<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Gabungan Kesulitan Lacak Asal Usul Bayi di Pondok Incerah</title><description>Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Mojokerto, Dinas Sosial, dan BKKBN  Kabupaten Mojokerto, telah melakukan pelacakan terhadap asal usul bayi  di pondok bayi, yayasan Incerah, Mojokerto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/02/519/964335/tim-gabungan-kesulitan-lacak-asal-usul-bayi-di-pondok-incerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/02/519/964335/tim-gabungan-kesulitan-lacak-asal-usul-bayi-di-pondok-incerah"/><item><title>Tim Gabungan Kesulitan Lacak Asal Usul Bayi di Pondok Incerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/02/519/964335/tim-gabungan-kesulitan-lacak-asal-usul-bayi-di-pondok-incerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/02/519/964335/tim-gabungan-kesulitan-lacak-asal-usul-bayi-di-pondok-incerah</guid><pubDate>Rabu 02 April 2014 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/02/519/964335/T6YT3EmUnp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi bayi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/02/519/964335/T6YT3EmUnp.jpg</image><title>Ilustrasi bayi</title></images><description>SURABAYA - Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Mojokerto, Dinas Sosial, dan BKKBN Kabupaten Mojokerto, telah melakukan pelacakan terhadap asal usul bayi di pondok bayi, yayasan Incerah, Mojokerto.Hasilnya, petugas menemui jalan buntu. Pasalnya, data yang diberikan oleh pemilik yayasan Sari Agustiani palsu.&quot;Baru tiga bayi yang dilakukan pelacakan, namun sampai hari ini belum jelas siapa orangtuanya dan darimana asal usulnya, belum 18 bayi. Sejauh ini masih dilakukan wawancara dengan pemilik yayasan Incerah, Sari Agustiani,&quot; kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kabupaten Mojokerto, Yudha Hadi kepada Okezone, Rabu (2/4/2014).Dari tiga data bayi yang diberikan, hanya satu bayi yang asal usulnya jelas. &quot;Hanya satu bayi yang jelas, dia berasal dari Surabaya. Saya tidak yakin mereka semua jelas siapa orangtuanya. Kami lakukan ini untuk kebutuhan kepengurusan akte anak,&quot; ujar Yudha.Jika pihak yayasan tidak bisa memberikan kejelasan, maka Tim Gabungan akan melakukan langkah evakuasi ke shelter milik Dinas Sosial di Kabupaten Sidoarjo. &quot;Pendalaman masih berlangsung. Pemilik yayasan seperti menutup nutupi tidak terbuka. Jika ini dibiarkan, kami akan evakuasi para bayi. Toh di sini (Pondok bayi) mereka terserang penyakit karena lokasi tidak higenis,&quot; jelasnya.Sebelumnya, sejumlah warga di Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto protes atas keberadaan tempat penampungan belasan bayi itu. Warga menduga Pondok bayi yang bernama Incerah ini menjadi sindikat traficking.Pihak Kepolisian belum menemukan unsur pidana atas keberadaan penampungan bayi sebagian dari hasil hubungan gelap.</description><content:encoded>SURABAYA - Tim Gabungan yang terdiri dari Polres Mojokerto, Dinas Sosial, dan BKKBN Kabupaten Mojokerto, telah melakukan pelacakan terhadap asal usul bayi di pondok bayi, yayasan Incerah, Mojokerto.Hasilnya, petugas menemui jalan buntu. Pasalnya, data yang diberikan oleh pemilik yayasan Sari Agustiani palsu.&quot;Baru tiga bayi yang dilakukan pelacakan, namun sampai hari ini belum jelas siapa orangtuanya dan darimana asal usulnya, belum 18 bayi. Sejauh ini masih dilakukan wawancara dengan pemilik yayasan Incerah, Sari Agustiani,&quot; kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kabupaten Mojokerto, Yudha Hadi kepada Okezone, Rabu (2/4/2014).Dari tiga data bayi yang diberikan, hanya satu bayi yang asal usulnya jelas. &quot;Hanya satu bayi yang jelas, dia berasal dari Surabaya. Saya tidak yakin mereka semua jelas siapa orangtuanya. Kami lakukan ini untuk kebutuhan kepengurusan akte anak,&quot; ujar Yudha.Jika pihak yayasan tidak bisa memberikan kejelasan, maka Tim Gabungan akan melakukan langkah evakuasi ke shelter milik Dinas Sosial di Kabupaten Sidoarjo. &quot;Pendalaman masih berlangsung. Pemilik yayasan seperti menutup nutupi tidak terbuka. Jika ini dibiarkan, kami akan evakuasi para bayi. Toh di sini (Pondok bayi) mereka terserang penyakit karena lokasi tidak higenis,&quot; jelasnya.Sebelumnya, sejumlah warga di Dusun/Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto protes atas keberadaan tempat penampungan belasan bayi itu. Warga menduga Pondok bayi yang bernama Incerah ini menjadi sindikat traficking.Pihak Kepolisian belum menemukan unsur pidana atas keberadaan penampungan bayi sebagian dari hasil hubungan gelap.</content:encoded></item></channel></rss>
