<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trik Ketahui Anda Alami Pembesaran Prostat   </title><description>Penyakit pembesaran prostat  membutuhkan dokter  untuk mendiagnosis seseorang mengalami pembesaran prostat.  Karenanya  saat seseorang merasa mengalami gejalanya, dia diharuskan  melakukan  pemeriksaan kepada dokter.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/25/486/960339/trik-ketahui-anda-alami-pembesaran-prostat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/03/25/486/960339/trik-ketahui-anda-alami-pembesaran-prostat"/><item><title>Trik Ketahui Anda Alami Pembesaran Prostat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/03/25/486/960339/trik-ketahui-anda-alami-pembesaran-prostat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/03/25/486/960339/trik-ketahui-anda-alami-pembesaran-prostat</guid><pubDate>Selasa 25 Maret 2014 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Qalbinur Nawawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/03/25/486/960339/rlA0wLNurA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembesaran prostat, (Foto: Vidivibrante)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/03/25/486/960339/rlA0wLNurA.jpg</image><title>Pembesaran prostat, (Foto: Vidivibrante)</title></images><description>PENYAKIT pembesaran prostat  membutuhkan dokter untuk mendiagnosis seseorang mengalami pembesaran prostat.  Karenanya saat seseorang merasa mengalami gejalanya, dia diharuskan  melakukan pemeriksaan kepada dokter.
&amp;nbsp;
Menurut Dr. Gideon Tampubolon,  SpU, Ahli Bedah Saluran Kemih RS. Primere Bintaro, ada lima cara untuk  mendiagnosis apakah pria mengalami pembesaran prostat atau tidak. Cara pertama  ialah wawancara dengan melakukan sistem skoring, pemeriksaan laboratorium,  uroflowmetri, dan colok  dubur.
&amp;nbsp;
&quot;Wawancara dengan sistem skoring  International Prostate Symptom Score. Di dalamnya ada persentase untuk  untuk memudahkan identifikasi pasien mengalami gejala pembesaran prostat,  seperti 'Selama sebulan terakhir seberapa sering Anda merasa tidak lampias saat  selesai berkemih.' Kemudian,  &amp;lsquo;Sudah berapa sering  Anda harus kencing dalam waktu kurang dari dua jam setelah selesai berkemih dan  selama sebulan terakhir seberapa sering Anda merasakan kencing  putus-putus&amp;rsquo;. Nah, itu ada  skoringnya di samping pertanyaan itu, nanti dokter memutuskan diagnosis lewat  hasil itu,&quot;&amp;nbsp;katanya saat ditemui Okezone di Gedung Annex RS. Primere  Bintaro, Tangerang, baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Ditambahkannya, biasanya dokter  akan memeriksakan tes pancaran kencing si pasien atau dalam bahasa kedokteran  disebut uroflowmetri. Bila pancaran urinnya pendek dan tersendat-sendat, hal itu  merupakan wujud dari pembesaran prostat. Selain itu, USG juga suka dilakukan  dokter. Tujuannya untuk mengetahui apakah betul prostat pasien membesar atau  tidak.
&amp;nbsp;
Dan colok dubur adalah cara  sederhana dokter memeriksakan apakah prostat pasien mengalami pembesaran atau  tidak. Tentu bila pasien mau dilakukan cara itu, ucap Dr.  Gideon.
&amp;nbsp;
&quot;Colok dubur, seperti namanya,  dokter akan memasukan jarinya ke dalam dubur pasien, untuk memeriksa apakah  prostar membesar atu tidak. Hal ini jangan dianggap porno, karena prostat memang  berdekatan dengan dubur, jadi ini memang ada alasan medisnya,&quot; tandas Dr.  Gideon.</description><content:encoded>PENYAKIT pembesaran prostat  membutuhkan dokter untuk mendiagnosis seseorang mengalami pembesaran prostat.  Karenanya saat seseorang merasa mengalami gejalanya, dia diharuskan  melakukan pemeriksaan kepada dokter.
&amp;nbsp;
Menurut Dr. Gideon Tampubolon,  SpU, Ahli Bedah Saluran Kemih RS. Primere Bintaro, ada lima cara untuk  mendiagnosis apakah pria mengalami pembesaran prostat atau tidak. Cara pertama  ialah wawancara dengan melakukan sistem skoring, pemeriksaan laboratorium,  uroflowmetri, dan colok  dubur.
&amp;nbsp;
&quot;Wawancara dengan sistem skoring  International Prostate Symptom Score. Di dalamnya ada persentase untuk  untuk memudahkan identifikasi pasien mengalami gejala pembesaran prostat,  seperti 'Selama sebulan terakhir seberapa sering Anda merasa tidak lampias saat  selesai berkemih.' Kemudian,  &amp;lsquo;Sudah berapa sering  Anda harus kencing dalam waktu kurang dari dua jam setelah selesai berkemih dan  selama sebulan terakhir seberapa sering Anda merasakan kencing  putus-putus&amp;rsquo;. Nah, itu ada  skoringnya di samping pertanyaan itu, nanti dokter memutuskan diagnosis lewat  hasil itu,&quot;&amp;nbsp;katanya saat ditemui Okezone di Gedung Annex RS. Primere  Bintaro, Tangerang, baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Ditambahkannya, biasanya dokter  akan memeriksakan tes pancaran kencing si pasien atau dalam bahasa kedokteran  disebut uroflowmetri. Bila pancaran urinnya pendek dan tersendat-sendat, hal itu  merupakan wujud dari pembesaran prostat. Selain itu, USG juga suka dilakukan  dokter. Tujuannya untuk mengetahui apakah betul prostat pasien membesar atau  tidak.
&amp;nbsp;
Dan colok dubur adalah cara  sederhana dokter memeriksakan apakah prostat pasien mengalami pembesaran atau  tidak. Tentu bila pasien mau dilakukan cara itu, ucap Dr.  Gideon.
&amp;nbsp;
&quot;Colok dubur, seperti namanya,  dokter akan memasukan jarinya ke dalam dubur pasien, untuk memeriksa apakah  prostar membesar atu tidak. Hal ini jangan dianggap porno, karena prostat memang  berdekatan dengan dubur, jadi ini memang ada alasan medisnya,&quot; tandas Dr.  Gideon.</content:encoded></item></channel></rss>
