<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Warga Riau untuk Memancing Hujan</title><description>Upaya water bombing dan modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan tiga hari terakhir karena ketebalan asap mengganggu jarak pandang penerbangan. Warga Riau pun punya cara lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/14/340/954948/ini-cara-warga-riau-untuk-memancing-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/14/340/954948/ini-cara-warga-riau-untuk-memancing-hujan"/><item><title>Ini Cara Warga Riau untuk Memancing Hujan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/14/340/954948/ini-cara-warga-riau-untuk-memancing-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/14/340/954948/ini-cara-warga-riau-untuk-memancing-hujan</guid><pubDate>Jum'at 14 Maret 2014 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Del Fadillah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/14/340/954948/8MaHFk3rce.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabut asap di Riau (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/14/340/954948/8MaHFk3rce.jpg</image><title>Kabut asap di Riau (Foto: Okezone)</title></images><description>PEKANBARU - Warga Kota Pekanbaru, Riau, ramai-ramai menebar garam di ember yang berisi air dan melemparkannya ke atap rumah. Hal itu dilakukan untuk agar hujan turun di daerah mereka.Warga meyakini cara tersebut bisa membantu membuat hujan buatan. Pesawat Cassa yang biasa melakukan modifikasi cuaca dengan cara menebar garam tidak bisa terbang karena jarak pandang sangat minim.Berdasarkan pantauan, Jumat (14/3/2014) pagi, aktivitas menebar air garam ke atap rumah dilakukan di berbagai lokasi di Pekanbaru, salah satunya di Jalan Nilam, Pasar Pusat.Seorang warga Jalan Nilam, Nasrul, bersama keluarganya, tampak meletakkan beberapa ember berisi air  dan di depan rumah. Ember-ember tersebut lalu diisi dengan garam lalu dilemparkan ke atap rumah.Menurut Nasrul, air bercampur garam itu dapat merangsan proses kimia yang bisa memancing datangnya awan pembawa hujan dari Samudera Hindia ke Pekanbaru. Meski tidak yakin cara tersebut efektif, Nasrul menandaskan, setidaknya ia dan keluarga sudah berbuat untuk bisa mengatasi kabut asap.Sejak tiga hari terakhir, tim Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan tidak bisa menyemai garam ke udara karena tebalnya kabut asap. Upaya water bombing menggunakan helikopter pun tidak bisa dilakukan karena alasan yang sama.</description><content:encoded>PEKANBARU - Warga Kota Pekanbaru, Riau, ramai-ramai menebar garam di ember yang berisi air dan melemparkannya ke atap rumah. Hal itu dilakukan untuk agar hujan turun di daerah mereka.Warga meyakini cara tersebut bisa membantu membuat hujan buatan. Pesawat Cassa yang biasa melakukan modifikasi cuaca dengan cara menebar garam tidak bisa terbang karena jarak pandang sangat minim.Berdasarkan pantauan, Jumat (14/3/2014) pagi, aktivitas menebar air garam ke atap rumah dilakukan di berbagai lokasi di Pekanbaru, salah satunya di Jalan Nilam, Pasar Pusat.Seorang warga Jalan Nilam, Nasrul, bersama keluarganya, tampak meletakkan beberapa ember berisi air  dan di depan rumah. Ember-ember tersebut lalu diisi dengan garam lalu dilemparkan ke atap rumah.Menurut Nasrul, air bercampur garam itu dapat merangsan proses kimia yang bisa memancing datangnya awan pembawa hujan dari Samudera Hindia ke Pekanbaru. Meski tidak yakin cara tersebut efektif, Nasrul menandaskan, setidaknya ia dan keluarga sudah berbuat untuk bisa mengatasi kabut asap.Sejak tiga hari terakhir, tim Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan tidak bisa menyemai garam ke udara karena tebalnya kabut asap. Upaya water bombing menggunakan helikopter pun tidak bisa dilakukan karena alasan yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
