<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Habibie Yakin Pesawat MH370 Meledak di Udara   </title><description>Pakar dirgantara Indonesia BJ Habibie meyakini pesawat Malaysia Airlines MH-370 meledak di udara di atas ketinggian 10 kilometer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/20/337/958159/habibie-yakin-pesawat-mh370-meledak-di-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/20/337/958159/habibie-yakin-pesawat-mh370-meledak-di-udara"/><item><title>Habibie Yakin Pesawat MH370 Meledak di Udara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/20/337/958159/habibie-yakin-pesawat-mh370-meledak-di-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/20/337/958159/habibie-yakin-pesawat-mh370-meledak-di-udara</guid><pubDate>Kamis 20 Maret 2014 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/20/337/958159/MeFCB0NmKA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/20/337/958159/MeFCB0NmKA.jpg</image><title>Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Reuters)</title></images><description>  Normal 0     false false false  EN-AU X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA - Pakar dirgantara Indonesia BJ Habibie meyakini pesawat Malaysia Airlines MH-370 meledak di udara di atas ketinggian 10 kilometer.
&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bahwa pesawat yang dicari itu tidak akan ditemukan, karena pesawat terbang itu meledak berkeping-keping di atas ketinggian 10 kilometer,&quot; kata BJ Habibie di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
&amp;nbsp;
Dia memprediksi ledakan itu disebabkan kebocoran tanki bahan bakar yang ada di sayap pesawat. Namun, tambah dia, penyebab utama ledakan dapat diketahui dari kotam hitam (black box) pesawat tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Saya tidak bisa katakan apakah disebabkan dari sayap atau mesin pesawat karena kasihan pada pihak yang membuat komponen tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Habibie memperkirakan pilot tidak sempat menyampaikan terjadinya ketidakberesan dalam pesawat tersebut karena dalam waktu singkat harus mencari lapangan terdekat untuk mendaratkan pesawat.
&amp;nbsp;
&quot;Namun dia (pilot) baru melihat deteksi pada monitor lalu meledak. Mungkin karena itu, pilot tidak sempat mengontak dan tidak sempat melaporkan kondisi 'SOS',&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Habibie menilai kalau spekulasi pesawat berubah arah kemungkinan besar pilot melihat pada &quot;board glass&quot; ada informasi mengenai sesuatu yang tidak beres di pesawat.
&amp;nbsp;
Namun, kata dia, apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut bisa diketahui dari kotak hitam, sehingga harus ditemukan terlebih dahulu.
&amp;nbsp;
Menurut Habibie, apabila analisanya benar yaitu meledak di udara maka keping pesawat akan terlempar ke berbagai arah.
&amp;nbsp;
&quot;Apabila pesawat itu meledak di ketinggian 10 kilometer maka berkeping-keping dan terlempar tidak satu arah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pesawat Malaysia Airlines pada Sabtu (8/3) dikabarkan menghilang saat terbang dari Malaysia menuju Beijing, China. Dalam perkembangannya banyak spekulasi yang bermunculan.
&amp;nbsp;
Pemerintah Malaysia dalam perkembangannya meyakini pesawat tersebut dibajak dengan mempertimbangkan beberapa indikator. Pemerintah Malaysia menilai ada tindakan sengaja dalam pesawat itu mematikan transponder.
&amp;nbsp;
Ada dua kemungkinan pesawat itu mengakhiri penerbangannya, pertama di koridor utara yaitu di wilayah Kazakhstan dan Turkmenistan. Kedua kemungkinan di koridor selatan yaitu sekitar perairan Samudra Hindia dan Indonesia.
&amp;nbsp;
Sejauh ini sudah ada 14 negara yang ikut terlibat dalam pencarian pesawat tersebut.
&amp;nbsp;
Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro pada Rabu (19/3) menegaskan radar militer Indonesia yang ditempatkan di Sabang, NAD, tidak mendeteksi ada pesawat MH-370 yang melintasi wilayah Indonesia.
                                                                                                                                            

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

</description><content:encoded>  Normal 0     false false false  EN-AU X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
JAKARTA - Pakar dirgantara Indonesia BJ Habibie meyakini pesawat Malaysia Airlines MH-370 meledak di udara di atas ketinggian 10 kilometer.
&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bahwa pesawat yang dicari itu tidak akan ditemukan, karena pesawat terbang itu meledak berkeping-keping di atas ketinggian 10 kilometer,&quot; kata BJ Habibie di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
&amp;nbsp;
Dia memprediksi ledakan itu disebabkan kebocoran tanki bahan bakar yang ada di sayap pesawat. Namun, tambah dia, penyebab utama ledakan dapat diketahui dari kotam hitam (black box) pesawat tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Saya tidak bisa katakan apakah disebabkan dari sayap atau mesin pesawat karena kasihan pada pihak yang membuat komponen tersebut,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Habibie memperkirakan pilot tidak sempat menyampaikan terjadinya ketidakberesan dalam pesawat tersebut karena dalam waktu singkat harus mencari lapangan terdekat untuk mendaratkan pesawat.
&amp;nbsp;
&quot;Namun dia (pilot) baru melihat deteksi pada monitor lalu meledak. Mungkin karena itu, pilot tidak sempat mengontak dan tidak sempat melaporkan kondisi 'SOS',&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Habibie menilai kalau spekulasi pesawat berubah arah kemungkinan besar pilot melihat pada &quot;board glass&quot; ada informasi mengenai sesuatu yang tidak beres di pesawat.
&amp;nbsp;
Namun, kata dia, apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut bisa diketahui dari kotak hitam, sehingga harus ditemukan terlebih dahulu.
&amp;nbsp;
Menurut Habibie, apabila analisanya benar yaitu meledak di udara maka keping pesawat akan terlempar ke berbagai arah.
&amp;nbsp;
&quot;Apabila pesawat itu meledak di ketinggian 10 kilometer maka berkeping-keping dan terlempar tidak satu arah,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Pesawat Malaysia Airlines pada Sabtu (8/3) dikabarkan menghilang saat terbang dari Malaysia menuju Beijing, China. Dalam perkembangannya banyak spekulasi yang bermunculan.
&amp;nbsp;
Pemerintah Malaysia dalam perkembangannya meyakini pesawat tersebut dibajak dengan mempertimbangkan beberapa indikator. Pemerintah Malaysia menilai ada tindakan sengaja dalam pesawat itu mematikan transponder.
&amp;nbsp;
Ada dua kemungkinan pesawat itu mengakhiri penerbangannya, pertama di koridor utara yaitu di wilayah Kazakhstan dan Turkmenistan. Kedua kemungkinan di koridor selatan yaitu sekitar perairan Samudra Hindia dan Indonesia.
&amp;nbsp;
Sejauh ini sudah ada 14 negara yang ikut terlibat dalam pencarian pesawat tersebut.
&amp;nbsp;
Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro pada Rabu (19/3) menegaskan radar militer Indonesia yang ditempatkan di Sabang, NAD, tidak mendeteksi ada pesawat MH-370 yang melintasi wilayah Indonesia.
                                                                                                                                            

 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

</content:encoded></item></channel></rss>
