<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Kembali Tangkap Pembunuh Ayung di Menteng</title><description>Polisi kembali menangkap salah satu pelaku pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/12/500/953829/polisi-kembali-tangkap-pembunuh-ayung-di-menteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/12/500/953829/polisi-kembali-tangkap-pembunuh-ayung-di-menteng"/><item><title>Polisi Kembali Tangkap Pembunuh Ayung di Menteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/12/500/953829/polisi-kembali-tangkap-pembunuh-ayung-di-menteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/12/500/953829/polisi-kembali-tangkap-pembunuh-ayung-di-menteng</guid><pubDate>Rabu 12 Maret 2014 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/12/500/953829/R3ESWVJoZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi banjir</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/12/500/953829/R3ESWVJoZO.jpg</image><title>Ilustrasi banjir</title></images><description>JAKARTA - Polisi kembali menangkap salah satu pelaku pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, Taufik Hidayat alias Taufik Marbun di Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat, Senin Kemarin (10/3/2014). &quot;Pada hari senin, Jatanras kembali menangkap salah satu pelaku pembunuh Ayung, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat,&quot; kata Kabid Humas, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto. Kepada Wartawan di Balai Pertemuan Polda Metro, Rabu (12/3/2014). Rikwanto menjelaskan, Marbun mempunyai peran saat aksi pembunuhan tersebut, hanya membukakan pintu. &quot;Beliau berperan sebagai orang yang membukakan pintu saat kejadian tersebut,&quot; tutupnya. Seperti diketahui, Ayung tewas diduga karena ditusuk oleh penagih utang (debt collector) di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012 lalu. Tiga tersangka, yakni Chandra Kei, Ancola Kei, dan Tulce, datang ke Polda Metro Jaya dan mengaku sebagai pembunuh Ayung.&amp;nbsp;Polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yakni Deni Res dan Kupra. Polisi juga melakukan pengembangan hingga akhirnya mendapatkan tersangka lainnya yaitu John Kei.&amp;nbsp;Kepada penyidik, para tersangka mengaku membunuh korban lantaran uang fee jasa penagihan utang sebesar Rp600 juta yang belum dibayarkan oleh korban.</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi kembali menangkap salah satu pelaku pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, Taufik Hidayat alias Taufik Marbun di Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat, Senin Kemarin (10/3/2014). &quot;Pada hari senin, Jatanras kembali menangkap salah satu pelaku pembunuh Ayung, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat,&quot; kata Kabid Humas, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto. Kepada Wartawan di Balai Pertemuan Polda Metro, Rabu (12/3/2014). Rikwanto menjelaskan, Marbun mempunyai peran saat aksi pembunuhan tersebut, hanya membukakan pintu. &quot;Beliau berperan sebagai orang yang membukakan pintu saat kejadian tersebut,&quot; tutupnya. Seperti diketahui, Ayung tewas diduga karena ditusuk oleh penagih utang (debt collector) di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012 lalu. Tiga tersangka, yakni Chandra Kei, Ancola Kei, dan Tulce, datang ke Polda Metro Jaya dan mengaku sebagai pembunuh Ayung.&amp;nbsp;Polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yakni Deni Res dan Kupra. Polisi juga melakukan pengembangan hingga akhirnya mendapatkan tersangka lainnya yaitu John Kei.&amp;nbsp;Kepada penyidik, para tersangka mengaku membunuh korban lantaran uang fee jasa penagihan utang sebesar Rp600 juta yang belum dibayarkan oleh korban.</content:encoded></item></channel></rss>
