah, ruang kelas,&amp;nbsp; dan musala yang ada di lingkungan sekolah Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (10/3/2014).Untuk mencegah kesurupan massal lebih besar lagi, siswa diminta melantunkan kalam Illahi. Pihak sekolah langsung memberi kelonggaran bagi seluruh siswa untuk pulang.&quot;Tak ada jam pelajaran hari ini, semua siswa siswi belajar di rumah,&quot; kata Wiharto, Guru Agama Islam, kepada wartawan.Peristiwa ini merupakan kali kedua. Insiden sebelumnya pada Sabtu 8 Maret malam. Saat itu ada 10 pelajar yang kesurupan saat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tersebut. &quot;Kemarin juga kita suruh pulang agar tidak terjadi pada siswa lain,&quot; bebernya. Wiharto mengaku belum tau sampai kapan kegiatan sekolah ditiadakan. Kebanyakan siswa yang mengalami kesurupan dari kalangan perempuan. &quot;Kebanyakan perempuan, soal besok belum tau sudah masuk atau belum, yang jelas hari ini belajar di rumah dulu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Sebanyak 18 pelajar SMK Negeri 3&amp;nbsp; Kota Yogyakarta mengalami kesurupan massal. Satu per satu para pelajar berteriak histeris saat mengikuti upacara bendera.Sempat terjadi kepanikan saat peristiwa terjadi. Mereka dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah, ruang kelas,&amp;nbsp; dan musala yang ada di lingkungan sekolah Jetis, Kota Yogyakarta, Senin (10/3/2014).Untuk mencegah kesurupan massal lebih besar lagi, siswa diminta melantunkan kalam Illahi. Pihak sekolah langsung memberi kelonggaran bagi seluruh siswa untuk pulang.&quot;Tak ada jam pelajaran hari ini, semua siswa siswi belajar di rumah,&quot; kata Wiharto, Guru Agama Islam, kepada wartawan.Peristiwa ini merupakan kali kedua. Insiden sebelumnya pada Sabtu 8 Maret malam. Saat itu ada 10 pelajar yang kesurupan saat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tersebut. &quot;Kemarin juga kita suruh pulang agar tidak terjadi pada siswa lain,&quot; bebernya. Wiharto mengaku belum tau sampai kapan kegiatan sekolah ditiadakan. Kebanyakan siswa yang mengalami kesurupan dari kalangan perempuan. &quot;Kebanyakan perempuan, soal besok belum tau sudah masuk atau belum, yang jelas hari ini belajar di rumah dulu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
