<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Bahasa Indonesia Sampai Sulit, Keterlaluan!</title><description>Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memantau pelaksanaan UN di SMAN 1 Depok. Usai selesai mengerjakan  soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, para pelajar curhat kepada Nur  Mahmudi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/14/560/969985/jika-bahasa-indonesia-sampai-sulit-keterlaluan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/14/560/969985/jika-bahasa-indonesia-sampai-sulit-keterlaluan"/><item><title>Jika Bahasa Indonesia Sampai Sulit, Keterlaluan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/14/560/969985/jika-bahasa-indonesia-sampai-sulit-keterlaluan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/14/560/969985/jika-bahasa-indonesia-sampai-sulit-keterlaluan</guid><pubDate>Senin 14 April 2014 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/14/560/969985/22aHjD8Fon.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelajar SMAN 1 Depok curhat tentang kesulitan UN kepada Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. (Foto: Marieska/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/14/560/969985/22aHjD8Fon.jpg</image><title>Pelajar SMAN 1 Depok curhat tentang kesulitan UN kepada Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. (Foto: Marieska/Okezone)</title></images><description>DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di SMAN 1 Depok. Usai selesai mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, para pelajar curhat kepada Nur Mahmudi.&quot;Soalnya lumayan, Pak, mirip-mirip try out. Misalnya, ada teks dan cari kesimpulan, tetapi jawabannya dibuat terlalu mirip,&quot; ujar para siswa SMAN 1 Depok, Senin (14/4/2014).&amp;nbsp;Mendengar hal itu Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, banyak siswa menganggap pelajaran Bahasa Indonesia lebih mudah ketimbang Bahasa Inggris. Sehingga, nilai Bahasa Inggris biasanya jauh lebih tinggi.&quot;Kalau Bahasa Indonesia sulit, keterlaluan. Saya pun rasanya hanya dapat nilai 60,&quot; kata Nur Mahmudi sambil tertawa.Intinya, kata Nur Mahmudi, pembuatan soal Bahasa Indonesia pasti menggunakan metodologi makro yang memang sengaja menghasilkan kemiripan. Seharusnya, para siswa meningkatkan kemampuan terhadap pemahaman soal.&quot;Semangat kita untuk memahami bahasa kita sendiri masih kurang. Kita kerap menganggap, 'Saya sudah bisa, saya mengerti, terus buat apa lagi?&quot; Sampai-sampai Bahasa Inggris dianggap jauh lebih penting,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>DEPOK - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di SMAN 1 Depok. Usai selesai mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, para pelajar curhat kepada Nur Mahmudi.&quot;Soalnya lumayan, Pak, mirip-mirip try out. Misalnya, ada teks dan cari kesimpulan, tetapi jawabannya dibuat terlalu mirip,&quot; ujar para siswa SMAN 1 Depok, Senin (14/4/2014).&amp;nbsp;Mendengar hal itu Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, banyak siswa menganggap pelajaran Bahasa Indonesia lebih mudah ketimbang Bahasa Inggris. Sehingga, nilai Bahasa Inggris biasanya jauh lebih tinggi.&quot;Kalau Bahasa Indonesia sulit, keterlaluan. Saya pun rasanya hanya dapat nilai 60,&quot; kata Nur Mahmudi sambil tertawa.Intinya, kata Nur Mahmudi, pembuatan soal Bahasa Indonesia pasti menggunakan metodologi makro yang memang sengaja menghasilkan kemiripan. Seharusnya, para siswa meningkatkan kemampuan terhadap pemahaman soal.&quot;Semangat kita untuk memahami bahasa kita sendiri masih kurang. Kita kerap menganggap, 'Saya sudah bisa, saya mengerti, terus buat apa lagi?&quot; Sampai-sampai Bahasa Inggris dianggap jauh lebih penting,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
