<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Jember Siap Pakai, Pesawat Wiranto Mendarat Mulus</title><description>Pihak maskapai Garuda Indonesia diperkirakan menunda beroperasi di Bandara Notohadinegoro pada 1 April 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/20/521/958280/bandara-jember-siap-pakai-pesawat-wiranto-mendarat-mulus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/20/521/958280/bandara-jember-siap-pakai-pesawat-wiranto-mendarat-mulus"/><item><title>Bandara Jember Siap Pakai, Pesawat Wiranto Mendarat Mulus</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/20/521/958280/bandara-jember-siap-pakai-pesawat-wiranto-mendarat-mulus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/20/521/958280/bandara-jember-siap-pakai-pesawat-wiranto-mendarat-mulus</guid><pubDate>Kamis 20 Maret 2014 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>P Juliatmoko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/20/521/958280/3FMCDsqrT1.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/20/521/958280/3FMCDsqrT1.jpg</image><title></title></images><description>JEMBER - Pihak maskapai Garuda Indonesia diperkirakan menunda beroperasi di Bandara Notohadinegoro pada 1 April 2014. Namun, Bandara Notohadinegoro sebenarnya sudah siap untuk beroperasi.
&amp;nbsp;
Itu nampak saat Bandara Notohadinegoro disinggahi pertama kali oleh pesawat jenis ATR 42-500 yang mengangkut Ketua Umum Partai Hanura sekaligus Capres Wiranto. Pesawat pribadi ini mampu mendarat dan terbang mulus di Bandara Notohadinegoro.
&amp;nbsp;
Berdasarkan rencana semula, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air ini terbang dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi sekira pukul 11.00. Namun, ternyata baru bisa take off sekitar pukul 12.15 WIB karena mengalami sedikit gangguan cuaca serta jadwal yang sedikit molor sehingga tertunda. Pesawat dengan 40-an seat ini akhirnya take off setelah cuaca sedikit cerah dan landing di Bandara Notohadinegoro 15 menit kemudian atau sekitar pukul 12.30 WIB siang.
&amp;nbsp;
Pendaratan ini pun sempat membuat sejumlah pihak cemas, terutama Dinas Perhubungan Jember. Bahkan, sejumlah petugas bandara disiapkan di sejumlah jalan tikus mengantisipasi ada gangguan seperti ternak maupun manusia yang lewat. Dengan sedikit menahan nafas melihat landing dari pesawat yang mengangkut pimpinan Partai Hanura ini.
&amp;nbsp;
Maklum saja pihak terkait khawatir karena beberapa waktu sebelumnya, pihak Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia menganggap jika runway atau landasan Notohadinegoro masih belum layak, sehingga minta untuk di-overlay atau penebalan. Namun, yang dikhawatirkan tidak terjadi karena pesawat ATR 42-500 ini landing dengan mulus setelah datang dari arah selatan bandara. Ini membuktikan jika sebenarnya Bandara Notohadinegoro ini siap untuk menerima pesawat komersil.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenarnya bandara sudah siap, tapi Garuda standarnya memang tinggi dan internasional sehingga harus sempurna,&amp;rdquo; ujar Isman Sutomo, Kepala Dinas Perhubungan Jember menanggapi mulusnya landing dari pesawat Indonesia Air saat ditemui di Bandara.
&amp;nbsp;
Karena mendapatkan kepercayaan dari Garuda Indonesia, pihaknya pun siap untuk bisa mencapai standar yang ditetapkan oleh Garuda Indonesia. Termasuk penebalan runway dan juga pemberian pagar batas di lahan 120 hektare agar kondisi bandara bisa steril dari gangguan luar. &amp;ldquo;Kita targetkan mei 2014 optimis bisa beroperasi,&amp;rdquo; jelas Isman terkait dengan rencana beroperasinya pesawat komersil Garuda Indonesia ATR 72-600.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto saat ditemui usai turun dari pesawat mengatakan jika kondisi Bandara Notohadinegoro Jember sudah cukup bagus. &amp;ldquo;Lebih bagus saat dulu mendarat di sini (tahun 2009),&amp;rdquo; ujar Wiranto sembari berjalan. Meskipun demikian, Wiranto berharap kedepan pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan-perbaikan pada sejumlah fasilitas bandara. &amp;ldquo;Terus dikembangkan biar lebih maju,&amp;rdquo; ucap Wiranto singkat.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hendi Darta, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air juga memberikan komentarnya terkait dengan bandara yang baru dikebut persiapannya sekira dua pekan terakhir ini. Dia juga menganggap jika bandara di Desa Wirowongso, Ajung sudah cukup bagus untuk kelas bandara daerah.</description><content:encoded>JEMBER - Pihak maskapai Garuda Indonesia diperkirakan menunda beroperasi di Bandara Notohadinegoro pada 1 April 2014. Namun, Bandara Notohadinegoro sebenarnya sudah siap untuk beroperasi.
