<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan APK Perguruan Tinggi, Ini Skenario Mendikbud</title><description>Hingga 2013, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi (PT) baru  mencapai 29,9 persen. Sementara pemerintah menargetkan angka tersebut  meningkat 40 persen pada 2025.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/22/373/958999/tingkatkan-apk-perguruan-tinggi-ini-skenario-mendikbud</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/22/373/958999/tingkatkan-apk-perguruan-tinggi-ini-skenario-mendikbud"/><item><title>Tingkatkan APK Perguruan Tinggi, Ini Skenario Mendikbud</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/22/373/958999/tingkatkan-apk-perguruan-tinggi-ini-skenario-mendikbud</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/22/373/958999/tingkatkan-apk-perguruan-tinggi-ini-skenario-mendikbud</guid><pubDate>Sabtu 22 Maret 2014 00:07 WIB</pubDate><dc:creator>Margaret Puspitarini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/22/373/958999/XGtLpGyIrU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendikbud Mohammad Nuh. (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/22/373/958999/XGtLpGyIrU.jpg</image><title>Mendikbud Mohammad Nuh. (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hingga 2013, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi (PT) baru mencapai 29,9 persen. Sementara pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat 40 persen pada 2025.Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku memiliki sejumlah skenario untuk mempercepat APK PT tersebut. Pertama, lanjutnya, peningkatan daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada saat ini.&quot;Kedua, pendirian PTN di daerah perbatasan sebagai sabuk pengaman sosial budaya. Sedangkan yang ketiga penyelenggaraan online learning course pada April mendatang. Program ini manfaatnya dua, selain meningkatkan askses juga kualitas,&quot; ujar M Nuh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).Skenario keempat, kata M Nuh, memberikan mandat PTN terbaik untuk menyelenggarakan pendidikan di luar domisili. Namun, lanjutnya, hanya PTN yang telah diberi mandat resmi saja yang dapat membuka cabang di luar domisili. Tanpa mandat yang sah, izin PTN tersebut bisa dicabut.&quot;Ini sah. Yang tidak boleh itu kalau tidak dapat mandat tapi tetap mendirikan cabang di luar domisili. Membangun iklim akademiknya itu lama. Maka lebih mudah membuka cabang lain di tempat baru,&quot; paparnya.Kelima, papar M Nuh, peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah (pemda) dan pihak swasta untuk pendirian akademi komunitas dan politeknik. Keenam, mengonversi perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi PTN.&quot;Dalam waktu dekat, ada enam PTS yang akan berubah menjadi PTN, yaitu Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Tengku Umar, Universitas Kulakan, serta Politeknik Tanah Laut dan Politeknik Ketapang di Kalimantan,&quot; ungkap mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.Selanjutnya, skenario ketujuh, urai M Nuh, meningkatkan keterjangkauan lewat Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan membebaskan biaya seleksi. Terakhir, tambahnya, peningkatan kualitas PTS.&quot;Mumpung masih sempat susun anggaran, berikan warisan yang terbaik. Pembebasan biaya seleksi sudah baik. Biaya SNMPTN sudah dibebaskan. SBMPTN pun biayanya turun,&quot; tutup M Nuh.</description><content:encoded>JAKARTA - Hingga 2013, angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi (PT) baru mencapai 29,9 persen. Sementara pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat 40 persen pada 2025.Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku memiliki sejumlah skenario untuk mempercepat APK PT tersebut. Pertama, lanjutnya, peningkatan daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada saat ini.&quot;Kedua, pendirian PTN di daerah perbatasan sebagai sabuk pengaman sosial budaya. Sedangkan yang ketiga penyelenggaraan online learning course pada April mendatang. Program ini manfaatnya dua, selain meningkatkan askses juga kualitas,&quot; ujar M Nuh di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).Skenario keempat, kata M Nuh, memberikan mandat PTN terbaik untuk menyelenggarakan pendidikan di luar domisili. Namun, lanjutnya, hanya PTN yang telah diberi mandat resmi saja yang dapat membuka cabang di luar domisili. Tanpa mandat yang sah, izin PTN tersebut bisa dicabut.&quot;Ini sah. Yang tidak boleh itu kalau tidak dapat mandat tapi tetap mendirikan cabang di luar domisili. Membangun iklim akademiknya itu lama. Maka lebih mudah membuka cabang lain di tempat baru,&quot; paparnya.Kelima, papar M Nuh, peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah (pemda) dan pihak swasta untuk pendirian akademi komunitas dan politeknik. Keenam, mengonversi perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi PTN.&quot;Dalam waktu dekat, ada enam PTS yang akan berubah menjadi PTN, yaitu Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Tengku Umar, Universitas Kulakan, serta Politeknik Tanah Laut dan Politeknik Ketapang di Kalimantan,&quot; ungkap mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.Selanjutnya, skenario ketujuh, urai M Nuh, meningkatkan keterjangkauan lewat Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan membebaskan biaya seleksi. Terakhir, tambahnya, peningkatan kualitas PTS.&quot;Mumpung masih sempat susun anggaran, berikan warisan yang terbaik. Pembebasan biaya seleksi sudah baik. Biaya SNMPTN sudah dibebaskan. SBMPTN pun biayanya turun,&quot; tutup M Nuh.</content:encoded></item></channel></rss>
