<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pendaki Merapi Menurun Paska Hujan Abu</title><description>Jumlah pendaki ke puncak Merapi pada malam hari libur atau Sabtu (8/3)  mencapai sekitar 40 hingga 50 orang. Mereka datang dari berbagai daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/13/510/954290/jumlah-pendaki-merapi-menurun-paska-hujan-abu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/13/510/954290/jumlah-pendaki-merapi-menurun-paska-hujan-abu"/><item><title>Jumlah Pendaki Merapi Menurun Paska Hujan Abu</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/13/510/954290/jumlah-pendaki-merapi-menurun-paska-hujan-abu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/13/510/954290/jumlah-pendaki-merapi-menurun-paska-hujan-abu</guid><pubDate>Kamis 13 Maret 2014 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/13/510/954290/smjZRHsd8G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/13/510/954290/smjZRHsd8G.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>BOYOLALI - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui pintu pendakian di Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menurun pascahujan abu vulkanik.
&amp;nbsp;
&quot;Jumlah pendaki sejak terjadinya embusan abu vulkanik Gunung Merapi, Senin (10/3) hingga Kamis, sepi atau hampir tidak ada pecinta alam melakukan pendakian ke puncak,&quot; kata Koordinator Posko SAR Barameru jalur pendakian Merapi Samsuri, di Plalangan, Boyolali, Kamis.
&amp;nbsp;
Menurut Samsuri, jumlah pendaki ke puncak Merapi pada malam hari libur atau Sabtu (8/3) mencapai sekitar 40 hingga 50 orang. Mereka datang dari berbagai daerah antara lain Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Bahkan, ada 10 orang pendaki dari luar negeri melakukan pendakian pada Minggu (9/3) malam. Merapi saat terjadi embusan abu vulkanik di puncak, rombongan pendaki itu, posisi sedang tengah perjalanan turun.
&amp;nbsp;
&quot;Pendaki dari warga asing itu, justru meminta kembali ke puncak untuk melihat langsung. Namun, warga yang menjadi penunjuk pendakian yang mendampingi turis itu, ketakutan mengajak mereka turun,&quot; kata Samsuri.
&amp;nbsp;
Menurut dia, sebelum peristiwa embusan abu vulkanik Merapi memang diawali getaran-getaran kecil. Setelah itu, Merapi mengembuskan asab warna hitam ke atas.
&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia, kondisi di puncak Merapi kemudian beransur-ansur mengeluarkan asab berwarna putih. Kondisi mengeluarkan asab putih itu, normal.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, pihaknya juga sudah mengimbau kepada pendaki sebelum melakukan pendakian tidak sampai ke puncak. Mereka posisinya hanya sampai di Pasar Bubar.
&amp;nbsp;
&quot;Jarak Pasar Bubar dari base camp New Selo Plalangan, sekitar 2,5 kilometer. Jika Pasar Bubar menuju puncak jaraknya sekitar satu kilometer atau perjalanan sekitar satu jam,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pihak mengimbau para pendaki tetap waspada menjaga keselamatan jiwa saat mendakian. Jika terjadi kabut tebal dengan jarak pandang kurang dari satu meter, pendaki diminta berhenti dan jangan berpencar dari temannya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, di kawasan puncak sering turun hujan dan kadang-kadang terjadi angin kencang atau cuaca cukup ekstrim.
&amp;nbsp;
Pendaki harus ekstra hati-hati, jika kondisi cuaca sudah terang mereka bisa melanjutkan perjalanan. Pendaki jangan lupa membawa perlengakapan seperti jas hujan, jaket tebal, tenda, dan bekal secukupnya.</description><content:encoded>BOYOLALI - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui pintu pendakian di Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menurun pascahujan abu vulkanik.
&amp;nbsp;
&quot;Jumlah pendaki sejak terjadinya embusan abu vulkanik Gunung Merapi, Senin (10/3) hingga Kamis, sepi atau hampir tidak ada pecinta alam melakukan pendakian ke puncak,&quot; kata Koordinator Posko SAR Barameru jalur pendakian Merapi Samsuri, di Plalangan, Boyolali, Kamis.
&amp;nbsp;
Menurut Samsuri, jumlah pendaki ke puncak Merapi pada malam hari libur atau Sabtu (8/3) mencapai sekitar 40 hingga 50 orang. Mereka datang dari berbagai daerah antara lain Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Bahkan, ada 10 orang pendaki dari luar negeri melakukan pendakian pada Minggu (9/3) malam. Merapi saat terjadi embusan abu vulkanik di puncak, rombongan pendaki itu, posisi sedang tengah perjalanan turun.
&amp;nbsp;
&quot;Pendaki dari warga asing itu, justru meminta kembali ke puncak untuk melihat langsung. Namun, warga yang menjadi penunjuk pendakian yang mendampingi turis itu, ketakutan mengajak mereka turun,&quot; kata Samsuri.
&amp;nbsp;
Menurut dia, sebelum peristiwa embusan abu vulkanik Merapi memang diawali getaran-getaran kecil. Setelah itu, Merapi mengembuskan asab warna hitam ke atas.
&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia, kondisi di puncak Merapi kemudian beransur-ansur mengeluarkan asab berwarna putih. Kondisi mengeluarkan asab putih itu, normal.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, pihaknya juga sudah mengimbau kepada pendaki sebelum melakukan pendakian tidak sampai ke puncak. Mereka posisinya hanya sampai di Pasar Bubar.
&amp;nbsp;
&quot;Jarak Pasar Bubar dari base camp New Selo Plalangan, sekitar 2,5 kilometer. Jika Pasar Bubar menuju puncak jaraknya sekitar satu kilometer atau perjalanan sekitar satu jam,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pihak mengimbau para pendaki tetap waspada menjaga keselamatan jiwa saat mendakian. Jika terjadi kabut tebal dengan jarak pandang kurang dari satu meter, pendaki diminta berhenti dan jangan berpencar dari temannya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, di kawasan puncak sering turun hujan dan kadang-kadang terjadi angin kencang atau cuaca cukup ekstrim.
&amp;nbsp;
Pendaki harus ekstra hati-hati, jika kondisi cuaca sudah terang mereka bisa melanjutkan perjalanan. Pendaki jangan lupa membawa perlengakapan seperti jas hujan, jaket tebal, tenda, dan bekal secukupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