&amp;nbsp;
Itu nampak saat Bandara Notohadinegoro disinggahi pertama kali oleh pesawat jenis ATR 42-500 yang mengangkut Ketua Umum Partai Hanura sekaligus Capres Wiranto. Pesawat pribadi ini mampu mendarat dan terbang mulus di Bandara Notohadinegoro.
&amp;nbsp;
Berdasarkan rencana semula, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air ini terbang dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi sekira pukul 11.00. Namun, ternyata baru bisa take off sekitar pukul 12.15 WIB karena mengalami sedikit gangguan cuaca serta jadwal yang sedikit molor sehingga tertunda. Pesawat dengan 40-an seat ini akhirnya take off setelah cuaca sedikit cerah dan landing di Bandara Notohadinegoro 15 menit kemudian atau sekitar pukul 12.30 WIB siang.
&amp;nbsp;
Pendaratan ini pun sempat membuat sejumlah pihak cemas, terutama Dinas Perhubungan Jember. Bahkan, sejumlah petugas bandara disiapkan di sejumlah jalan tikus mengantisipasi ada gangguan seperti ternak maupun manusia yang lewat. Dengan sedikit menahan nafas melihat landing dari pesawat yang mengangkut pimpinan Partai Hanura ini.
&amp;nbsp;
Maklum saja pihak terkait khawatir karena beberapa waktu sebelumnya, pihak Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia menganggap jika runway atau landasan Notohadinegoro masih belum layak, sehingga minta untuk di-overlay atau penebalan. Namun, yang dikhawatirkan tidak terjadi karena pesawat ATR 42-500 ini landing dengan mulus setelah datang dari arah selatan bandara. Ini membuktikan jika sebenarnya Bandara Notohadinegoro ini siap untuk menerima pesawat komersil.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebenarnya bandara sudah siap, tapi Garuda standarnya memang tinggi dan internasional sehingga harus sempurna,&amp;rdquo; ujar Isman Sutomo, Kepala Dinas Perhubungan Jember menanggapi mulusnya landing dari pesawat Indonesia Air saat ditemui di Bandara.
&amp;nbsp;
Karena mendapatkan kepercayaan dari Garuda Indonesia, pihaknya pun siap untuk bisa mencapai standar yang ditetapkan oleh Garuda Indonesia. Termasuk penebalan runway dan juga pemberian pagar batas di lahan 120 hektare agar kondisi bandara bisa steril dari gangguan luar. &amp;ldquo;Kita targetkan mei 2014 optimis bisa beroperasi,&amp;rdquo; jelas Isman terkait dengan rencana beroperasinya pesawat komersil Garuda Indonesia ATR 72-600.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto saat ditemui usai turun dari pesawat mengatakan jika kondisi Bandara Notohadinegoro Jember sudah cukup bagus. &amp;ldquo;Lebih bagus saat dulu mendarat di sini (tahun 2009),&amp;rdquo; ujar Wiranto sembari berjalan. Meskipun demikian, Wiranto berharap kedepan pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan-perbaikan pada sejumlah fasilitas bandara. &amp;ldquo;Terus dikembangkan biar lebih maju,&amp;rdquo; ucap Wiranto singkat.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hendi Darta, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air juga memberikan komentarnya terkait dengan bandara yang baru dikebut persiapannya sekira dua pekan terakhir ini. Dia juga menganggap jika bandara di Desa Wirowongso, Ajung sudah cukup bagus untuk kelas bandara daerah.</content:encoded></item></channel></rss>
