<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merokok Bikin Anda Tak Nafsu Makan</title><description>Kebiasaan merokok dapat  berdampak buruk bagi  kesehatan, seperti meningkatkan risiko terkena serangan  jantung dan  stroke, kanker, dan gangguan  pernapasan. Lantas, adakah dampak dari  kebiasaan merokok terhadap organ lain  selain yang berkaitan dengan  kardiovaskular dan paru-paru?</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/08/486/967190/merokok-bikin-anda-tak-nafsu-makan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/08/486/967190/merokok-bikin-anda-tak-nafsu-makan"/><item><title>Merokok Bikin Anda Tak Nafsu Makan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/08/486/967190/merokok-bikin-anda-tak-nafsu-makan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/08/486/967190/merokok-bikin-anda-tak-nafsu-makan</guid><pubDate>Selasa 08 April 2014 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Helmi Ade Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/08/486/967190/rVTvqBopbs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dr Ari Fahrial Syam (Foto: Helmi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/08/486/967190/rVTvqBopbs.jpg</image><title>Dr Ari Fahrial Syam (Foto: Helmi/Okezone)</title></images><description>KEBIASAAN merokok dapat  berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko terkena serangan  jantung dan stroke, kanker, dan gangguan  pernapasan. Lantas, adakah dampak dari kebiasaan merokok terhadap organ lain  selain yang berkaitan dengan kardiovaskular dan paru-paru?Menurut Dr.dr. Ari Fahrial Syam  SpPD-KGEH,MMB dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, tidak hanya  menimbulkan gangguan pada organ pernapasan, tetapi juga organ lainnya.
&amp;nbsp;
Dampak lain yang sebenarnya tidak  diketahui oleh para perokok adalah merokok akan menyebabkan gangguan pada  saluran pencernaan atas seseorang. Oleh karena itu, menurut Dr. Ari  Fahrial, perokok cenderung  akan mengalami penurunan nafsu makan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka yang merokok sering  merasa begah, cepat kenyang, dan kembung. Mereka  umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan hirupan  asap rokok,&amp;rdquo; ujar Dr. Ari Fahrial dalam rilis yang diterima redaksi  Okezone, Selasa (8/4/2014).
&amp;nbsp;
Selain itu, Dr. Ari Fahrial  menambahkan bahwa kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat  mencetuskan penurunan nafsu makan. Untuk itu, seorang perokok yang telah  berhenti merokok berat badannya akan meningkat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Oleh karena itu kita sering  mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik,  karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti  merokok,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>KEBIASAAN merokok dapat  berdampak buruk bagi kesehatan, seperti meningkatkan risiko terkena serangan  jantung dan stroke, kanker, dan gangguan  pernapasan. Lantas, adakah dampak dari kebiasaan merokok terhadap organ lain  selain yang berkaitan dengan kardiovaskular dan paru-paru?Menurut Dr.dr. Ari Fahrial Syam  SpPD-KGEH,MMB dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, tidak hanya  menimbulkan gangguan pada organ pernapasan, tetapi juga organ lainnya.
&amp;nbsp;
Dampak lain yang sebenarnya tidak  diketahui oleh para perokok adalah merokok akan menyebabkan gangguan pada  saluran pencernaan atas seseorang. Oleh karena itu, menurut Dr. Ari  Fahrial, perokok cenderung  akan mengalami penurunan nafsu makan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka yang merokok sering  merasa begah, cepat kenyang, dan kembung. Mereka  umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan hirupan  asap rokok,&amp;rdquo; ujar Dr. Ari Fahrial dalam rilis yang diterima redaksi  Okezone, Selasa (8/4/2014).
&amp;nbsp;
Selain itu, Dr. Ari Fahrial  menambahkan bahwa kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat  mencetuskan penurunan nafsu makan. Untuk itu, seorang perokok yang telah  berhenti merokok berat badannya akan meningkat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Oleh karena itu kita sering  mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik,  karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti  merokok,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
